TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado menjadi momentum refleksi bagi pemerintah dan masyarakat.
Di balik suasana perayaan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang dinilai perlu segera dituntaskan.
Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima), Meike Imbar, mengatakan HUT ke-403 Kota Manado patut disyukuri.
Baca juga: HUT Manado ke 403, Warga yang Urus Kependudukan di Disdukcapil dapat Snack
Namun, menurutnya, persoalan mendasar yang masih dikeluhkan masyarakat tidak boleh diabaikan.
"Momentum HUT ke-403 Kota Manado tentu patut diapresiasi dengan syukur. Hanya saja pekerjaan rumah yang masih tertinggal dari Pemerintah Kota tidak boleh dilupakan," kata Meike saat dihububgi via WhatsApp pada Selasa (14/7/2026) malam.
Ia menyoroti keluhan warga terkait tidak lancarnya pasokan air bersih di sejumlah kelurahan yang disebut telah berlangsung sekitar tiga pekan.
Menurut Meike, persoalan distribusi air bersih harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Manado karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
"Sudah sekitar tiga minggu keluhan warga di beberapa kelurahan perihal tidak lancarnya pasokan air bersih semestinya ditindaklanjuti dengan gerak cepat," ujarnya.
Ia menilai persoalan pelayanan air bersih seolah tak kunjung selesai.
Karena itu, apabila terdapat kendala teknis yang membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan, pemerintah tetap harus memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
"Apabila memang ditemukan hambatan yang memerlukan penyelesaian dalam waktu panjang, maka pemerintah kota berkewajiban mengusahakan pasokan air bersih secara teratur kepada warga yang tersebar di kelurahan-kelurahan yang kesulitan air bersih," katanya.
Meike menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi syarat utama bagi kesehatan masyarakat.
"Tanpa air bersih jangan mengharapkan warga bisa hidup sehat," tegasnya.
Selain persoalan air bersih, Meike juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, perbaikan jalan yang hanya dilakukan dengan sistem tambal sulam belum mampu memberikan solusi jangka panjang.
"Perbaikan jalan yang tambal sulam dengan alasan efisiensi anggaran bagaikan lagu klasik yang diputar berulang kali," ujarnya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan keselamatan pengguna jalan.
"Kerusakan jalan menghambat laju gerak ekonomi. Juga dapat berakibat fatal bagi pengguna jalan," katanya.
Meike menilai kondisi ekonomi masyarakat akan semakin terbebani apabila infrastruktur dasar belum mendapat perhatian maksimal.
"Ekonomi berjalan lambat ditunjang dengan kerusakan jalan, maka lengkaplah beban kehidupan warga kota," ucapnya.
Di akhir tanggapannya, Meike mengajak seluruh pihak menjadikan HUT ke-403 Kota Manado sebagai momentum untuk mempercepat pembenahan pelayanan publik.
"Kita sah-sah saja bereuforia di HUT ke-403 ini, namun pembenahan fasilitas umum warga dan pemenuhan kebutuhan terbesar warga, yakni air bersih, adalah keniscayaan," pungkasnya. (PET)