Aroma Bau Busuk Jadi Penanda Penemuan Jenazah Wanita di Balik Tumpukan Boneka
Noval Andriansyah July 16, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Denpasar - Misteri aroma bau busuk yang menyengat selama beberapa hari di sebuah rumah kos Jalan Mekar II, Pedungan, Denpasar Selatan, Bali, akhirnya terkuak.

Baca juga: Tercium Bau Busuk, ODGJ Ditemukan Tinggal Tulang di Rumah Kosong di Rajabasa

Bau tak sedap tersebut menjadi penanda penemuan jenazah seorang perempuan berinisial AS (26) yang sengaja disembunyikan di balik tumpukan boneka.

Korban yang merupakan perantau asal Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tewas mengenaskan pada Rabu (15/7/2026) malam.

Jenazah korban diduga telah berada di kamar tersebut selama empat hari setelah dianiaya hingga tewas oleh kekasihnya, MZ, yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan bahwa penemuan jasad bermula saat adik kandung korban, RAS, mendatangi kos karena cemas telepon seluler kakaknya tidak aktif selama beberapa hari.

"Saat tiba di lokasi, saksi langsung mencium aroma busuk yang sangat menyengat bahkan sejak hendak membuka pintu pagar kos. Sumber bau tersebut mengarah kuat dari dalam kamar korban," ujar Iptu Azel, Kamis (16/7/2026), dilansir Tribun-Bali.com.

Ketika RAS berhasil masuk, ia mendapati kondisi ruangan yang janggal. Tubuh kakaknya tidak terlihat secara langsung karena sengaja ditimbun dan ditutupi oleh karpet lipat serta tumpukan boneka-boneka berukuran besar.

RAS hanya bisa mengenali sehelai rambut korban yang menyembul dari bawah gundukan tersebut.

Situasi sempat tegang ketika terduga pelaku, MZ, tiba-tiba keluar dari kamar sebelah.

Karena gerak-geriknya mencurigakan dan enggan menjawab pertanyaan, RAS sempat memukul WNA Singapura tersebut menggunakan helm sebelum akhirnya MZ kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kondisi Korban Saat Dievakuasi

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. Jasad AS ditemukan dalam posisi tengkurap di atas lantai dengan kondisi yang sudah membengkak.

"Korban sudah mengalami pembusukan lanjut dan kulit arinya mulai mengelupas. Karena kondisi jenazah yang sudah rusak akibat pembusukan, tanda-tanda kekerasan luar belum bisa diidentifikasi secara maksimal di TKP," jelas Iptu Azel.

Dugaan sementara, korban tewas akibat dicekik sejak Sabtu (11/7/2026) siang.

Guna memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk dilakukan autopsi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap MZ yang kabur usai penemuan jenazah tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.