SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tidak hanya dikenal dengan kuliner pindang dan kerupuk kemplang.
Daerah ini juga memiliki kuliner tradisional khas yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern, yakni Bolu Cupu.
Kue tradisional berbentuk bulat dengan tekstur lembut dan cita rasa manis ini telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Kayuagung. Selain disajikan saat hari raya, Bolu Cupu juga kerap dijadikan hantaran dalam prosesi pernikahan.
Salah satu pelaku usaha yang masih mempertahankan cita rasa Bolu Cupu hingga kini adalah Bolu Cupu Ningmas Kalung di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, OKI, Sumsel.
Usaha yang berdiri sejak 2004 tersebut kini dikelola oleh Maimunah, generasi kedua penerus usaha keluarga.
"Setahu saya dinamakan Bolu Cupu karena proses pembuatannya masih sangat tradisional. Mulai dari mengocok telur secara manual hingga menggunakan oven tungku, sehingga tetap mempertahankan cita rasa khasnya," ujar Maimunah saat ditemui Sripoku.com di tempat usahanya di Kelurahan Paku Kayuagung OKI, Kamis (16/7/2026).
Menurut Maimunah, hingga kini seluruh proses produksi tetap mempertahankan resep turun-temurun tanpa menggunakan bahan pengawet maupun bahan kimia tambahan.
"Kami tetap menjaga kualitas dengan menggunakan bahan alami supaya aman dikonsumsi dan rasa khasnya tetap terjaga," katanya.
Produksi Lebih dari 1.000 Bolu per Hari
Permintaan Bolu Cupu yang terus tinggi membuat usaha tersebut mampu memproduksi lebih dari 1.000 biji bolu atau sekitar 100 kotak setiap hari.
Dalam proses produksinya, Maimunah dibantu tiga orang karyawan. Aktivitas pembuatan dimulai sejak selesai salat Subuh hingga sekitar pukul 14.00 WIB.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, setiap hari mereka menghabiskan sekitar 30 kilogram telur ayam dan 20 kilogram telur bebek.
"Sehari biasanya menghabiskan sekitar 50 kilogram bahan utama telur. Kami menyediakan dua varian, menggunakan telur ayam dan telur bebek," jelasnya.
Menurutnya, varian telur bebek menjadi favorit karena menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan mampu bertahan lebih lama.
"Kalau telur bebek, meskipun disimpan beberapa hari teksturnya masih tetap lembut," ujarnya.
Dipasarkan Hingga Luar Sumatera Selatan
Konsistensi menjaga kualitas membuat pelanggan Bolu Cupu Ningmas tidak hanya berasal dari Kabupaten OKI.
Produk tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Jambi, Lampung, Jakarta hingga sejumlah kota di Pulau Jawa.
Bahkan, kata Maimunah, tidak sedikit pelanggan yang membawa Bolu Cupu sebagai bekal ketika menunaikan ibadah umrah.
"Ada juga pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak untuk dibawa saat umrah karena bolu ini bisa bertahan sekitar 10 hari jika disimpan dalam toples. Kalau dimasukkan ke lemari es bisa lebih lama lagi," katanya.
Resep Bolu Cupu Dibagikan kepada Masyarakat
Maimunah mengaku tidak keberatan membagikan resep dasar pembuatan Bolu Cupu kepada masyarakat yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Bahan yang digunakan cukup sederhana, yakni telur ayam atau telur bebek, gula pasir, tepung terigu, dan vanili.
"Perbandingannya satu butir telur dicampur satu takaran canting gula pasir, satu setengah takaran canting tepung terigu, ditambah setengah sendok vanili bubuk," jelasnya.
Adonan kemudian dikocok menggunakan mixer berkecepatan tinggi sekitar 25 menit hingga mengembang, sebelum dicampur tepung dan vanili.
Setelah itu adonan dituangkan ke dalam cetakan yang telah diolesi minyak, kemudian dipanggang menggunakan oven selama kurang lebih 15 menit.
"Saat setengah matang diberi taburan gula pasir, lalu dipanggang kembali hingga berwarna kuning kecokelatan dan siap disajikan," pungkasnya.