TRIBUNKALTIM.CO - Final Piala Dunia 2026 menyajikan duel Timnas Spanyol vs Argentina pada hari Minggu waktu Amerika Serikat (AS) atau Senin (20/7/2027) dini hari WIB.
Pertandingan ini mempertemukan dua kekuatan tradisional, Spanyol vs Argentina, yang akan berlaga di MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey, AS.
Sebagaimana diketahui, Timnas Spanyol akan berupaya meraih gelar Piala Dunia kedua mereka, setelah memenangkan satu-satunya kejuaraan mereka pada tahun 2010.
Sementara Timnas Argentina mengincar Piala Dunia keempatnya dan yang kedua berturut-turut setelah menang pada tahun 2022.
Jika menang pada hari Minggu, Timnas Argentina akan menjadi tim pertama yang mengulang gelar juara Piala Dunia secara beruntun atau back to back sejak Brasil pada tahun 1958 dan 1962.
Tim pertama yang menorehkan back to back adalah Italia pada tahun 1934 dan 1938.
La Albiceleste—julukan Timnas Argentina—mengejutkan Inggris di akhir semifinal dengan kemenangan 2-1.
Kapten mereka Lionel Messi kembali memimpin Timnas Argentina di Piala Dunia ini, mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan sejauh ini.
Baca juga: Inggris dan Argentina Memanas Usai Semifinal Piala Dunia 2026, Kapal Perang hingga Sengketa Falkland
Adapun Timnas Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di pertandingan semifinal, secara mengejutkan mengendalikan jalannya pertandingan melawan tim yang sebelumnya mendominasi turnamen ini.
La Roja—julukan Timnas Spanyol—memiliki sejumlah bintang di kompetisi ini.
Bintang muda mereka Lamine Yamal hanya mencetak satu gol, tetapi Mikel Ozarzabal telah mencetak lima gol untuk memimpin lini serang.
Sementara itu, pertahanan Timnas Spanyol telah menjadi senjata terbesar mereka di Piala Dunia 2026, hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan.
Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina ini juga menyelipkan kisah menarik, yaitu Lionel Messi dan Lamine Yamal akan bentrok pertama kali di lapangan hijau.
Pada tahun 2007 keduanya dipertemukan dalam sesi pemotretan di ruang ganti tim di Stadion Camp Nou milik Barcelona.
Dalam sesi pemotretan tersebut, Lionel Messi yang kala itu berusia 20 tahun dan menjadi ikon Barcelona menggendong bayi lima bulan yang tidak lain adalah Lamine Yamal.
Foto-foto hasil jepretan Joan Monfort itu kini kembali viral, mengingat keduanya akan melakoni laga puncak di kompetisi sepak bola dunia.
Bagaimana peluang kedua tim dan siapakah yang akan keluar sebagai juara di final Piala Dunia 2026?
TribunKaltim.co merangkum jawaban dari sejumlah narasumber lokal, dan inilah jawaban mereka.
Irfan Taufik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan dan mantan Sekretaris Umum Persiba Balikpapan: Spanyol pasti menang. Prediksi saya 1-0 di final nanti. Spanyol itu punya tim dengan kualitas pemain merata, baik dari pertahanan, lini tengah, dan lini depan. Pelatihnya juga cerdik membaca situasi permainan. Selain itu mereka juga punya beberapa bintang muda yang hebat, di antaranya idola saya Lamine Yamal.
Deny Marcel, mantan Kiper Persiba Balikpapan: Prediksi saya 2-1 untuk Spanyol di waktu normal. Argentina memang punya mental juara bertahan, itu yang bikin mereka kuat, tetapi saya melihat perjalanan Spanyol ke final lebih meyakinkan. Belakangan ini Spanyol memainkan pertandingan yang bagus dan tidak terlalu menguras tenaga. Mereka juga punya banyak pemain muda dan lini tengah yang sangat kuat. Gelandang-gelandangnya semua berbahaya. Kiper mereka Unai Simon juga save-nya banyak, hampir tidak ada blunder, layak menjadi kiper terbaik. Marc Cucurella juga luar biasa di bek kiri, waktu lawan Prancis dia tampil sangat bagus. Dia bisa jadi salah satu pemain terbaik di final nanti.
Gentur Anggoro Waseso, Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara: Argentina akan keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Skor di final 1-0. Pertandingan ini akan berlangsung terbuka karena kedua tim sama-sama memiliki karakter menyerang. Spanyol tetap berbahaya dengan gaya bermain tiki-taka yang menjadi ciri khas mereka. Akan tetapi, Argentina memiliki mental juara yang mampu membuat perbedaan di laga penentuan. Pengalaman mereka berbicara di pertandingan-pertandingan besar. Itu yang menurut saya menjadi keunggulan mereka.
Saefudin Zuhri, Wakil Wali Kota Samarinda: Argentina. Nama-nama seperti Lionel Messi, Lautaro Martinez, Nico Paz, Alexis Mac Allister, Emiliano Martinez, hingga Lisandro Martinez punya kualitas yang mampu membawa Argentina kembali melangkah jauh di turnamen ini. Messi dengan taktiknya dan gaya mainnya yang lincah, memiliki mental juara yang dapat menjadi modal besar menghadapi lawan-lawannya sepanjang turnamen.
Rahmad Mas'ud, Wali Kota Balikpapan: Saya jagokan Spanyol juara. Prediksi saya Spanyol menang 2-0.
Prakoso Yudho Lelono, Ketua KPU Balikpapan: Spanyol jadi favorit utama juara Piala Dunia 2026. Mereka punya sistem dan tim yang sangat kolektif, tidak bergantung pada satu bintang individu, tetapi mengandalkan kerja sama tim yang solid dan merata. Gelandang kelas dunia seperti Rodri terbukti mampu mengatur pola permainan, aliran bola yang stabil, dan susah direbut lawan. Pemain muda lincah seperti Lamine Yamal juga bisa menjadi kunci yang bisa membuat serangan lebih cepat, dinamis, dan langsung menusuk ke pertahanan lawan. Yang jelas mereka sudah punya mental juara Eropa. Di bek sayap ada Alejandro Grimaldo dan Pedro Porro. Dua bek sayap ini kerap memberikan opsi umpan silang akurat dan peluang mencetak gol besar sekali. Kalau dicermati, kualitas pemain inti dan cadangan Spanyol hampir setara, sehingga rotasi pemain akibat cedera tidak merusak skema permainan tim nantinya. Di sisi lain, Argentina pemain-pemainnya mulai menua. Soal mental mereka agak kenyang gelar, beda dengan anak-anak Spanyol yang lagi haus-hausnya pengen juara dunia.
Clara Claudya Umboh, Presenter TVRI Kalimantan Timur: Aku dukung Argentina. Karakter tim Argentina yang selalu bermain penuh semangat, punya mental pantang menyerah, dan kedalaman skuad serta kualitas pemain yang kreatif, menjadi faktor penentu di turnamen ini. Lionel Messi terbukti masih gacor. Selain juga ada Julian Alvarez, Lautaro Martinez, dan Emiliano Martínez yang memiliki kontribusi besar bagi tim. Argentina harus tetap bermain disiplin dan tidak mudah terpancing emosi, karena laga selalu memiliki tensi tinggi. Dan jangan keseringan buat orang sport jantung deh mainnya mengandalkan remontada.
Di ajang Piala Dunia FIFA, Spanyol dan Argentina tercatat baru bertemu sebanyak satu kali sebelum edisi tahun 2026 ini.
Pertemuan tunggal tersebut dimenangkan oleh Argentina dengan skor 2-1 pada fase grup Piala Dunia 1966 di Inggris.
Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pasar Segar Balikpapan, Ada Lomba Best Costume dan PlayStation!
Jika menghitung seluruh pertandingan internasional resmi (termasuk laga persahabatan/uji coba), catatan kedua negara benar-benar seimbang.
Total 14 kali pertemuan, 6 kemenangan Spanyol, 6 kemenangan Argentina, dan 1 kali imbang.
Adapun total gol Spanyol 19 gol, Argentina dengan 18 gol.
Pertemuan terakhir mereka sebelum final Piala Dunia 2026 terjadi pada laga persahabatan tahun 2018, di mana Spanyol menang telak dengan skor 6-1.
Final kali ini dipastikan akan memecah kebuntuan rekor seimbang sepanjang masa tersebut.
Para pemain Spanyol berada dalam kondisi hampir prima.
Pelatih Luis De la Fuente masih belum dapat menggunakan jasa Yeremy Pino dan Victor Munoz, tetapi ini bukan hal baru.
Spanyol memiliki susunan pemain inti yang tetap, dipimpin oleh Rodri dan diperkuat oleh Lamine Yamal.
De la Fuente kemungkinan besar tidak akan melakukan perubahan apa pun.
Baca juga: Euforia Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Suporter di Samarinda Konvoi Keliling Kota
Di kubu Argentina, pelatih Lionel Scaloni memiliki skuad yang sepenuhnya fit untuk final hari Minggu.
Satu-satunya dilema yang dihadapinya adalah pemilihan pemain: Giuliano Simeone atau Rodrigo De Paul yang dipanggil kembali.
Sementara pencetak gol kemenangan atas Inggris, Lautaro Martinez juga berupaya keras.
Perkiraan Starting XI Spanyol: Unai Simon, Pau Cubarsi, Pedro Porro, Aymeric Laporte, Marc Cucurella, Fabian Ruiz, Rodri, Pedri, Lamine Yamal, Nico Williams, Mikel Oyarzabal.
Perkiraan Starting XI Argentina: Emiliano Martinez, Nahuel Molina, Nicolas Otamendi, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Giuliano Simeone, Leandro Paredes, Enzo Fernandez, Mac Allister, Lionel Messi, Julian Alvarez.
FIFA resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk memimpin partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.
Vincic menjadi wasit pertama asal Slovenia yang dipercaya memimpin final Piala Dunia sekaligus menjadi wasit ke-23 dalam sejarah yang mendapat kehormatan memimpin laga puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Bagi Vincic, penunjukan itu merupakan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.
"Awalnya saya terkejut. Lalu bahagia. Saya sampai gemetar. Ini adalah kehormatan yang luar biasa," kata Vincic, dikutip dari FIFA.
"Memimpin final Piala Dunia adalah impian setiap wasit sejak pertama kali memulai karier. Saya sangat bangga kepada diri saya sendiri dan tim saya," lanjut wasit berusia 46 tahun tersebut.
Baca juga: Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Fans di Samarinda Tetap Setia Dukung Tim Samba
Vincic bukan nama asing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Wasit kelahiran Maribor itu telah menyandang lisensi FIFA sejak 2010 dan memimpin pertandingan Liga Champions sejak 2016.
Ia dipercaya menjadi pengadil pada final Liga Europa 2022 saat Eintracht Frankfurt mengalahkan Rangers melalui adu penalti.
Dua tahun kemudian, UEFA kembali mempercayainya memimpin final Liga Champions 2024 yang mempertemukan Real Madrid melawan Borussia Dortmund di Stadion Wembley.
Selain itu, Vincic juga memimpin semifinal Euro 2024 antara Spanyol melawan Perancis serta perempat final Euro 2020 yang mempertemukan Italia dan Belgia.
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen Piala Dunia keduanya setelah sebelumnya bertugas pada edisi Qatar 2022.
Di Amerika Utara tahun ini, Vincic telah memimpin tiga pertandingan, yakni Brasil kontra Maroko, Yordania melawan Aljazair pada fase grup, serta Meksiko menghadapi Ekuador di babak 32 besar.
Baca juga: Viral di Tengah Piala Dunia 2026, Messi KW Keliling Samarinda, Punya Nazar Jika Argentina Juara
Ketua Komite Wasit FIFA sekaligus Chief Refereeing Officer FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan pemilihan wasit final dilakukan melalui proses panjang.
Menurut Collina, faktor terpenting adalah konsistensi performa sepanjang turnamen.
"Ada banyak aspek yang dipertimbangkan, tetapi yang paling utama adalah performa mereka selama kompetisi. Pada akhirnya, itulah yang benar-benar menentukan," ujar Collina.
Mengutip laporan Diario Sport, Vincic dikenal sebagai salah satu wasit yang cenderung tenang dalam mengendalikan pertandingan.
Sepanjang penampilannya di Piala Dunia dan Piala Eropa, ia rata-rata mengeluarkan sekitar tiga kartu kuning per pertandingan, lebih rendah dibanding rata-rata Piala Dunia 2022.
Meski demikian, ia juga pernah menjadi sorotan saat mengeluarkan kartu merah kontroversial kepada gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, pada perempat final Liga Champions musim lalu. Keputusan tersebut menuai kritik karena dinilai terlalu keras.
Sementara di Piala Dunia 2026, Vincic juga mengeluarkan kartu merah langsung kepada bek Ekuador Piero Hincapie saat laga melawan Meksiko karena dianggap melanggar aturan baru terkait tindakan menutupi mulut ketika beradu argumen dengan lawan.
Pada final nanti, Vincic akan didampingi dua asisten wasit asal Slovenia, yakni Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic.
Sementara itu, wasit keempat adalah Adham Makhadmeh dari Yordania, sedangkan posisi VAR akan diisi wasit asal Jerman Bastian Dankert, didampingi Nicolas Gallo (Kolombia) dan Khamis Al Marri (Qatar).
Vincic pun menegaskan keberhasilannya terpilih memimpin laga final Piala Dunia 2026 bukanlah pencapaian pribadi.
"Menjadi wasit adalah kerja tim. Tanpa Tomaz dan Andraz, semua ini tidak mungkin terjadi. Kami sudah bersama sepanjang karier dan saya berterima kasih kepada mereka," kata Vincic. (*)