TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Bupati Banyuasin Dr H Askolani bersama Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, guna melakukan koordinasi dan diskusi terkait rencana pembangunan Infrastruktur Pasca Panen atau IPP.
Pertemuan strategis ini, difokuskan pada penentuan titik lokasi pembangunan IPP yang direncanakan bertempat di Desa Telang Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Rabu (15/7/2026).
Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sumsel Babel diwakili Dewan Pengawas Independen Letjen TNI (Purn) Geerhan Lantara, Komjen Pol (Purn) Drs Verrianto Iskandar, Mayjen TNI (Purn) Arifin Seman beserta jajaran, dan disambut langsung Bupati Banyuasin Dr H Askolani beserta Staf Ahli Bupati Dr H Salni Fajar, Kepala Dinas Baketpan Masita Liana, Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Hj Ida Bahagia Kepala BPKAD Banyuasin Dra Yuni Khairani.
Bupati Banyuasin Dr H Askolani menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh atas rencana strategis Perum Bulog ini.
"Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap bersinergi, khususnya dalam hal fasilitasi koordinasi wilayah, pemenuhan regulasi lokal, serta memastikan proses penentuan titik lokasi berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun sosial," katanya.
IPP ini nantinya, akan dilengkapi dengan fasilitas pengeringan (dryer) dan penggilingan modern untuk meningkatkan nilai jual gabah petani. Berada di Desa Telang Sari yang dipilih, dikarenakan memiliki aksesibilitas yang strategis menuju kawasan sentra produksi padi di Kecamatan Tanjung Lago.
"Kolaborasi ini, diharapkan dapat menjadi katalisator kesejahteraan petani Banyuasin sekaligus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional," pungkas Askolani.
Sementara itu, Dewan Pengawas Independen Letjen TNI (Purn) Geerhan Lantara mengungkapkan pembangunan Infrastruktur Pasca Panen atau IPP di wilayah Banyuasin merupakan langkah krusial untuk menekan angka kehilangan hasil panen (losses) serta menjaga stabilitas mutu dan harga gabah/beras di tingkat petani.
“Pemilihan Desa Telang Sari di Kecamatan Tanjung Lago didasarkan pada potensi pertaniannya yang luar biasa. Dengan adanya IPP yang modern, diharapkan dapat mempercepat penyerapan hasil panen petani setempat dan menjaga pasokan pangan regional secara lebih optimal,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk segera melakukan peninjauan lapangan bersama tim teknis dari kedua belah pihak guna mematangkan kesiapan lahan dan memulai tahapan pembangunan berikutnya.
(*)