Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Puluhan hektare lahan persawahan di Kabupaten Pangandaran mulai terdampak kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi selama musim kemarau.
Meskipun belum ada laporan gagal panen, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mengingatkan kondisi tersebut berpotensi memburuk jika kemarau berlangsung lebih lama.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya gagal panen.
Namun, sejumlah areal persawahan di beberapa kecamatan sudah mengalami kekeringan yang ditandai dengan tanah sawah mulai retak-retak akibat minimnya pasokan air.
"Belum ada laporan gagal panen. Tapi sudah ada sawah yang kondisinya retak-retak karena kekurangan air. Saat ini masih dalam kategori ringan," ujar Yadi kepada sejumlah wartawan di Parigi, Kamis (16/7/2026) siang.
Ia menyebut, berkurangnya debit air dari Bendungan Manganti di Sungai Citanduy menjadi satu penyebab menurunnya pasokan air irigasi ke lahan pertanian.
Menurutnya, debit air yang biasanya mencapai sekitar 5 meter kubik per detik kini terus menurun dan pendistribusiannya harus dilakukan secara bergilir antara wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Karena debit air semakin menurun, distribusinya harus dibagi antara Jawa Tengah dan Jawa Barat," katanya.
Kini, ada sekitar 50 persen dari total lahan sawah di Kabupaten Pangandaran yang mencapai sekitar 18 ribu hektare mengandalkan jaringan irigasi.
Sebagian besar berada di wilayah utara, seperti Kecamatan Padaherang, Mangunjaya, dan Kalipucang. Sisanya merupakan sawah tadah hujan yang tersebar di wilayah selatan Pangandaran.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, saat ini sedikitnya 52 hektare sawah mulai terdampak kekeringan.
"Rinciannya, sekitar 29 hektare berada di Kecamatan Padaherang, 10 hektare di Kecamatan Mangunjaya, sementara sisanya tersebar di Kecamatan Kalipucang," kata Yadi.
Untuk mengantisipasi kondisi itu semakin meluas, Dinas Pertanian sudah menyalurkan bantuan pompa air kepada petani agar lahan yang mulai mengering tetap mendapatkan pasokan air.
Meskipun ancaman gagal panen mulai muncul, Yadi memastikan kondisi tersebut belum akan memengaruhi ketersediaan beras bagi masyarakat.
"Kalau sampai terjadi gagal panen, yang paling terdampak adalah petaninya. Untuk kebutuhan masyarakat tidak terlalu berpengaruh karena Kabupaten Pangandaran masih surplus beras," ujarnya.(*)