Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - SMAN 4 Surakarta menjadi satu-satunya SMA negeri di Kota Solo yang berhasil memenuhi seluruh kuota penerimaan siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sementara itu, hampir seluruh SMA negeri lainnya masih menyisakan kursi kosong yang tidak boleh diisi hingga setidaknya Semester 1 berakhir.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Kota Surakarta, Agung Wiyanto, mengatakan seluruh kursi di SMAN 4 Surakarta telah terisi.
Berbeda dengan sekolah negeri lainnya yang masih memiliki bangku kosong usai pelaksanaan SPMB.
"Hampir semua sekolah ada kursi kosong. Hanya SMAN 4 Surakarta yang penuh. Ini kosong dikosongkan, jadi tidak boleh diisi," ujarnya saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).
Menurut Agung, kursi kosong untuk kelas X akan tetap dibiarkan hingga setidaknya Semester 1 selesai sesuai ketentuan SPMB.
Setelah tahapan penerimaan berakhir, sekolah tidak diperbolehkan mengisi bangku yang masih kosong.
"Ini kan baru tahun pelajaran baru. Sekolah negeri mengikuti regulasi tahun pelajaran baru. Sampai nanti ada nilai Semester 1, tahapan SPMB sudah selesai," terangnya.
Ia menjelaskan siswa yang telah diterima di sekolah swasta memang dapat mengajukan perpindahan ke sekolah negeri sesuai aturan masing-masing sekolah.
Namun, perpindahan tersebut tidak bisa dilakukan selama Semester 1 karena kursi kosong hasil SPMB tidak boleh diisi.
"Sesuai dengan peraturan sekolah masing-masing. Tapi ketentuan SPMB mengatur kursi kosong hasil SPMB tidak boleh diisi," jelasnya.
Agung enggan membeberkan rincian jumlah kursi kosong di masing-masing sekolah.
Menurutnya, publikasi data tersebut dikhawatirkan mendorong siswa yang sudah bersekolah di swasta untuk berpindah ke sekolah negeri sehingga mengganggu kondusivitas dunia pendidikan.
Baca juga: Mengapa Daftar SMA Negeri di Solo dengan Kursi Kosong Tidak Dibuka? Ini Penjelasannya!
"Kalau diekspos, yang sudah sekolah di swasta merasa ada kursi kosong di negeri, nanti malah jadi tidak kondusif pendidikan di wilayah kita," tuturnya.
Secara keseluruhan, SPMB SMA/SMK Negeri di Solo dan Sukoharjo masih menyisakan 155 kursi kosong. Rinciannya, di Kota Surakarta terdapat 34 kursi kosong di SMA negeri dan 27 kursi kosong di SMK negeri.
Sementara di Kabupaten Sukoharjo terdapat 51 kursi kosong di SMA negeri dan 43 kursi kosong di SMK negeri.
"Pada umumnya yang tercatat ke kami sudah diterima di swasta atau wilayah lain," kata Agung.
"Jadi total di Cabang VII kekosongan kursi 155," pungkasnya. (*)