Laporan Wartawan TribunMadura.com, Danendra Kusuma
TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Kasus penemuan jasad pria yang diduga bernama Gatot terkubur di pekarangan samping rumahnya di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mulai menemui titik terang.
Satreskrim Polres Nganjuk telah mengamankan terduga pelaku yang diduga terkait dengan kematian korban, sementara penyidik masih mendalami motif dan kronologi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, membenarkan penangkapan tersebut.
Namun, polisi belum mengungkap identitas maupun jumlah terduga pelaku, karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Penyelidikan juga difokuskan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum jasad korban ditemukan terkubur di pekarangan rumah.
"Pelaku sudah kami amankan," kata AKP Sukaca, kepada Tribun Madura Network melalui aplikasi pesan singkat, Kamis (16/7/2026).
Sukaca menjelaskan, pelaku sudah digelandang ke Mapolres Nganjuk dan diperiksa intensif di Mapolres Nganjuk.
"Kami masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa," jelasnya.
Baca juga: Kejanggalan sebelum Temuan Jasad Terkubur di Pekarangan Nganjuk, Warga Beber Gelagat Anak Angkat
Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, digegerkan dengan adanya penemuan Jasad, Rabu (15/7/2026).
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tak wajar.
Yakni, terkubur di area pekarangan samping sebuah rumah.
Ditengarai identitas jasad itu adalah Gatot.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono, mengatakan, sebelum jasad ditemukan, beredar kabar di kalangan warga jika Gatot mendadak menghilang.
Kabar tersebut berembus dari keluarga Gatot sendiri.
Baca juga: Breaking News: Pria di Lumajang Tewas dengan Luka Bacok, Diduga Ulah Teman dari Probolinggo
"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," katanya, Rabu (15/7/2026).
Keberadaan Gatot tidak diketahui sejak Senin (13/7/2026).
Namun, warga sekitar sempat mendengar adanya percekcokan di rumah itu sebelum Gatot menghilang.
"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu, karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya.
Hingga hari ini, Gatot tak kunjung terlihat beraktivitas di rumahnya oleh warga.
Sebenarnya hilangnya Gatot hendak dilaporkan keluarga ke Polsek setempat.
Hanya saja rencana itu batal.
Ditambah lagi, berembus klaim bahwa Gatot berada di Jombang lalu mendadak berpindah ke Malang.
Kondisi itu lantas memicu teka-teki hingga membuat warga menaruh curiga.
Baca juga: Badut Mojokerto yang Bunuh Mertua Ngaku Tangan Berdarah Kena Kaca, Ketua RT Beber Soal Pertengkaran
"Kami curiga. Menurut keyakinan saya, Pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang Pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," paparnya.
Joko menyatakan, warga kala itu lebih pada khawatir ada hal yang tak beres menimpa Gatot akibat sakit yang diderita.
Selanjutnya, lima warga mencoba mendatangi rumah Gatot untuk mengecek.
Setibanya di sana, rombongan itu disambut oleh adik ipar Gatot.
Adik ipar Gatot kebetulan menumpang bermalam di rumah itu.
"Keluarga ini dikenal tertutup. Jarang berinteraksi dengan warga," urainya.
Lima warga memutuskan meminta izin masuk ke dalam rumah Gatot.
Sang adik ipar Gatot pun mengizinkannya.
"Warga masuk rumah itu. Kami menyisir di berbagai titik," paparnya.
Dia melanjutkan, penelusuran tak hanya dilakukan di dalam, melainkan juga di pekarangan rumah Gatot.
Di pekarangan samping rumah, warga mendapati keanehan pada gundukan tanah.
Tanah itu seperti baru diuruk.
Selain itu, di atas gundukan terdapat genteng yang tertata rapi dan batang pohon pisang.
Tatkala didekati, bau busuk terasa kian menusuk hidung.
"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," ujarnya.