Potret Pekerja Jepang Ngantor Pakai Celana Pendek di Tengah Panas Ekstrem
GH News July 17, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Pemandangan tak biasa kini kerap terlihat di kantor-kantor pemerintahan Tokyo, Jepang. Imbas musim panas yang ekstrem, para pekerja kantoran yang biasanya identik dengan setelan jas gelap dan dasi mengalami perubahan.

Kini, ramai-ramai beralih mengenakan celana pendek, kemeja polo, hingga sepatu kets. Salah satu potret pekerja yang mendobrak tradisi berpakaian formal ini adalah Toru Suda (34), seorang pegawai negeri di Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Di pagi hari pertengahan Juli yang terik, ia melangkah santai ke kantornya dengan kemeja polo biru muda, celana pendek biru tua selutut, dan sepatu kets.

"Awalnya memang terasa agak aneh dan canggung," kata Suda saat ditemui di kantornya di pusat kota Tokyo, dikutip dari .

Government officials in casual dress code, including shorts, tee shirts and sneakers, work in the office of the Tokyo Metropolitan Government building, as part of the capitals Government officials in casual dress code, including shorts, tee shirts and sneakers, work in the office of the Tokyo Metropolitan Government building, as part of the capitals "Cool Biz" initiative, in Tokyo on July 14, 2026. (Photo by Philip FONG / AFP) Foto: AFP/PHILIP FONG

Namun, rasa canggung itu langsung sirna saat melihat rekan-rekan kerjanya juga kompak berpakaian santai demi menghalau hawa panas yang menyengat. Saat ini, suhu di Tokyo dilaporkan melonjak hingga 35 derajat celcius, dengan kelembapan udara yang sangat tinggi mencapai 72 persen.

Perubahan ini merupakan bagian dari kampanye 'Tokyo Cool Biz', yang diinisiasi oleh Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, pada 2005. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Pemerintah Tokyo sengaja mendorong para stafnya untuk mengganti jas formal, demi membantu mereka bertahan di tengah cuaca ekstrem.

Melihat bahayanya suhu panas tahun ini, Badan Meteorologi Jepang dan Kementerian Lingkungan Hidup setempat sampai merilis peringatan darurat heatstroke atau serangan panas pertama untuk mendesak warga membatasi aktivitas luar ruangan.

Bagi para pegawai di Tokyo, aturan kasual ini bukan sekadar gaya-gayaan. Ini menjadi kebutuhan darurat yang sangat praktis dan menolong fisik mereka.

"Jujur saja, saya sudah sangat terbiasa dengan gaya santai ini dan rasanya sulit untuk kembali pakai celana panjang formal," ungkap Noboru Watanabe, ketua tim penanggulangan perubahan iklim Tokyo.

Meski begitu, Watanabe tetap fleksibel dan akan memakai pakaian formal jika harus menghadiri agenda kenegaraan yang sangat resmi.

Pengalaman serupa dirasakan Takuya Ozawa (38), pegawai pemerintah Tokyo lainnya. Menurutnya, perjalanan pulang-pergi dari rumah ke kantor terasa sangat menyiksa, jika harus memakai celana panjang saat cuaca ekstrem.

"Tapi rasanya langsung sejuk dan nyaman kalau pakai celana pendek," ujarnya.

Gaya santai ala pekerja pemerintah Tokyo ini rupanya sukses memicu rasa iri, terutama di kalangan pekerja swasta yang kantornya masih kaku menerapkan aturan seragam kerja.

Salah satunya Takayuki Deguchi (30), seorang karyawan di salah satu perusahaan pemasaran di Tokyo. Ia mengaku sangat mendukung inisiatif ini dan berharap kantornya bisa menerapkan aturan serupa.

"Menurut saya, memakai celana pendek yang bisa membantu kita mengatur suhu tubuh saat cuaca sangat panas adalah pendekatan yang sangat fleksibel dan masuk akal," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.