Satpolairud Polres Lamongan Beri Pelatihan Penyelamatan di Perairan bagi Santri
Titis Jati Permata July 16, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id LAMONGAN – Upaya menanamkan budaya keselamatan di perairan sejak usia dini terus dilakukan Satpolairud Polres Lamongan, Jawa Timur.  

Kali ini, puluhan santri Pondok Pesantren Modern Al Manar Sedayulawas mendapatkan pelatihan dasar berenang sekaligus teknik penyelamatan korban tenggelam.

Kegiatan edukasi tersebut digelar di Kolam Renang Malindo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Kamis (16/7/2026). 

Sebanyak 80 santri putra dan putri mengikuti pelatihan yang dipandu langsung personil Satpolairud Polres Lamongan bersama personel Satpolair BKO Polda Jawa Timur.

Praktik Penyelamatan Korban di Peraian

Pelatihan dipimpin Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur. 

Sejak pagi, para santri tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, mulai dari pengenalan dasar berenang hingga praktik penyelamatan korban di perairan.

Baca juga: Dilema Pedagang Bakso di Lamongan Akibat Lonjakan Harga Daging Sapi

Tidak hanya diajarkan teknik berenang, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai prosedur pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan di air.

Materi tersebut diharapkan menjadi bekal apabila sewaktu-waktu mereka menghadapi situasi darurat di lingkungan perairan.

Metode Penyelamatan

Dalam sesi praktik, para santri diperkenalkan berbagai metode penyelamatan yang lazim digunakan oleh petugas, di antaranya metode Reach, yakni memberikan pertolongan dari tepi kolam atau dermaga menggunakan alat bantu untuk meraih korban.

Selanjutnya metode Throw, yaitu melemparkan alat apung kepada korban agar tetap bertahan di permukaan air. Para peserta juga dikenalkan metode Row, yakni mendekati korban menggunakan perahu sebelum melakukan pertolongan dengan metode Reach atau Throw.

Sementara itu, metode Go diajarkan untuk situasi ketika korban tidak dapat dijangkau menggunakan perahu, sehingga penolong harus mendekati korban dengan membawa alat bantu apung. 

Adapun metode Tow/Carry merupakan teknik penyelamatan dengan kontak langsung untuk membawa korban menuju lokasi yang aman.

Edukasi Sejak Dini

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perairan.

Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah penting mengingat wilayah pesisir Lamongan memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi di laut, sungai, maupun kolam perairan.

"Dengan mengenalkan teknik berenang dan pertolongan di air sejak dini, kami berharap para santri memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun membantu orang lain apabila terjadi kondisi darurat di perairan," ujarnya.

Bangun Kepedulian Generasi Muda

Ia menambahkan, selain meningkatkan kemampuan dasar berenang, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kepedulian generasi muda terhadap pentingnya keselamatan saat beraktivitas di air.

Melalui pelatihan ini, Satpolairud Polres Lamongan berharap budaya keselamatan di perairan semakin tumbuh di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. 

Dengan pengetahuan yang dimiliki, diharapkan risiko kecelakaan maupun korban tenggelam dapat ditekan melalui tindakan penyelamatan yang tepat dan aman. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.