Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Kondisi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas mengalami penurunan tinggi muka air (TMA) yang cukup signifikan.
Penurunan debit air tersebut terjadi seiring terjadinya musim kemarau pada pertengahan tahun 2026 ini.
Hal itu diungkap oleh Ketua Komunitas Peduli Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman yang setiap saat melakukan pemantauan.
"Sungai Cileungsi dan Cikeas terjadi penurunan TMA dibanding bulan Juni 2026," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, TMA Sungai Cileungsi dalam kondisi normal berada di angka 40 sentimeter. Namun saat ini ketinggian air hanya 10 sentimeter.
Sementara itu, TMA Sungai Cikeas dalam keadaan normal berada di angka 95 sentimeter, sedangkan saat ini hanya 58 sentimeter.
Puarman mengatakan, penyusutan diprediksi akan terus terjadi hingga puncak musim kemarau beberapa bulan mendatang.
"Diperkirakan nanti di bulan Agustus puncaknya musim kering dan dikhawatirkan kualitas air sungai juga menurun," katanya.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat Sungai Cileungsi dan Cikeas merupakan sumber pasokan air yang berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah Bogor, Bekasi dan sekitarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan sungai serta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung.