Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pemerintah Desa Oelneke menyerahkan bantuan kepada dua orang lanjut usia (lansia) di Desa Oelneke, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban kebakaran. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut.
Penyerahan bantuan pada hari pertama meliputi bantuan paket sembako dan sejumlah perabot rumah tangga lainnya. Pada hari kedua Pemdes Oelneke menyerahkan bantuan bahan perlengkapan bangunan untuk pembangunan rumah sederhana.
Kepala Desa Oelneke, Kepala Desa Oelneke, Ventidius Hati Anunut mengatakan, Pemdes Oelneke sudah menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu 15 Juli dan Kamis, 16 Juli 2026.
Baca juga: Daftar Harta Benda Milik Korban Kebakaran di Desa Oelneke yang Ludes Dilalap Api
"Kemarin kita serahkan bahan sembako yang menjadi kebutuhan sehari-hari dan beberapa peralatan dapur dan perabot rumah tangga lainnya," ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.
Sedangkan, pada hari ini, Pemdes Oelneke kembali menyerahkan bantuan bahan bangunan. Kendati belum menjawab kebutuhan korban kebakaran namun setidaknya sudah meringankan beban para korban.
Pemdes menyerahkan bantuan beberapa lembar seng untuk pembangunan rumah darurat untuk kedua lansia tersebut. Saat ini, bangunan darurat sudah tuntas dikerjakan oleh keluarga dan masyarakat.
Sebelumnya, seorang lansia bernama Philipus Feka mengalami nasib naas. Rumah warga RT 003 RW 002, Dusun A, Desa Oelneke, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ludes dilalap api pada Selasa, 14 Juli 2026.
Insiden ini terjadi sekira pukul 15. 00 WITA. Insiden kebakaran ini menghanguskan satu unit rumah dan satu unit rumah adat berjarak tidak jauh dari rumah tinggal lansia itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, insiden ini menyebabkan semua harta benda milik Philipus ludes terbakar. Ia mengalami kerugian besar akibat kejadian ini.
Upaya warga melakukan pemadaman tidak membuahkan hasil. Pasalnya, api melalap habis rumah dan rumah adat dalam kurun waktu singkat.
Korban kebakaran di Desa Oelneke, Philipus Feka menyebut dirinya sangat terpukul dan pasrah dengan insiden kebakaran yang menimpa rumah dan rumah adat. Kebakaran tersebut merupakan bencana besar bagi keluarga mereka.
Pasalnya, semua harta benda ludes dilalap api. Ia hanya memiliki satu-satunya pakaian yang sedang dikenakan saat ini.
Dikatakan Philipus, sekira pukul 15.00 WITA, ia dan istrinya sedang berada di kebun. Tiba-tiba ia dihubungi seorang kerabat bahwa rumah miliknya mengalami kebakaran.
Ia dan istrinya langsung bergegas dari kebun ke rumah untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Saat tiba di rumah, ia menyaksikan semua tetangga serta kerabatnya sedang berupaya memadamkan api yang sudah melalap habis isi rumah tempat ia menetap dan rumah adat yang berada tak jauh dari rumah tersebut.
Kendati semua warga, kerabat dan tetangga berupaya memadamkan amukan api namun, dua bangunan beserta harta benda ludes dilalap.
Philipus mengaku, ia menetap bersama istrinya. Saat meninggalkan rumah tersebut, api di tungku dapur sudah dipadamkan. Selain itu, ia juga sudah memadamkan listrik sebelum meninggalkan rumah. (bbr)