TRIBUNSTYLE.COM - Selang sehari usai insiden ledakan bom rakitan yang melibatkan salah satu siswanya pada Selasa (14/7/2026), aktivitas belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang kini kembali berjalan normal.
Terpantau suasana akademis sudah sepenuhnya pulih di sekolah yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang tersebut.
Meski sisa-sisa debu dan kerusakan akibat ledakan masih membekas jelas pada dinding kelas berkelir hijau yang kini tanpa jendela itu, atmosfer belajar di sekitarnya sama sekali tidak terganggu.
Para siswa yang merupakan rekan sekelas terduga pelaku tampak tetap fokus mengikuti materi pelajaran seperti biasa, menunjukkan kondisi psikologis yang relatif stabil dan kondusif.
Terkait keseharian terduga pelaku, Randra Putra Pratama yang merupakan salah seorang teman sekelasnya menuturkan bahwa remaja berinisial R tersebut dikenal sebagai sosok yang cenderung pendiam dan jarang berinteraksi.
Baca juga: Geger! Siswa MAN 3 Padang Nekat Bawa Bom Rakitan, Meledak Depan Ruang Kelas, Satu Sekolah Panik
"Kalau di kelas ini R kurang berkomunikasi. Dia lebih banyak diam daripada berkomunikasi," kata Randra kepada TribunPadang.com, Rabu (15/7/2026).
Randra mengaku sudah menjadi teman sekelas R sejak duduk di bangku kelas XI. Selama rentang waktu tersebut, ia memperhatikan bahwa R memang memiliki kepribadian yang cenderung tertutup dibandingkan teman-teman lainnya.
Selain karakternya yang introver, R juga diketahui tidak memiliki tempat duduk tetap di dalam kelas.
Menurut Randra, dalam kesehariannya R lebih sering memilih bangku mana saja yang sedang kosong untuk ditempati.
"R ini duduk di mana ada bangku kosong. Jadi dia tidak memilih teman duduk. Tapi memang interaksi dengan teman agak kurang," jelasnya.
Lebih lanjut, Randra menceritakan situasi sebelum insiden tersebut terjadi.
Kala itu, R diketahui datang terlambat ke sekolah dan awalnya terlihat masuk ke area sekolah tanpa membawa tas seperti siswa lainnya.
"Saat itu dia datang terlambat. Tapi saat datang dia tidak membawa tas, hanya memakai seragam sekolah. Setelah guru keluar kelas, dia keluar lagi untuk mengambil tasnya," ujarnya.
Saat R kembali membawa tas, kata Randra, tidak ada satu pun teman sekelas yang mengetahui isi tas tersebut.
"Kami saat itu tidak menyangka dia membawa bom itu," katanya.
Randra menduga kuat bom rakitan tersebut sengaja dipersiapkan untuk diledakkan di dekat tempat duduk seorang siswa berinisial M.
Berdasarkan desas-desus yang beredar, M diduga kuat menjadi target utama pelaku karena dipicu oleh rasa dendam akibat dugaan perundungan (bullying) yang dialami R sebelumnya.
"Pas ledakan itu, M tidak ada di kelas karena sedang berada di luar. Sementara lokasi ledakan itu memang dekat tempat M biasa duduk," ungkapnya.
Meski sempat diguncang peristiwa tersebut, Randra menyebut dirinya dan teman-teman sekelas tidak mengalami trauma.
"Kami tidak takut terkait insiden itu. Tapi kami kasihan dengan kondisi mental R saat ini," ucapnya.
Ia berharap R tetap dapat melanjutkan pendidikannya di MAN 3 Kota Padang.
"Kalau bisa, R bisa lanjut sekolah. Kasihan kalau tidak lanjut sekolah," katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, memastikan aktivitas sekolah kembali berjalan normal pada Rabu (15/7/2026).
Sejak pagi, para siswa mengikuti kegiatan seperti biasa. Pihak madrasah juga memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan mental untuk mengantisipasi trauma pascakejadian.
"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan aktivitas seperti biasa. Ada siswa yang datang lebih awal karena mengikuti kegiatan hafalan Al-Qur'an. Kemudian siswa lainnya juga hadir seperti biasanya," kata Marliza.
Ia menjelaskan, seluruh siswa terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti apel pagi. Dalam kesempatan itu, sekolah memberikan informasi dan edukasi kepada para siswa.
Selain apel, sekolah juga menggelar senam pagi untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mengurangi rasa cemas para siswa.
"Kita ingin memberikan kepercayaan kepada anak-anak bahwa tidak ada masalah yang perlu mereka khawatirkan. Hari ini juga masih berlangsung kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matsama) untuk siswa baru dengan berbagai materi, termasuk dari puskesmas," ujarnya.
Siswa kelas X juga tetap mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sesuai agenda yang telah dijadwalkan.
Menurut Marliza, pihak sekolah terus memberikan pendampingan kepada siswa agar tidak mengalami trauma.
"Kami memberikan edukasi dan menanyakan kondisi anak-anak, apakah masih ada kekhawatiran. Alhamdulillah, saat senam mereka terlihat senang dan tidak tampak rasa takut di wajah mereka," ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh aktivitas sekolah tetap didampingi para guru agar siswa merasa aman dan nyaman.
Terkait pencegahan perundungan, Marliza mengatakan sekolah telah melakukan sosialisasi secara berkala serta membuka jalur pelaporan bagi siswa.
"Kalau ada siswa yang mengalami sesuatu, silakan melapor kepada guru, wali kelas, kemudian bisa diteruskan ke guru BK. Pendampingan terus kita lakukan kepada anak-anak," katanya.
Marliza juga mengaku pihak sekolah belum pernah menerima laporan terkait dugaan perundungan yang dialami terduga pelaku.
"Belum pernah dia melapor. Teman-temannya juga tidak ada yang melaporkan. Memang anak ini cenderung pendiam," ujarnya.
Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan siswa tampak berkumpul di lapangan sekolah didampingi para guru. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino memberikan arahan kepada para pelajar. Hadir pula perwakilan Kantor Kementerian Agama untuk memberikan penguatan kepada warga sekolah.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyebut, berdasarkan hasil interogasi awal, terduga pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena menjadi korban perundungan sejak kelas XI. Ia juga mengaku mengalami perlakuan serupa sejak masih kecil.
Beruntung, ledakan yang terjadi di luar ruang kelas tidak menimbulkan korban jiwa. Polisi turut mengamankan tiga bom rakitan lain yang belum sempat diledakkan beserta sejumlah barang bukti lainnya. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan. (*)
(TribunStyle.com/TribunPadang.com)