Jembatan Lumbudolo Donggala Kian Rusak Pascagempa, Aktivitas Warga di Tiga Desa Terancam Lumpuh
Regina Goldie July 15, 2026 04:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Kondisi Jembatan Desa Lumbudolo, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala semakin memprihatinkan setelah gempa yang berpusat di Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026 memperparah kerusakan pada struktur jembatan.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan jembatan tersebut dikhawatirkan memutus akses transportasi bagi warga di tiga desa, yakni Desa Lumbudolo, Desa Lampo dan Desa Powelua.

Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan ratusan siswa.

Kepala Desa Lumbudolo, Idris mengatakan gempa menyebabkan landasan jembatan bergeser dan retakan pada struktur semakin melebar.

Baca juga: Bertemu Ketua PN Luwuk, Aliansi Masyarakat Babasalan Dukung Konstatering di Tanjungsari

Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko bagi kendaraan yang setiap hari melintasi jembatan.

Ia juga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala dan seluruh pihak terkait segera melakukan perbaikan permanen sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

"Gempa pada bulan Juni yang berpusat di Sigi juga terasa di sini. Setelah itu terjadi pergeseran di ujung jembatan. Kondisinya sangat mendesak untuk segera ditangani," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, apabila jembatan tidak segera diperbaiki, proses belajar mengajar di tiga desa akan terganggu karena tidak ada akses alternatif yang dapat dilalui para guru dan siswa.

"Guru tidak bisa mengajar dan murid tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar karena terhambat kondisi jembatan ini. Tidak ada jalan lain menuju tiga desa di wilayah ini. Kami sangat khawatir jika jembatan sampai putus, anak-anak tidak bisa lagi menerima pendidikan," jelas Idris.

Idris berharap pembangunan Jembatan Lumbudolo menjadi prioritas dalam perubahan APBD.

Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga keselamatan masyarakat serta masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Baca juga: TMMD ke-129 Resmi Dibuka di Pulau Umbele, Dandim 1311/Morowali: Wujud Sinergi Bangun Desa

Data pemerintah Desa Lumbudolo mencatat, apabila akses jembatan terputus, sebanyak 662 siswa dari jenjang SD hingga SMP berpotensi kehilangan akses belajar di sekolah.

Jumlah tersebut terdiri atas 479 siswa SD dan 183 siswa SMP. Selain itu, guru yang berasal dari Kota Donggala, Limboro, dan Kota Palu diperkirakan tidak dapat menjangkau sekolah tempat mereka mengajar apabila jembatan tidak lagi dapat dilalui.

Kepala Desa Lumbodolo juga berharap jembatan tersebut segera ditangani, agar tidak menghambat pelayanan dasar, distribusi kebutuhan pokok, hingga aktivitas perekonomian warga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.