Slavko Vincic Jadi Wasit Argentina vs Spanyol, Pernah Pimpin Kekalahan Terakhir Messi di Piala Dunia
Muhammad Nursina Rasyidin July 17, 2026 11:30 AM

TRIBUNNEWS.COM – FIFA resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk memimpin partai final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol yang akan digelar di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Penunjukan tersebut langsung menarik perhatian publik karena Vincic pernah menjadi sorotan dunia enam tahun lalu setelah ditangkap dalam penggerebekan narkoba dan prostitusi di Bosnia dan Herzegovina.

Meski sempat diamankan aparat kepolisian, Vincic akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal yang menjadi target operasi tersebut, seperti dilaporkan Daily Mail.

Kini, wasit berusia 46 tahun itu mendapat kepercayaan memimpin laga terbesar dalam kalender sepak bola dunia, saat Lionel Messi berusaha membawa Argentina mempertahankan gelar juara menghadapi Spanyol.

Dalam laga final nanti, Vincic akan dibantu dua asisten sesama Slovenia, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, sementara posisi ofisial keempat diisi wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh.

Menariknya, Slavko Vincic juga merupakan wasit yang memimpin laga kekalahan terakhir Argentina di Piala Dunia, yakni saat takluk 1-2 dari Arab Saudi pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sejak kekalahan tersebut, Argentina menjelma menjadi salah satu tim paling tangguh di dunia. La Albiceleste sukses bangkit untuk menjuarai Piala Dunia 2022 dan kini kembali berpeluang mempertahankan gelar di edisi 2026.

SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026)
SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026) (Tribunnews.com/Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara)

Kualitas Argentina sebagai juara bertahan pun semakin sulit diperdebatkan. Meski harus berjuang keras di setiap laga fase gugur, tim asuhan Lionel Scaloni selalu mampu menemukan cara untuk keluar sebagai pemenang.

Cape Verde, Mesir, Swiss, hingga yang terbaru Inggris menjadi saksi bagaimana Argentina mampu menunjukkan mental juara ketika berada di bawah tekanan.

"Argentina sudah berkali-kali membuktikan bahwa mereka tidak kehilangan ketenangan saat ditekan. Mereka mampu keluar dari situasi tersulit," kata football enthusiast Bayu Ajianto dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Kalau Argentina akhirnya mampu mempertahankan gelar, bukan karena mereka selalu bermain paling indah, tetapi karena mereka adalah tim yang paling kompak, paling tangguh secara mental, dan tahu bagaimana memenangkan pertandingan ketika berada dalam situasi tersulit," tambahnya.

Baca juga: Messi vs Lamine Yamal, Takdir Dua Generasi Barcelona Berujung di Final Piala Dunia 2026

Pernah Ditangkap dalam Penggerebekan

Kasus yang menyeret nama Slavko Vincic terjadi pada Mei 2020.

Saat itu polisi Bosnia menggelar penggerebekan di sebuah vila di Kota Bijeljina yang diduga menjadi lokasi pesta seks sekaligus pusat operasi prostitusi internasional.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 35 orang yang terdiri dari 26 pria dan sembilan wanita.

Petugas juga menyita empat paket kokain, 10 pucuk senjata api, tiga rompi antipeluru, serta uang tunai lebih dari 10 ribu euro dari berbagai mata uang.

Salah satu perempuan yang ditangkap adalah Tijana Maksimovic, yang kemudian diidentifikasi sebagai pemimpin jaringan prostitusi tersebut.

Pada tahun berikutnya, Maksimovic mengaku bersalah atas dakwaan membujuk perempuan untuk terlibat dalam prostitusi internasional dan dijatuhi hukuman penjara.

Nama Vincic ikut terseret karena berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung.

Namun, aparat kepolisian hanya memeriksanya sebagai saksi sebelum akhirnya membebaskannya tanpa dakwaan apa pun.

Klaim Datang untuk Pertemuan Bisnis

Usai insiden tersebut, Vincic membantah seluruh dugaan keterlibatan dirinya.

Ia mengaku berada di Bosnia untuk urusan bisnis dan menerima undangan makan siang yang ternyata berujung pada penggerebekan polisi.

"Saya berada di tempat itu secara kebetulan. Saya memiliki perusahaan sendiri dan datang ke Bosnia untuk pertemuan bisnis," kata Vincic.

"Saya menerima undangan makan siang dan ternyata itu adalah kesalahan terbesar saya."

"Saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelompok yang ditangkap."

"Kami dibawa ke kantor polisi hanya sebagai saksi dan setelah dipastikan tidak mengenal mereka, kami diizinkan pulang," jelas Vincic yang akan menjadi wasit final Piala Dunia 2026.

Asosiasi Wasit Slovenia Pasang Badan

Presiden Asosiasi Wasit Sepak Bola Slovenia, Vlado Sajn, juga memberikan pembelaan kepada Vincic.

Menurutnya, seluruh informasi dari kepolisian menunjukkan bahwa Vincic tidak pernah menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Menurut informasi resmi maupun tidak resmi yang kami terima, tidak pernah ada proses hukum terhadap Slavko. Dia hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah," kata Vlado Sajn.

"Dia diundang ke sebuah pesta yang dihadiri banyak orang dan tidak mengenal sebagian besar dari mereka."

"Saya melihat kejadian ini sebagai rangkaian keadaan yang sangat tidak menguntungkan," ujar Sajn.

Pernah Pimpin Kekalahan Terakhir Messi Cs di Pildun

Terlepas dari kontroversi yang pernah menimpanya, Vincic merupakan salah satu wasit elite UEFA.

Ia pernah dipercaya memimpin final Liga Champions 2024 antara Borussia Dortmund melawan Real Madrid.

Di Piala Dunia 2022 Qatar, Vincic juga sempat memimpin pertandingan Argentina saat kalah mengejutkan dari Arab Saudi di fase grup.

Sepanjang Piala Dunia 2026, ia sudah memimpin tiga pertandingan, yakni:

  • Meksiko vs Ekuador di babak 32 besar
  • Brasil vs Maroko
  • Aljazair vs Yordania

Kini, FIFA kembali memberikan kepercayaan kepada Slavko Vincic untuk memimpin partai puncak Piala Dunia 2026.

Terlepas dari itu, Slavko Vincic terkenal dengan gaya kepemimpinan yang tegas.

Dari enam laga terakhir memimpin, ia mengeluarkan 19 kartu kuning dan 3 kartu merah, dikutip dari Statshub.

Sementara itu, Slavko Vincic pernah memimpin kekalahan terakhir Argentina di Piala Dunia, tepatnya pada edisi 2022 Qatar ketika kalah dari Arab Saudi 2-1.

Pada laga tersebut, Vincic mengeluarkan 6 kartu kuning untuk Arab Saudi dan memberikan satu penalti ke Argentina.

Setelah laga tersebut, Argentina tak pernah kalah di ajang Piala Dunia hingga menyentuh semifinal edisi kali ini.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.