Jadwal Adhyaksa FC Jelang Super League Bergulir, Ganti Nama Tunggu PSSI
Nia Kurniawan July 16, 2026 06:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kabar terbaru Adhyaksa FC yang akan berganti nama seiring rencana klub tersebut bermarkas di Kalimantan Tengah untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.

Sembari menunggu proses administrasi tersebut, Adhyaksa FC mulai mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.

Baca juga: Adhyaksa FC Bakal Ganti Nama Bernuansa Kalteng, Matangkan Persiapan Liga 1 Lewat Uji Coba Agustus

Diketahui, sebanyak 14 pemain telab menjalani latihan perdana di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, pada Rabu (15/7/2026) sore.

Latihan dipimpin langsung oleh Asisten Pelatih Agus Indra bersama jajaran staf pelatih, yakni Aang Suparman, Arif Rizaludin, Sandi Firmansyah, Fajarrullah, dan Herman Hermawan.

Sementara itu, pelatih kepala Ade Suhendra belum bergabung karena masih mengikuti kursus kepelatihan lisensi A Pro.

Sebagai pendatang baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Adhyaksa FC sengaja memulai latihan lebih awal guna mematangkan persiapan menghadapi musim perdananya di Liga 1.

Dalam waktu lima hari ke depan, tim dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Tangerang dengan menggunakan dua venue, yakni Lapangan SPH Karawaci dan Stadion Indomilk Arena.

Setelah itu, pemusatan latihan akan dilanjutkan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, dengan memanfaatkan Lapangan Latihan Jakarta International Stadium (JIS) serta Lapangan Pasir Ancol.

Untuk mengukur kesiapan tim, Adhyaksa FC juga telah menjadwalkan sejumlah laga uji coba menghadapi sesama kontestan Liga 1, di antaranya Persita Tangerang, Garudayaksa, dan Dewa United pada awal Agustus mendatang.

Nah, Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen klub setelah sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan lalu.

Ya, Menurutnya, nama baru yang saat ini sedang diajukan ke PSSI akan mengusung identitas Kalimantan Tengah dengan menggunakan bahasa daerah yang sudah akrab di tengah masyarakat.

"Nama klub nantinya akan lebih melokal, identik dengan daerah, dan menggunakan bahasa daerah yang sudah familiar di masyarakat Kalimantan Tengah," ungkap Eko Setyawan, Kamis (16/7/2026).

Ia berharap perubahan identitas tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola di Kalimantan Tengah.

Eko menjelaskan, proses pergantian nama masih menunggu persetujuan PSSI dan ditargetkan disahkan dalam Kongres Tahunan PSSI yang akan digelar pada 3 Agustus 2026.

"Saat ini proses pergantian nama masih menunggu persetujuan PSSI dan ditargetkan disahkan dalam Kongres Tahunan PSSI pada 3 Agustus 2026. Hingga saat ini beberapa nama memang sedang dipertimbangkan," ujarnya.

Bank Kalteng menjadi sponsor utama Adhyaksa Kalteng FC bukan sekadar bentuk dukungan terhadap sepak bola, tetapi juga bagian dari strategi bisnis untuk memperkuat posisi bank daerah tersebut di tingkat nasional. 

Ya, Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah, menyusul kerja sama antara Bank Kalteng dan Adhyaksa Kalteng FC yang akan bermarkas di Kalimantan Tengah mulai kompetisi Super League musim 2026/2027. 

Menurut Maslipansyah, kehadiran klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi momentum penting bagi Bank Kalteng untuk memperluas jangkauan merek sekaligus membuka peluang bisnis baru. 

"Sebagai sponsor utama Adhyaksa Kalteng FC, tentu ini sesuatu yang luar biasa bagi Kalimantan Tengah. Klub ini bermain di level nasional, bahkan Super League merupakan kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia," ujarnya, Rabu (1/7/2026). 

Ia mengatakan, selama ini Bank Kalteng dikenal sebagai bank daerah dengan jangkauan yang masih terbatas.  

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya berharap nama Bank Kalteng semakin dikenal masyarakat di berbagai daerah. 

"Pertama dari sisi branding. Masyarakat akan semakin mengenal apa itu Bank Kalteng. Kedua, ini menjadi kesempatan bagi kami melakukan penetrasi pasar di luar Kalimantan Tengah sehingga jejaring bisnis bisa terbentuk lebih sistematis," katanya. 

Maslipansyah optimistis kerja sama itu dapat memberikan dampak bisnis yang signifikan, mulai dari bertambahnya nasabah hingga terbukanya peluang kerja sama dengan berbagai pihak. 

"Dengan begitu akan muncul potensi nasabah baru maupun peluang bisnis yang pada akhirnya dapat mendorong Bank Kalteng menjadi bank yang kuat, maju, modern, dan semakin dipercaya masyarakat," ucapnya. 

Ia menjelaskan, bentuk kerja sama yang dijalin dengan Adhyaksa Kalteng FC berupa sponsorship selama satu musim kompetisi.  

Namun, nominal kerja sama tersebut tidak dapat dipublikasikan karena menjadi bagian dari kesepakatan kedua belah pihak. 

"Yang jelas nilainya cukup besar. Setiap rupiah yang kami keluarkan harus kembali dalam bentuk bisnis. Paling tidak, menurut perhitungan saya, manfaatnya bisa 100 hingga 1.000 kali lipat," ungkap Maslipansyah. 

Lebih jauh, ia menegaskan keterlibatan Bank Kalteng tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya melalui sektor olahraga. 

Menurutnya, sebagai bank milik daerah, Bank Kalteng memiliki tanggung jawab untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. e

"Kami bukan hanya menjalankan bisnis untuk mencari keuntungan, tetapi juga menjadi agen pembangunan. Kehadiran Adhyaksa Kalteng FC diharapkan bisa membuka kesempatan usaha bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah," jelasnya. 

Selain menghadirkan pertandingan sepak bola di Kalimantan Tengah, Maslipansyah berharap Adhyaksa Kalteng FC juga berkontribusi terhadap pembinaan atlet muda melalui berbagai program, seperti coaching clinic dan pengembangan talenta pesepak bola lokal. 

"Kehadiran Adhyaksa Kalteng FC bukan hanya untuk mengikuti kompetisi atau berlatih di Kalimantan Tengah, tetapi juga membawa semangat baru melalui berbagai kegiatan, seperti coaching clinic dan pengembangan talenta-talenta muda pesepak bola Kalimantan Tengah. Saya pikir itu merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan olahraga di daerah," pungkasnya.

Adhyaksa FC menjadi salah satu klub pendatang baru yang mencuri perhatian di sepak bola Indonesia.

Klub yang berdiri pada 2018 itu dipastikan akan tampil di Liga 1 musim 2026/2027 setelah sukses meraih promosi dari Liga 2.

Klub tersebut awalnya bernama Farmel FC dan berbasis di Tangerang.

Perjalanan mereka dimulai dari Liga 3 tingkat provinsi sebelum akhirnya promosi ke Liga 2 usai menjadi juara pada musim 2023/2024.

Setelah naik kasta, Farmel FC menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Agung RI melalui Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja).

Sejak saat itu, klub berganti nama menjadi Adhyaksa FC dan bermarkas di Banten International Stadium.

Tak butuh waktu lama, Adhyaksa FC kembali menorehkan prestasi.

Pada musim perdananya di Liga 2, klub besutan Ade Suhendra itu sukses mengamankan tiket promosi ke Liga 1 bersama Garudayaksa FC dan PSS Sleman. (Tribunkalteng)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.