5 Populer Regional: Sosok Ibu Beri Nama Bayinya MBG Subianto - Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang
Garudea Prabawati July 16, 2026 06:38 AM

Nama tersebut terinspirasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bentukan Presiden Prabowo Subianto.

Sang ibu, Yuharni, yang bekerja sebagai pencuci ompreng di program tersebut berharap sang anak kelak bisa menjadi orang yang sukses.

Kemudian ada kasus pembunuhan dan pembegalan terhadap driver ojol berinisial ATP terjadi di Perumahan Villa Taman Bandara, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Pelaku berinisial D (25) terpaksa ditembak pada kedua kakinya oleh Tim Resmob Polda Metro Jaya karena melakukan perlawanan.

Motif tindakan nekat buruh pabrik tersebut berawal dari kebingungan mencari biaya pernikahan.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terkahir:

1. Sosok Yuharni, Ibu di Wonosobo Beri Nama Bayinya MBG Subianto, Pekerja Cuci Ompreng di SPPG

NAMA BAYI - Bayi laki-laki di Wonosobo diberi nama Muhammad MBG Subianto oleh orang tuanya, Yuharni dan Ambon Yassin. Nama ini terinspirasi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran nama unik tersebut langsung menarik perhatian warga, bahkan bayi akrab disapa MBG. (HO/IST)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali didistribusikan pada Senin (13/7/2026) setelah masa libur sekolah selesai.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menginstuksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan persiapan agar operasional berjalan normal.

MBG merupakan program yang bertujuan meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui demi mencegah stunting.

Di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, seorang bayi diberi nama Muhammad MBG Subianto terinspirasi dari program pemerintahan Prabowo Subianto.

Desa Jolontoro terletak di wilayah selatan Kabupaten Wonosobo dengan jarak sekitar 17,9 kilometer dari pusat kota Wonosobo.

Bayi laki-laki yang lahir pada Jumat (10/7/2026), merupakan anak dari pasangan Ambon Yassin dan Yuharni (41).

Yuharni mengaku menyukai program MBG sehingga anak ketiganya diberi nama MBG.

"Hari perkiraan lahir (HPL) masih jatuh pada 22 Juli tapi lahir di tanggal 10 Juli. Alhamdulillah lahiran normal dan dalam kondisi sehat," paparnya, Senin (13/7/2026), dikutip dari TribunJateng.com.

Yuharni bekerja sebagai pencuci ompreng di SPPG dekat rumahnya sejak 25 Agustus 2025.

Sebelum bekerja di SPPG, Yuharni pernah bekerja di sebuah pabrik kayu.

Selama di SPPG, wanita 41 tahun itu bekerja mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Perekonomian keluarga Yuharni terbantu setelah bekerja di SPPG.

"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja."

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," lanjutnya.

Ia sempat berdiskusi dengan suaminya terkait nama MBG Subianto dan suami memberi saran menambahkan nama Muhammad di depan.

Baca selengkapnya.

2. Awal Mula Menghilangnya Dokter PPDS Alex hingga Ditemukan Tak Bernyawa di Samping Pagar RSUD

PENEMUAN MAYAT - dr. Alex Cristo Loris, PPDS Residen Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, ditemukan meninggal di semak belukar setelah dilaporkan hilang sejak 13 Juli 2026. Polisi memastikan barang korban utuh dan tidak ada tanda kekerasan. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi, penyebab kematian masih diselidiki.
PENEMUAN MAYAT - dr. Alex Cristo Loris, PPDS Residen Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, ditemukan meninggal di semak belukar setelah dilaporkan hilang sejak 13 Juli 2026. Polisi memastikan barang korban utuh dan tidak ada tanda kekerasan. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi, penyebab kematian masih diselidiki. (HO/IST)

Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P mengungkapkan kronologi hilangnya Alex hingga ditemukan tak bernyawa.

AKP Raja Kosmos mengatakan Alex sebelumnya dikabarkan  menghilang sejak Senin (13/7/2026) petang.

Awalnya Alex yang tinggal di mess RSUD Tengku Rafian keluar dari lingkungan rumah sakit dan terekam kamera pengawas.

"Berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar dari rumah sakit pada pukul 18.06 WIB. Sejak malam itu korban sudah dicari karena handphone-nya tidak aktif," kata AKP Raja Kosmos Parmulais dikutip dari Tribun Pekanbaru, Rabu (15/7/2026).

Pencarian yang dilakukan pihak rumah sakit berlanjut hingga keesokan harinya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (14/7/2026), seorang petugas keamanan menemukan jasad korban di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Satreskrim Polres Siak.

Polisi selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca selengkapnya.

3. 2 Wanita di Medan jadi Tersangka Kematian ASN Nias, Jasad Ditemukan di Apartemen

DITEMUKAN TEWAS - Suasana di apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (11/7/2026). Seorang pria berinisial AL, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kaki kanan putus.
DITEMUKAN TEWAS - Suasana di apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (11/7/2026). Seorang pria berinisial AL, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kaki kanan putus. (HO/IST/TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Sejumlah kasus pembunuhan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan kerentanan keamanan yang dihadapi oleh para pelaksana kebijakan publik di berbagai daerah.

Pada Rabu (24/6/2026) lalu, ASN wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Jawa Timur ditemukan tewas di dalam mobil.

Mobil dinas tersebut terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur sejak Sabtu (20/6/2026).

Kasus tewasnya ASN kembali terjadi di Apartemen Skyview Setia Budi, Medan, Sumatra Utara.

Seorang ASN laki-laki berinisial AL ditemukan tewas terjatuh dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (10/7/2026).

Apartemen tersebut memiliki 22 lantai dan AL jatuh dari lantai 12.

Lokasinya berada di Jalan Abdul Hakim, Medan Selayang yang berjarak sekitar 2,7 kilometer ke pusat kota Medan.

AL bertugas di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Nias.

Setelah dilakukan penyelidikan, dua pelaku wanita ditangkap.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Lubis, menerangkan pelaku merupakan kerabat korban yang masih didalami motif pembunuhannya.

"Benar ada dua wanita sudah ditetapkan menjadi tersangka." 

"Untuk motif masih didalami. Nanti disampaikan lebih lanjut. Keduanya ini teman korban," paparnya, Selasa (14/7/2026), dikutip dari TribunMedan.com.

Sejumlah rekaman CCTV diamankan untuk mendalami kronologi dugaan pembunuhan.

Baca selengkapnya.

4. Bantah BBM Langka, Bobby Nasution Kerahkan TNI-Polri Gantikan Sopir Pertamina Antar BBM ke SPBU

ANTREAN BBM - Antrean kendaraan di SPBU Sumut memicu kemarahan Gubernur Bobby Nasution, yang menyiapkan sidak dan libatkan TNI-Polri bantu distribusi.
ANTREAN BBM - Antrean kendaraan di SPBU Sumut memicu kemarahan Gubernur Bobby Nasution, yang menyiapkan sidak dan libatkan TNI-Polri bantu distribusi. (HO/IST)

Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatra Utara (Sumut) dikabarkan mengalami kelangkaan.

Akibatnya, warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Seorang sopir truk sayur asal Berastagi, Kabupaten Karo, harus mengantre selama enam jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kendaraannya.

Melansir Tribun-Medan.com, sopir bernama Aga itu mengantre sejak pukul 04.00 WIB, dan baru mendapatkan giliran mengisi BBM pada pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, antrean panjang di SPBU sudah terjadi selama beberapa waktu.

Namun, dalam tiga hari terakhir, kondisi makin sulit lantaran stok BBM di sejumlah SPBU sering kali habis.

Sopir lainnya, Gilbert juga harus mengantre lama untuk mengisi BBM kendaraannya.

Ia mengaku mengantre selama dua jam.

Kendati terjadi kelangkaan di sejumlah SPBU, Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution mengklaim, stok BBM di Sumut aman dan cukup.

Bobby mengatakan, BBM habis di sejumlah SPBU bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan terganggunya distribusi akibat berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM.

Menurut dia, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari Pertamina, persoalan utama saat ini berada pada distribusi BBM dari depot ke SPBU.

"Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya."

"Tapi pengemudi yang antar BBM nya terjadi pemberhentian massal," terangnya saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026), dilansir Tribun-Medan.com.

Baca selengkapnya.

5. Sosok Pelaku Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang, Hendak Akhiri Hidup karena Biaya Pernikahan'

PEMBUNUHAN OJOL - Tim Resmob Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembunuhan driver ojol di kontrakan Perumahan Villa Taman Bandara, Kosambi, Tangerang, Banten, Minggu (12/7/2026). Polisi menyebut motif pelaku tertekan biaya nikah hingga nekat menggasak motor korban.
PEMBUNUHAN OJOL - Tim Resmob Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembunuhan driver ojol di kontrakan Perumahan Villa Taman Bandara, Kosambi, Tangerang, Banten, Minggu (12/7/2026). Polisi menyebut motif pelaku tertekan biaya nikah hingga nekat menggasak motor korban. (Dok. Polda Metro Jaya)

Driver ojek online (ojol) menjadi salah satu pekerjaan yang rawan menjadi korban begal bahkan sejumlah kasus berakhir dengan pembunuhan.

Pada Februari 2025 lalu, driver ojol berinisial RS (55) tewas dibegal saat melintas di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelaku RK (24) membawa kabur sepeda motor korban dan menjualnya ke wilayah Tangerang, Banten.

Kasus pembunuhan driver ojol kembali terjadi di Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/7/2026) dini hari.

Lokasi perumahan berada di ujung timur laut Kabupaten Tangerang dan berbatasan sangat dekat dengan kawasan Kamal Muara dan Cengkareng, Jakarta Utara.

Korban berinisial ATP ditemukan tewas tergeletak dalam kondisi sepeda motor dan handphone raib.

Ditemukan luka tikam pada jenazah di pos istirahat pengemudi ojol.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pembunuhan berinisial D (25) ditangkap pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Pelaku sempat melakukan perlawanan saat ditangkap dan berupaya melarikan diri.

Karena membawa senjata tajam, petugas kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua kaki pelaku.

Pria yang bekerja sebagai buruh pabrik itu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan sebelum ditahan.

Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Arief Ryzki Wicaksana, mengatakan penangkapan dilakukan di rumah pelaku.

“Karena pelaku ini menggunakan senjata tajam, dan dia sempat kabur dari TKP, dan dari kediamannya, dan melakukan perlawanan terhadap anggota, sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur,” tuturnya, Selasa, dikutip dari TribunTangerang.com.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.