Histeris Istri Teriak Panggil Dokter Alex yang Ditemukan Meninggal di Semak Samping RSUD Siak Riau
Rusaidah July 15, 2026 04:42 PM

 

BANGKAPOS.COM – Duka menyelimuti RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026), setelah seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi ditemukan meninggal dunia di semak belukar di luar pagar rumah sakit.

Histeris istri korban saat tiba di lokasi penemuan jenazah.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter itu tak mampu membendung kesedihan tatkala menemukan jasad sang suami tercinta.

Di hadapan jasad suaminya, ia menangis histeris sambil memanggil nama korban dan berulang kali mengucapkan, “Sayang… ayo kita pulang.”

Tangis pilu itu memecah keheningan lokasi penemuan mayat.

Sejumlah petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi berusaha menenangkan keluarga yang terpukul atas peristiwa tersebut.

Korban diketahui Alex Cristo Loris, dokter PPDS Residen Anestesi yang baru sekitar sepekan menjalani penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak.

Korban merupakan warga Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Baca juga: Profil Dokter Alex Cristo Loris Spesialis Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak Riau Tewas di Semak

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Istrinya, dr. YM (31), yang tinggal bersama korban di asrama RSUD Tengku Rafian, sempat berulang kali menghubungi telepon genggam suaminya. 

Namun ponsel tersebut dalam keadaan tidak aktif.

DOKTER SPESIALIS ANESTESI – Dokter spesialis anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, Dokter Alex Cristo Loris atau dikenal dr Alex ditemukan tewas di semak samping rumah sakit.
DOKTER SPESIALIS ANESTESI – Dokter spesialis anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, Dokter Alex Cristo Loris atau dikenal dr Alex ditemukan tewas di semak samping rumah sakit. (Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra)

Karena khawatir, ia kemudian mencari suaminya ke sejumlah ruangan di rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat.

Upaya itu tidak membuahkan hasil karena tidak seorang pun mengetahui keberadaan korban.

Pencarian kemudian dilakukan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) rumah sakit.

Dari rekaman tersebut, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area RSUD melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar rumah sakit.

Berdasar petunjuk dari rekaman CCTV, dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat salah seorang petugas memanjat pagar pembatas untuk melihat ke arah luar, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa.

Jasad berada sekitar lima meter dari pagar rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Di dekat jasad ditemukan tas sandang hitam yang diduga milik korban. 

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas berisi alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian.

Penyebab Kematian Diselidiki

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian dokter muda tersebut. 

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Baca juga: Dokter Alex yang Ditemukan Meninggal di Semak Samping RSUD Siak Masih Berpakaian Rapi, Hilang Senin

Penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, karena seluruh fakta masih didalami melalui penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

“Benar, kami menerima laporan penemuan seorang dokter PPDS dalam keadaan meninggal dunia di area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak,” katanya.  

Ia menyampaikan, saat ini penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil autopsi. 

“Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, dan seluruh fakta masih kami dalami,” kata AKP Raja Kosmos.

Profil Dokter Alex Cristo Loris 

Dokter Alex Cristo Loris lahir di Tanah Putih, Maluku, pada 29 Oktober 1985. 

Dokter berusia 40 tahun itu tercatat beralamat di Jalan Air Kabur Kabur Atas, Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

DOKTER SPESIALIS ANESTESI – Dokter spesialis anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, Dokter Alex Cristo Loris atau dikenal dr Alex ditemukan tewas di semak samping rumah sakit.
DOKTER SPESIALIS ANESTESI – Dokter spesialis anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, Dokter Alex Cristo Loris atau dikenal dr Alex ditemukan tewas di semak samping rumah sakit. (Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra)

Baca juga: Profil Kuntadi Kepala BPA Kejagung Diisukan Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah 

Baca juga: Sosok dan Jejak Kasus Benny Tjokrosaputro Terpidana Seumur Hidup yang 90 Apartemen Dilelang Kejagung

Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian dokter spesialis anestesi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr. Handry, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Kronologi Hilang Sebelum Ditemukan Tewas

Polisi mengungkap kronologi hilangnya dokter residen anestesi, Alex Cristo Loris, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P mengatakan, korban diketahui menghilang sejak Senin (13/7/2026) petang.

Saat itu, Alex yang tinggal di mess RSUD Tengku Rafian keluar dari lingkungan rumah sakit dan terekam kamera pengawas.

“Berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar dari rumah sakit pada pukul 18.06 WIB. Sejak malam itu korban sudah dicari karena handphone-nya tidak aktif,” kata AKP Raja Kosmos P, Rabu (15/7/2026).

Pencarian yang dilakukan pihak rumah sakit berlanjut hingga keesokan harinya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (14/7/2026), seorang petugas keamanan menemukan jasad korban di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Satreskrim Polres Siak.

Polisi selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi memastikan seluruh barang milik korban masih berada di lokasi.

Di antaranya telepon seluler yang tersimpan di dalam tas, perlengkapan pribadi, headset, serta ampul dan alat suntik.

“Barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. Handphone ada di dalam tas, kemudian peralatan pribadi termasuk headset, dan juga ditemukan ampul serta suntikan,” ujar Raja Kosmos.

Polisi juga belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

“Secara kasatmata kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.