Lionel Messi kini memimpin sendirian dalam perburuan Sepatu Emas Piala Dunia FIFA 2026 setelah kembali tampil menentukan dan membawa Argentina lolos ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Pemain berusia 39 tahun itu mencatatkan dua assist dalam kemenangan dramatis 2-1 Argentina atas Inggris di semifinal, membuatnya unggul dari penyerang Prancis Kylian Mbappé berdasarkan aturan pemisah resmi FIFA dan menempatkannya di posisi terdepan untuk menjadi pemain terbaik turnamen.
Messi unggul setelah kembali tampil menentukan
Messi memasuki semifinal dengan catatan gol yang sama dengan Mbappé, yakni delapan gol, setelah keduanya mendominasi daftar pencetak gol selama turnamen berlangsung.
Meski tak ada tambahan gol dari keduanya di babak empat besar, pengaruh Messi kembali menjadi faktor penentu. Saat Inggris unggul 1-0 menjelang akhir laga, kapten Argentina itu menjadi arsitek kebangkitan timnya dengan menciptakan dua gol penentu. Pertama, ia memberikan umpan kepada Enzo Fernández pada menit ke-85 untuk menyamakan kedudukan, lalu mengirimkan umpan silang akurat di masa tambahan waktu yang disundul Lautaro Martínez menjadi gol kemenangan, memastikan juara bertahan itu melaju ke final hari Minggu melawan Spanyol.
Dua assist tersebut membuat total assist Messi di turnamen menjadi empat, menempatkannya di atas Mbappé sesuai kriteria pemisah Sepatu Emas FIFA.
Klasemen sementara terbaru:
Para pesaing masih punya satu kesempatan terakhir
Meski Messi saat ini memimpin klasemen, perebutan Sepatu Emas belum sepenuhnya berakhir secara matematis.
Prancis dan Inggris akan bertemu dalam laga perebutan tempat ketiga, memberi kesempatan terakhir bagi Kylian Mbappé, Harry Kane, dan Jude Bellingham untuk menambah koleksi gol mereka dan menantang posisi Messi di puncak.
Mbappé masih menjadi pesaing terdekat, hanya tertinggal dalam jumlah assist setelah sama-sama mencetak delapan gol. Sementara itu, Kane dan Bellingham harus tampil luar biasa di laga tersebut untuk menutup selisih poin.
Erling Haaland menjadi satu-satunya pemain di antara para pesaing utama yang sudah tersingkir setelah Norwegia gugur di perempat final.
Konsistensi menjadi kunci penampilan Messi
Keunggulan Messi dalam perburuan Sepatu Emas mencerminkan konsistensinya selama mempertahankan gelar juara dunia Argentina. Sang kapten berperan langsung dalam setiap fase serangan timnya, dengan kontribusi delapan gol dan empat assist, serta terus menjadi pemain penentu di laga-laga besar.
Dua assist tambahan tersebut membuat total assist Messi di sepanjang karier Piala Dunia mencapai rekor 12, terbanyak sejak data rinci turnamen dicatat oleh Opta pada tahun 1966. Ia juga memperpanjang rekornya dengan selalu mencetak gol atau assist dalam 13 pertandingan Piala Dunia berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah disamai dalam periode yang sama.
Satu kesempatan terakhir untuk menuntaskan kampanye bersejarah
Argentina kini akan menghadapi Spanyol di final Piala Dunia hari Minggu di Stadion New York New Jersey, dengan trofi serta berbagai penghargaan individu menjadi taruhannya.
Messi sudah memimpin dalam klasemen Sepatu Emas, namun satu gol atau assist tambahan melawan Spanyol akan memperkuat posisinya, sekaligus menambah catatan luar biasa dalam turnamen yang telah menjadikannya pemegang rekor assist terbanyak di Piala Dunia dan membawa Argentina ke final kedua secara beruntun.
Meski para pesaing terdekatnya masih memiliki satu laga tersisa di perebutan tempat ketiga, Messi tetap berada di posisi unggul menjelang final. Kecuali terjadi perubahan besar dalam klasemen, Sepatu Emas tampaknya sudah berada dalam genggamannya.