TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 8.000 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Sukoharjo memeriahkan puncak peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo dengan menampilkan tari kolosal di Alun-Alun Satya Negara, Rabu (15/7/2026).
Penampilan ribuan penari tersebut menjadi salah satu atraksi utama yang memukau masyarakat dan tamu undangan.
Selain pertunjukan tari, perayaan juga dimeriahkan dengan 12 gunungan yang disiapkan untuk masyarakat.
Gunungan tersebut merupakan representasi dari 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yang menampilkan beragam hasil bumi, produk unggulan, serta potensi khas dari masing-masing wilayah.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan warga yang memadati kawasan Alun-Alun Satya Negara untuk menyaksikan upacara peringatan hari jadi sekaligus berbagai pertunjukan budaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan peringatan Hari Jadi ke-80 mengusung tema "Sukoharjo Spektakuler" yang menjadi semangat bersama dalam membangun daerah.
"Harapan kami sesuai tema Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo, yaitu Sukoharjo Spektakuler. Artinya, kita ingin masyarakat bersama seluruh elemen pemerintah mewujudkan Sukoharjo yang maju, mandiri, dan berbudaya," ujar Sapto kepada awak media, Rabu (15/7/2026).
Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Sukoharjo tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan para pendahulu.
Menurutnya, nilai-nilai Tri Dharma harus terus menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Di Puncak Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo, Plt Bupati Beberkan Program Strategi 2027
"Kembali lagi kita diingatkan dengan nilai-nilai Tri Dharma, yakni melu rumongso handarbeni, melu rumongso hangrungkebi, mulat saliro hangrasa wani. Itulah yang menjadi ruh kita dalam membangun Kabupaten Sukoharjo," katanya.
Eko berharap semangat Hari Jadi ke-80 menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan menuju Sukoharjo yang semakin maju, mandiri, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, penampilan ribuan penari pelajar dan kirab 12 gunungan juga menjadi simbol kekayaan budaya, potensi daerah, serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita Sukoharjo Spektakuler. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)