Satu Keluarga di Depok Diteror Tetangga Sejak 2024: Dilempar Berbagai Barang hingga Pagar Dijebol
Rr Dewi Kartika H July 16, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Warga di lingkungan Jalan Keadilan Raya, Gang Taufik RT 07/01, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok mengaku menjadi korban aksi teror.

Nahasnya, aksi teror tersebut diduga dilancarkan oleh tetangganya sendiri persis di sebelah rumahnya.

Dalam rekaman kamera pengawas CCTV yang dibagikan korban, tampak pelaku membuat keonaran di depan rumah korban.

 Tak hanya itu, pelaku juga melempari rumah korban dengan benda-benda tertentu hingga melakukan pengrusakan pagar.

Pantauan di lokasi pada Kamis (16/7/2026), tampak pagar rumah korban mengalami kerusakan parah hingga jebol.

Pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah tampak ramai mendatangi rumah korban usai video teror viral di media sosial.

Sedangkan rumah terduga pelaku tampak sepi dengan kondisi gerbang tertutup, hanya ada seorang perempuan.

Berujung Lapor Polisi 

 Korban, Suraji (51) mengaku sudah mendapatkan teror sejak 2024 dan tidak terhitung jumlahnya. 

Teror dan intimidasi ini diketahui sudah berlangsung lama dan berlarut-larut selama bertahun-tahun. 

Korban juga menyatakan tidak tahu jelas apa pemicu awal dari konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

“Enggak tahu masalah pastinya, sudah dicoba mediasi juga cuma bertahan beberapa minggu,” kata Suraji di lokasi.

Intimidasi tidak hanya menyasar satu orang, melainkan seluruh anggota keluarga korban yang berjumlah 7 orang di rumah, termasuk istri, anak-anak, dan cucu. 

“Cucu saya sampai takut kalau keluar rumah,” jelasnya. 

Selain itu, korban mengaku mengalami kerusakan barang meliputi kerusakan pada pagar rumah serta motor yang mengalami lecet akibat dilempar helm dari luar.

Selain kerusakan barang, korban dan keluarga juga kerap menerima ancaman fisik, seperti diajak berkelahi atau disuruh keluar rumah hingga ancaman non-fisik seperti santet.

Lurah Turun Tangan

Lurah Rangkapan Jaya Lama, Wahyu, menjelaskan bahwa dirinya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan pada Kamis (16/7/2026). 

Pihak kelurahan kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Babinsa, dan Bimas untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca juga: PT Wahana Makmur Sejati Bukukan Penjualan 6.500 Motor Honda Selama Jakarta Fair Kemayoran 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga korban dan pengurus RT setempat, aksi intimidasi ini ternyata bukan pertama kalinya terjadi.

​"Menurut informasi dari pihak keluarga korban, ini sudah empat kali kejadian. Informasinya sejak tahun 2024," ujar Wahyu.

  
​Wahyu menambahkan bahwa tindakan intimidasi tersebut hanya menyasar satu rumah yang posisinya tepat berdampingan dengan rumah pelaku. 

"Sasarannya hanya sebelah rumah, tidak ada rumah-rumah tetangga lainnya," jelasnya.

Saling Ejek

​Saat dikonfirmasi mengenai pemicu utama perselisihan tersebut, Wahyu mengungkapkan bahwa ketegangan ini awalnya bermula dari masalah sepele, yakni aksi saling ejek antar kedua belah pihak.

​"Sebenarnya kalau Pak RT bilang ya (pelaku) kurang waras atau seperti itu informasinya. Tapi saya kurang tahu persis karena kejadiannya kan sudah lama dari 2024. Awalnya informasi dari Pak RT karena ejek-ejekan begitulah," kata Wahyu.

​Sebelum kasus ini kembali mencuat dan viral, pihak lingkungan yang terdiri dari RT, RW, Bimas, dan Babinsa sebenarnya sudah pernah melakukan mediasi. 

Dalam mediasi yang dilakukan sebelum Wahyu menjabat sebagai Lurah tersebut, pihak pelaku sempat menyatakan janji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. 

Namun, aksi serupa rupanya kembali terulang hingga viral di media sosial.

Terkait keberadaan pelaku saat pihak kelurahan datang, Wahyu menyebutkan bahwa pelaku sedang tidak berada di rumah karena sedang bekerja.

​"Kalau sekarang tadi menurut informasi Pak RT, dia (pelaku) sedang bekerja, jadi sekuriti," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.