BANGKAPOS.COM, MEDAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) membantah informasi yang menyebut adanya mitra transporter enggan menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah SPBU akibat keterlambatan pembayaran.
Perusahaan memastikan distribusi BBM di wilayah Sumatra Utara hingga saat ini tetap berlangsung normal dan tidak mengalami penghentian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan seluruh armada mobil tangki masih beroperasi sesuai jadwal untuk memasok kebutuhan BBM masyarakat.
Menurutnya, operasional distribusi BBM didukung oleh Fuel Terminal dan SPBU yang tetap beroperasi selama 24 jam sehingga pasokan energi kepada masyarakat tetap terjaga.
Fahrougi juga menegaskan hubungan kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dengan seluruh mitra transporter berjalan baik.
Ia menyebut seluruh mekanisme administrasi maupun pembayaran kepada mitra dilaksanakan sesuai ketentuan dan dikelola secara profesional sehingga tidak mengganggu proses distribusi BBM.
Baca juga: Prabowo Yakin Indonesia Bisa Produksi BBM dari Singkong, Jagung, dan Sorgum dalam 4 Tahun
Selain memastikan distribusi tetap berjalan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus melakukan berbagai langkah untuk mempercepat normalisasi penyaluran energi.
Upaya tersebut antara lain melalui pengoperasian Fuel Terminal dan SPBU selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, optimalisasi dukungan Awak Mobil Tangki (AMT), serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Sumatra Utara tetap terpenuhi secara optimal.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Perusahaan meminta masyarakat memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi Pertamina atau menghubungi Pertamina Call Center 135 apabila membutuhkan informasi terkait layanan maupun distribusi BBM.
Baca juga: Antrean BBM Mengular di Babel, Pertamina Tegaskan Stok Pertalite Masih Aman