BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kamis (16/7/2026) merupakan hari yang tak bisa dilupakan oleh Halimah Mawardi yang bertugas sebaga petugas sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka.
Saat sedang bertugas mendata warga di Jalan Perbakin, RT 06, Lingkungan Air Merapin, Kelurahan Paritpadang, Kecamatan Sungailiat, ia menemukan sosok jasad seorang lansia terbujut kaku di belakang rumah.
Diketahui jasad lansia yang terbujur kaku dan membusuk tersebut bernama Hasan alias Bong Ngian Tjin (74). Ia merupakan lansia yang hidup sebatang kara di rumahnya.
"Tadi datang kesini (rumah) sekitar pukul 11.45 WIB, saya sempat terkejut mencium bau menyengat yang mencurigakan," kata Halimah.
Saat memeriksa area sekitar, ia terkejut menemukan korban sudah tak bernyawa di bagian belakang rumah.
"Karena panggilan tak kunjung disahut, yang merasa janggal akhirnya saya meminta bantuan mantan Kepala Lingkungan (Kaling) setempat dan melihat korban sudah tergeletak di kamar mandi," ucapnya.
Apalagi, penemuan ini langsung menggemparkan warga sekitar. Tak lama berselang, Lurah Paritpadang Fahmi Andika, Bhabinkamtibmas, Ketua RT, serta tim kepolisian dari Polres Bangka langsung mengamankan lokasi kejadian.
"Pihak keluarga sudah dihubungi, kebetulan ada yang tinggal di daerah sekitar sini dan ada juga yang di Desa Deniang," kata Fahmi Andika selaku, Lurah Parit Padang.
Korban yang diketahui hidup sebatang kara ini, ditemukan tewas membusuk di area belakang rumah. Penemuan jasad ini pertama kali terungkap berkat kejelian Sanubi setempat yang menaruh curiga setelah mencium aroma busuk yang sangat menyengat.
Dilokasi kejadian, ia menceritakan bahwa sebelum menemukan jasad korban, dirinya sempat bolak-balik ke area sekitar tempat kejadian perkara (TKP) hingga tiga kali.
"Saya pulang lagi, tapi pulang-balik, pulang-balik sampai tiga kali ke sini. Terus saya mengecek ke bagian belakang dan mencium aroma yang sangat tidak sedap. Begitu saya telusuri sumber bau tersebut, ternyata kelihatan ada jenazah di sana," kata Sanubi kepada Bangkapos.com.
Melihat adanya mayat, ia tidak gegabah dan langsung bergegas melaporkan temuan tersebut ke aparat kepolisian.
"Begitu tahu ada bau sedap dan melihat jenazah, saya langsung berinisiatif melapor ke Polres dan berkoordinasi dengan Pak Babin (Bhabinkamtibmas). Kami tiba di sini sekitar jam setengah dua belas kurang (11.30 WIB)," tambahnya.
Saat pertama kali ditemukan oleh warga dan petugas, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di tanah.
"Posisinya tengkurap. Bagian mukanya sudah menghitam, dan bagian punggungnya terlihat sudah membengkak besar," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban memang sudah lama tidak terlihat beraktivitas di luar rumah. Selama ini, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara keluarga besarnya berada di daerah lain.
"Sepengetahuan saya, selama ini dia memang tinggal sendiri di sini. Kalau keluarganya itu kalau tidak salah tinggal di daerah Deniang," bebernya.