10 Makanan Khas Batak, Ada Santapan Raja dan Ritual Adat yang Wajib Dicoba
Array A Argus July 16, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Bagi kamu yang baru saja datang ke Sumatera Utara, kamu wajib mencoba sejumlah makanan khas Batak yang rasanya sangat nikmat.

Di Sumatera Utara ini, suku Batak satu diantara beberapa suku yang cukup populer, khususnya dari segi kuliner dan budayanya.

Untuk kulinernya sendiri, suku Batak punya banyak menu yang tak akan habis jika Anda cicipi satu persatu.

Baca juga: Rumah Makan Lyara, Menu Khas Karo Muslim, Ada Bebek Rica dan Belut Tumis

Dari sekian banyak makanan khas Batak yang ada, kami coba rangkum menjadi 10 makanan yang sangat populer.

Makanan-makanan ini sering disuguhkan dalam acara adat, atau syukuran.

Bahkan, ada juga makanan yang dulunya menjadi santapan raja.

Di era kekinian seperti sekarang ini, kamu juga sudah bisa menyantap makanan yang biasa dimakan oleh raja pada masa lampau.

Lantas, apa saja sih makanan tersebut?

10 makanan khas Batak

Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi, bahwa setidaknya ada 10 makanan khas Batak yang wajib dicoba pelancong atau pendatang dari luar Sumatera Utara. 

Baca juga: Daftar Makanan Khas Batak Toba Halal yang Bikin Penikmatnya Ketagihan

Menurut berbagai kajian budaya, termasuk penelitian dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara, karya-karya antropolog Batak seperti J.C. Vergouwen, hingga sejumlah penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), makanan tradisional Batak yang ada hingga saat ini bukan hanya sekadar santapan.

Makanan khas Batak tersebut memiliki fungsi sosial sebagai simbol persatuan, penghormatan kepada tamu, dan identitas budaya yang masih dijaga hingga sekarang.

Berikut 10 makanan khas Batak yang wajib dicicipi sekaligus memahami makna budaya di balik setiap hidangan.

1. Arsik, Lambang Berkah dan Keharmonisan Keluarga

MENU KHAS BATAK TOBA- Resep makanan ikan arsik adalah menu makanan khas Batak Toba halal yang bisa dicicipi oleh umat muslim.
MENU KHAS BATAK TOBA- Resep makanan ikan arsik adalah menu makanan khas Batak Toba halal yang bisa dicicipi oleh umat muslim. (Pinterest/Resep Koki)

Jika berbicara mengenai makanan khas Batak, arsik hampir selalu berada di urutan pertama.

Hidangan ini menggunakan ikan mas utuh yang dimasak tanpa membuang sisiknya.

Baca juga: Pagit-pagit, Kuliner Khas Karo yang Unik: Terbuat dari Trites dan Kaya Tradisi

Dalam kepercayaan masyarakat Batak Toba, sisik ikan melambangkan kelengkapan rezeki dan harapan agar kehidupan keluarga tetap utuh.

Keistimewaan arsik terletak pada bumbunya, yaitu:

  • Andaliman
  • Asam cikala
  • Kecombrang
  • Kunyit
  • Lengkuas
  • Serai
  • Bawang merah dan bawang putih

Ikan dimasak perlahan hingga bumbu meresap tanpa banyak kuah.

Makna budaya Arsik

Dalam pesta adat Batak, arsik menjadi simbol doa agar keluarga memperoleh:

Baca juga: CICIPI Jeruk Khas Karo Saat Kunjungi Festival Bunga dan Buah, Sandiaga Uno : Buah yang Luar Biasa

  • kemakmuran,
  • keharmonisan,
  • kesehatan,
  • keturunan yang baik.

Karena itulah arsik sering hadir pada pesta pernikahan, pemberian marga, hingga syukuran penting.

2. Dengke Na Niura, "Sashimi" Tradisional Batak yang Dulunya Khusus Raja

Ikan Mas Na Niura Khas Batak
Ikan Mas Na Niura Khas Batak (HO)

Dengke Na Niura berarti "ikan yang tidak dimasak."

Meski tidak dipanaskan di atas api, ikan segar, biasanya ikan mas diolah menggunakan perasan jeruk jungga atau asam khas Batak sehingga teksturnya berubah seperti ikan matang.

Setelah itu ikan diberi bumbu andaliman, kemiri, cabai, bawang, kunyit, dan rempah lainnya.

Baca juga: Resep Lapet, Jajanan Khas Batak yang Melegenda Hingga saat Ini

Sejarawan kuliner Batak menyebutkan bahwa dahulu hidangan ini hanya disajikan untuk raja-raja Batak (hula-hula atau pemimpin adat) sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Kini Dengke Na Niura dapat dinikmati masyarakat luas dan menjadi salah satu ikon kuliner Danau Toba.

Makna budaya

Dengke Na Niura melambangkan penghormatan kepada tamu agung serta status sosial dalam masyarakat Batak pada masa lalu.

3. Na Tinombur, Perpaduan Ikan Bakar dan Sensasi Andaliman

Na Tinombur, makanan khas Tapanuli, Sumatera Utara dengan bahan dasar ikan Mujahir/Nila/Lele/Mas yang dipanggang serta dilumuri bumbu khas yang telah disiapkan.
Na Tinombur, makanan khas Tapanuli, Sumatera Utara dengan bahan dasar ikan Mujahir/Nila/Lele/Mas yang dipanggang serta dilumuri bumbu khas yang telah disiapkan. (HO)

Na Tinombur merupakan ikan bakar, umumnya ikan nila, mujair, atau lele yang disiram bumbu khas Batak berbahan dasar:

  • andaliman,
  • cabai,
  • bawang,
  • kemiri,
  • jeruk jungga.

Sensasi getir, pedas, dan aroma segarnya menjadi ciri khas yang tidak dimiliki kuliner lain.

Baca juga: Berikut 5 Rekomendasi Makanan Khas Batak yang Bisa Disajikan saat Perayaan Natal

Makna budaya

Na Tinombur menggambarkan hubungan erat masyarakat Batak dengan Danau Toba sebagai sumber kehidupan.

Ikan menjadi simbol keberlimpahan hasil alam yang patut disyukuri.

4. Manuk Napinadar, Hidangan Sakral dalam Upacara Adat

Manuk Napinadar
Manuk Napinadar (Ho/Tribun Medan)

Manuk Napinadar adalah ayam kampung yang dipanggang, kemudian disiram saus khas berbahan rempah dan dalam tradisi lama dicampur darah ayam sebagai penguat cita rasa.

Saat ini banyak rumah makan membuat versi tanpa darah agar dapat dinikmati lebih banyak orang.

Makna budaya

Manuk Napinadar merupakan hidangan penting dalam:

  • pesta adat,
  • pemberian gelar adat,
  • syukuran keluarga,
  • acara penghormatan kepada tamu.

Ayam melambangkan pengorbanan, penghormatan, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Ini 5 Kuliner Khas Batak Simalungun yang Jarang Diketahui, Ada yang Khusus untuk Anggota Kerajaan

5. Dali Ni Horbo, "Keju" Tradisional dari Susu Kerbau

Dali Ni Horbo
Dali Ni Horbo (HO / Tribun Medan)

Dali Ni Horbo berasal dari susu kerbau yang dipanaskan menggunakan sari daun atau air perasan nanas sehingga menggumpal seperti tahu atau keju.

Makanan ini telah dikenal sejak ratusan tahun lalu ketika kerbau menjadi hewan ternak utama masyarakat Batak.

Makna budaya

Kerbau memiliki posisi penting dalam kehidupan adat Batak.

Selain menjadi simbol kemakmuran, kerbau juga digunakan dalam berbagai upacara adat.

Dali Ni Horbo menjadi lambang kesejahteraan keluarga dan hasil kerja keras masyarakat agraris.

6. Saksang, Hidangan Adat yang Sarat Filosofi

Makanan khas suku Batak Toba Tanggo-tanggo Saksang B2
Makanan khas suku Batak Toba Tanggo-tanggo Saksang B2 (twitter)

Saksang merupakan salah satu kuliner Batak paling terkenal.

Secara tradisional, saksang dibuat dari daging babi, meski di beberapa daerah juga ditemukan versi menggunakan daging kerbau atau ayam.

Baca juga: 7 Kuliner Khas Batak, Varian Kuliner Sumut yang Punya Rasa Unik dan Bikin Nagih

Daging dimasak bersama berbagai rempah, termasuk andaliman.

Ada dua jenis saksang, yaitu menggunakan darah (margota) dan tanpa darah (na so margota).

Makna budaya

Dalam adat Batak, saksang hampir selalu hadir pada:

  • pesta pernikahan,
  • pesta adat,
  • syukuran keluarga,
  • acara pemberian marga.

Sajian ini melambangkan persatuan keluarga besar dan semangat gotong royong.

7. Mie Gomak, Spaghetti Khas Tanah Batak

Mi gomak atau spageti batak yang menjadi kuliner ikonik di Sumatera Utara
Mi gomak atau spageti batak yang menjadi kuliner ikonik di Sumatera Utara (twitter)

Mie Gomak dijuluki sebagai "spaghetti Batak" karena bentuk mienya yang besar dan panjang.

Nama "gomak" dipercaya berasal dari cara pembuatannya yang dahulu menggunakan tangan (digomak atau digenggam).

Mie Gomak disajikan dalam dua versi:

  • kuah santan berbumbu, 
  • goreng.

Bumbu andaliman tetap menjadi ciri khas utama.

Baca juga: 3 Kuliner Khas Karo yang Dimasak Menggunakan Darah dan Cukup Populer

Makna budaya

Mie yang panjang dipercaya melambangkan umur panjang, persaudaraan, dan keberkahan hidup.

8. Lapet, Kue Tradisional yang Selalu Hadir di Acara Adat

KHAS BATAK- Lapet adalah makanan tradisional khas Batak yang melegenda dengan cita rasa menggoda selera.
KHAS BATAK- Lapet adalah makanan tradisional khas Batak yang melegenda dengan cita rasa menggoda selera. (Pinterest)

Lapet atau lappet dibuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula aren, kemudian dibungkus daun pisang berbentuk kerucut sebelum dikukus.

Aroma daun pisang membuat cita rasanya semakin khas.

Makna budaya

Lapet sering menjadi suguhan dalam:

  • pesta adat,
  • syukuran,
  • pertemuan keluarga,
  • acara keagamaan.

Bentuk kerucut melambangkan doa dan harapan agar kehidupan terus meningkat menuju kebaikan.

9. Itak Gurgur, Simbol Doa dan Kebersamaan

Itak Gurgur atau Pohul-pohul, makanan khas Batak Toba.
Itak Gurgur atau Pohul-pohul, makanan khas Batak Toba. (HO)

Itak Gurgur dibuat dari tepung beras, kelapa parut, gula, dan sedikit air panas.

Adonan kemudian dibentuk menggunakan tangan tanpa melalui proses pemanggangan.

Teksturnya lembut dengan rasa manis dan gurih.

Makna budaya

Dalam masyarakat Batak, Itak Gurgur sering dijadikan hidangan ketika:

  • kelahiran anak,
  • pemberkatan,
  • syukuran,
  • pemberian doa kepada anggota keluarga.

Makanan ini melambangkan ketulusan dan kasih sayang antarkeluarga.

10. Sambal Tuktuk, Pendamping yang Menjadi Ikon Kuliner Batak

Sambal Tuktuk
Sambal Tuktuk (HO)

Meski terlihat sederhana, Sambal Tuktuk merupakan salah satu identitas kuliner Batak Toba.

Bahan utamanya meliputi:

  • cabai,
  • bawang,
  • andaliman,
  • kemiri,
  • garam.

Di beberapa daerah, sambal ini ditambah ikan aso-aso atau ikan teri kering sehingga rasanya semakin gurih.

Makna budaya

Sambal Tuktuk mencerminkan karakter masyarakat Batak yang tegas, hangat, dan terbuka. Kehadiran andaliman memberikan sensasi khas yang menjadi identitas kuliner Tanah Batak.

Andaliman, Rempah yang Menjadi Identitas Masakan Batak

Jika kita menilik makanan khas Batak yang dijabarkan di atas, hampir semua menggunakan andaliman.

Andaliman atau Zanthoxylum acanthopodium merupakan rempah endemik pegunungan Sumatera Utara yang masih satu keluarga dengan lada Sichuan.

Andaliman menghasilkan sensasi getir, segar, dan sedikit membuat lidah bergetar (tingling), sehingga menjadi penanda cita rasa masakan Batak.

Berbagai penelitian dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan kajian botani menunjukkan bahwa andaliman tidak hanya berfungsi sebagai penyedap alami, tetapi juga mengandung senyawa antioksidan dan minyak atsiri yang memberikan aroma khas pada makanan.

Tak heran jika rempah ini disebut sebagai "jiwa" kuliner Batak.(ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.