Robert Lewandowski secara resmi berbicara kepada media untuk pertama kalinya sejak menyelesaikan kepindahannya yang ramai diperbincangkan ke MLS bersama Chicago Fire. Penyerang legendaris asal Polandia itu mengungkapkan alasan emosional di balik keputusannya meninggalkan sepak bola Eropa setelah berpisah dengan Barcelona.
Mengapa Lewandowski Memilih MLS Ketimbang Eropa
Sang penyerang berpengalaman tersebut resmi diperkenalkan sebagai rekrutan bintang Chicago Fire pekan ini, menandai berakhirnya karier gemilangnya di level tertinggi sepak bola Eropa. Meskipun mendapat minat dari sejumlah klub besar dan langganan Liga Champions di seluruh benua, Lewandowski akhirnya memutuskan bahwa perjalanannya di sepak bola klub Eropa telah mencapai titik akhir alami di Camp Nou.
Setelah mengikuti sesi latihan pertama bersama rekan-rekan barunya, mantan bintang Bayern Munchen itu menjelaskan bahwa hubungan emosionalnya dengan raksasa Catalan memainkan peran penting dalam keputusannya pindah ke Amerika Serikat. Ia merasa bermain untuk klub Eropa lain setelah pengalamannya di Spanyol akan terasa seperti langkah mundur.
Menolak Tawaran dari Italia dan Turki
Sebelum kepindahan ke Chicago disahkan, berbagai rumor beredar mengenai tujuan berikutnya sang penyerang. Laporan menyebutkan bahwa Lewandowski menerima sejumlah tawaran menggiurkan dari klub di Turki, Portugal, dan Italia, dengan raksasa Serie A Juventus sering disebut sebagai calon tujuan potensial bagi penyerang tajam tersebut.
Namun, pemain berusia 37 tahun itu tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak memperkuat klub lain di Eropa. “Waktu saya di Barca sudah berakhir dan saya tidak bisa membayangkan bermain untuk klub Eropa lain,” ujarnya kepada wartawan. “Rasa cinta saya terhadap Barca terlalu besar.”
Faktor Berhalter
Meskipun kepergiannya dari Barcelona sarat emosi, kedatangan Lewandowski di Chicago menimbulkan antusiasme luar biasa. Pelatih kepala Gregg Berhalter menjadi sosok penting di balik kesepakatan tersebut dan meyakini bahwa sang penyerang akan menjadi rekrutan yang mampu mengubah wajah klub.
Berhalter percaya bahwa profesionalisme sang veteran akan menjadi katalis pertumbuhan bagi timnya. “Kami yakin dia akan memberikan dampak langsung bagi tim. Pertama-tama, dia adalah seorang profesional sejati. Dia telah melakukannya selama bertahun-tahun dan tahu bagaimana menjaga tubuhnya serta mempertahankan performa optimal. Saya pikir dia akan menjadi teladan bagi pemain lain,” ujar mantan pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat itu, dikutip dari Pilka Nozna.
Babak Baru di Kota Berangin
Ikon sepak bola Polandia tersebut kini bersiap menjalani debut kompetitifnya. Para penggemar Chicago Fire tidak perlu menunggu lama untuk melihat bintang baru mereka beraksi, karena klub bersiap menghadapi Vancouver Whitecaps pada Kamis malam waktu setempat, di mana ia akan bertemu kembali dengan mantan rekan setimnya di Bayern Munchen, Thomas Muller. Ia telah mengikuti sesi latihan pertamanya pada hari Selasa, siap membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Perjalanan yang dimulai di Delta Warsaw, mencapai puncaknya di Munchen dan Barcelona, kini menemukan penutup yang menarik di bawah bayangan langit kota Chicago.