Korban Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai Melonjak Tiga Kali Lipat, Begini Respon Hutama Karya
Muhammad Ridho July 16, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski jumlah kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) hingga pertengahan 2026 mengalami penurunan, tingkat fatalitas justru meningkat tajam.

Dalam waktu tujuh bulan, korban meninggal dunia sudah mencapai 18 orang atau tiga kali lebih banyak dibandingkan sepanjang 2025 yang mencatat enam korban jiwa.

Data tersebut diungkapkan Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya (HK), Untung Joko, Kamis (16/7/2026).

Sepanjang 2025 tercatat 35 kecelakaan di ruas Tol Permai, sedangkan hingga Juli 2026 jumlah kecelakaan turun menjadi 16 kejadian.

"Ini memang menjadi konsen kami. Jumlah kecelakaan memang menurun, walaupun hitungannya masih sampai Juli. Tetapi tingkat fasilitasnya justru meningkat," kata Untung.

Berdasarkan data Hutama Karya, bulan Juni menjadi periode paling mematikan dengan delapan korban meninggal dunia.

Sementara hingga pertengahan Juli kembali tercatat dua korban meninggal akibat kecelakaan di ruas tol tersebut.

Lonjakan angka kematian itu mendorong Hutama Karya memperkuat berbagai langkah pencegahan kecelakaan.

Baca juga: Lalu Lintas Tol Pekanbaru–Dumai Meningkat, Hingga Pertengahan 2026 Tembus 8.277 Kendaraan

Baca juga: Update Pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru Sudah 77 Persen, Target Rampung Februari 2027

Salah satunya melalui Operasi Mikro sleep yang rutin dilakukan untuk mengedukasi pengendara mengenai bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk.

Selain itu, Hutama Karya juga menghadirkan aplikasi Mozy, platform digital yang memungkinkan pengguna memantau kondisi jalan tol secara real time, memperoleh informasi lalu lintas, hingga merencanakan perjalanan dengan lebih aman.

"Kami ingin memberikan kenyamanan dan keselamatan secara maksimal. Karena itu, kami terus berupaya agar edukasi keselamatan benar-benar sampai kepada para pengguna jalan," ujarnya.

Untung mengingatkan, sebagian besar kecelakaan fatal berawal dari faktor manusia, terutama kelelahan saat berkendara.

Karena itu, pengemudi diminta tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah tidak prima.

"Kalau memang sudah lelah dan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan, jangan dipaksakan. Silakan beristirahat di rest area yang tersedia. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.