TRIBUNSUMSEL.COM - Di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, nama Yuenchi Arwindi mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia dituding memiliki kedekatan pribadi hingga ikut menerima aliran dana fantastis.
Namun, di balik isu miring yang telah dibantah keras tersebut, profesi dan rekam jejak pekerjaan Yuenchi di dunia hukum ternyata cukup mentereng.
Perempuan asal Lampung ini diketahui merupakan seorang advokat muda yang memiliki spesialisasi mumpuni di bidang hukum bisnis.
Baca juga: Yuenchi Arwindi Buka Suara Dikaitkan Febrie Adriansyah, Bantah Isu Wanita Simpanan & Dana Korupsi
Yuenchi Arwindi mendedikasikan keahlian hukumnya di departemen Corporate and Commercial Law (Hukum Korporasi dan Komersial).
Bidang ini merupakan area hukum yang berfokus pada transaksi bisnis, penyusunan kontrak, hingga penyelesaian sengketa perusahaan skala besar.
Dalam profil Linkedin-nya, Yuenchi menggambarkan dirinya sebagai praktisi hukum yang andal dalam menangani berbagai dokumen hukum, baik untuk keperluan litigasi di pengadilan maupun non-litigasi di luar persidangan.
"Saya memiliki pengalaman dalam beracara dan juga menyusun dokumen hukum, serta dalam penyelesaian litigasi maupun non-litigasi," tulis Yuenchi dalam portofolio profesionalnya.
Karier Yuenchi di dunia hukum dirintis setelah ia resmi diambil sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Bandar Lampung.
Dengan bekal pendidikan Magister Hukum (M.H.) dari Universitas Lampung, ia mulai membangun portofolionya melalui firma-firma hukum strategis:
Yuenchi tercatat pernah bekerja di kantor hukum berinisial BS (Bimasena Law Firm) yang lokasinya berada di sekitar Gedung Kejaksaan Agung RI.
Aktivitas pekerjaannya di kantor inilah yang diduga menjadi pemicu munculnya rumor liar di media sosial.
Langkah kariernya kian mantap saat ia bergabung dengan firma hukum Husendro & Partners.
Dipercaya memperkuat divisi hukum korporasi, performa kerja Yuenchi membuatnya mendapat promosi kilat dari posisi associate biasa menjadi Senior Associate hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
Baca juga: Segini Kekayaan Chatarina Muliana Girsang, Jaksa Wanita yang Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie
Di luar aktivitasnya yang padat di meja hijau dan korporasi, Yuenchi juga memiliki prestasi di bidang kontes kecantikan (pageant).
Ia tercatat pernah berkompetisi sebagai salah satu finalis daerah Puteri Indonesia Lampung untuk periode tahun 2022–2023.
Saat diperkenalkan dalam komunitas kontes kecantikan pada Desember 2022 lalu, ia dengan bangga membawa latar belakangnya sebagai seorang pengacara aktif untuk menginspirasi publik.
Meski demikian, langkahnya terhenti di tingkat daerah dan tidak melaju ke panggung nasional utama.
Munculnya tudingan miring bahwa dirinya menjadi tempat "penyimpanan aset" atau menerima aliran dana miliaran rupiah dari Febrie Adriansyah dibantah keras oleh Yuenchi.
"Yang berisi tentang tuduhan terhadap saya dan Eks Jampidsus, Bapak Febri Adriansyah," imbuhnya.
Berani bersumpah atas nama Tuhan, Yuenchi dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya sebagai wanita simpanan Febrie Adriansyah.
Tak cuma itu, Yuenchi juga menyebut tidak benar kabar yang mengatakan dirinya turut menerima uang miliaran dari hasil dugaan korupsi.
"Dengan ini saya menyampaikan yang sebenar-benarnya, sumpah Demi Allah, Demi Tuhan Yang Maha Esa, tuduhan tersebut sebagai simpanan atau ani-ani, atau penyimpanan aset, atau menerima uang miliaran rupiah, adalah tidak benar dan tidak berdasar," kata Yuenchi.
Yuenchi menjelaskan ia tak pernah menjalin komunikasi dengan Febrie Adriansyah.
"Saya menjalani profesi saya setelah disumpah di Pengadilan Tinggi Bandar Lampung, setelah itu saya menjalaninya dengan profesional dan sesuai dengan kode etik, saya juga mendampingi klien saya sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujar Yuenchi.
Dia menduga isu liar itu muncul hanya karena dirinya pernah bekerja di salah satu kantor hukum yang lokasinya dekat dengan Gedung Kejaksaan Agung RI.
"Saya menduga tuduhan ini karena saya pernah melakukan pekerjaan sebagai advokat di kantor hukum berinisial BS, di sekitar Kejaksaan Agung, tapi saya melakukannya dengan profesional," ucap Yuenchi.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com