Ekonomi Kreatif Bali Melonjak, Trafik Data 5G IOH Tumbuh Tembus 30 Persen Dalam Empat Bulan Terakhir
Putu Kartika Viktriani July 16, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertumbuhan ekonomi kreatif di Bali mencatatkan tren positif yang signifikan dengan lonjakan kontribusi sektor digital. 

Berdasarkan data terbaru dalam dua tahun terakhir dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) pertumbuhan ekonomi kreatif di Pulau Dewata telah menembus angka di atas 12 persen, salah satunya didorong oleh masifnya aktivitas digital lokal dan wisatawan. 

Fenomena ini diperkuat oleh lonjakan lalu lintas (trafik) data kelima atau 5G yang tumbuh lebih dari 30 persen hanya dalam waktu empat bulan terakhir di kawasan tersebut.

Tingginya ketergantungan pada ekosistem digital ini dipicu oleh heterogenitas profil pengguna jaringan di Bali. 

Sebagai destinasi global, wilayah ini mempertemukan berbagai kebutuhan teknologi yang spesifik di satu ruang publik.

 

SVP Head of Region Bali Nusra Indosat, Julandi George Fransiskus menjelaskan bahwa karakteristik wilayah ini sangat unik karena memadukan masyarakat lokal, pekerja urban dari luar daerah, hingga ekosistem pariwisata yang masif. 

Baca juga: Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan di Klungkung Ditangkap, Tiga Lainnya dalam Pengejaran Kepolisian

Keragaman ini menuntut kesiapan infrastruktur digital yang mampu mengalirkan data tanpa interupsi, baik untuk kebutuhan dasar maupun hiburan berskala internasional.

"Kebutuhan digital pekerja lokal tentu berbeda dengan wisatawan," ujar Julandi saat memaparkan analisis kondisi digital regional di Bali International Golf, Denpasar Timur, Denpasar, pada Rabu 15 Juli 2026.

"Bali adalah tempat unik dan kreatif untuk gaya hidup digital," imbuhnya. 

Konektivitas nirkabel berkecepatan tinggi ini kini menjadi motor penggerak bagi berbagai subsektor, mulai dari digital nomad di kawasan Canggu hingga sektor UMKM. 

Kehadiran teknologi ini juga mempermudah optimalisasi berbagai aplikasi kecerdasan buatan (AI tools) untuk menunjang efisiensi kerja. 

Julandi menambahkan bahwa ketersediaan jaringan yang andal secara instan tidak hanya berdampak bagi pekerja urban, namun juga secara nyata menyelamatkan bisnis lokal kecil yang semula terisolasi secara geografis di dalam pemukiman padat.

"Ada UMKM di dalam gang yang mempromosikan usahanya lewat internet. Dari semula tidak laku, kini sampai kewalahan melayani pembeli," bebernya. 

Menanggapi lonjakan kebutuhan tersebut, kesiapan infrastruktur di tingkat tapak menjadi fokus utama perluasan jaringan guna menghindari terjadinya penurunan performa koneksi. 

Penambahan titik pancar sinyal terus dikejar secara berkala demi menjamin stabilitas cakupan area secara menyeluruh di berbagai sektor publik strategis.

Pada kesempatan itu, VP Head of Technology Java Indosat, Sugeng Rumawan mengungkapkan bahwa saat ini titik cakupan jaringan 5G telah terpasang di lebih dari 660 lokasi strategis di Bali. 

Menghadapi tren mobilitas data yang terus meroket, target perluasan titik pancar ini diproyeksikan akan terus ditambah secara bertahap.

Ia menjelaskan target ekspansi infrastruktur telekomunikasi tersebut.

"Sampai akhir tahun ini kami berkomitmen menambah hingga lebih dari 1.000 titik," tutur Sugeng. 

Sektor komersial, destinasi wisata, area pendidikan, hingga fasilitas transportasi publik seperti bandar udara dan pelabuhan laut menjadi prioritas utama titik penempatan pemancar baru. 

Penguatan ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya aktivitas unggah konten interaktif dan live streaming dalam situasi nyata oleh para wisatawan dan pelaku industri kreatif lokal.

Selain memperluas sebaran geografis pemancar sinyal, fokus rekayasa teknologi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas penampungan data dan kemampuan tembus sinyal ke dalam ruang tertutup. 

Langkah ini diambil untuk memastikan pengguna tidak mengalami kendala jaringan saat berpindah posisi aktivitas serta pentingnya kesiapan teknis dalam mengantisipasi lonjakan trafik data ke depan. 

"Kami juga meningkatkan kapasitas jaringan hingga empat kali lipat dari yang tersedia," ujar Sugeng.

"Penetrasi sinyal ditingkatkan hingga ke dalam rumah dan gedung, tidak hanya di sisi luar," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.