Kisah Juara 1 B2SA Klaten, Olah Pangan Lokal Tanpa Sisa Sampah
Delta Lidina July 17, 2026 06:54 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Kelompok TP-PKK Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, keluar sebagai juara 1 Lomba B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) tingkat Kabupaten Klaten dengan mengusung konsep pemanfaatan bahan pangan lokal dan zero food waste, di Gedung Sunan Pandanaran RSPD, Kamis (16/7/2026).

Perwakilan kelompok Aviati Hartolo, menjelaskan bahan makanan yang digunakan mudah didapat, bahkan bisa dibeli dari tukang sayur keliling. 

Konsep zero food waste diterapkan dengan memaksimalkan setiap bagian bahan pangan tanpa ada yang terbuang.

"Kemudian konsep yang kedua yang kita angkat adalah zero food waste, itu maksudnya adalah pemanfaatan bahan pangan itu secara maksimal," ujar Aviati.

Kelompok ini menyajikan enam olahan sekaligus, yakni nasi talas kacang merah, empal ikan lele, mozaik tahu saus bayam, sup watermelon, susu dari tempe, dan pie ubi labu kuning. Setiap bahan diolah habis tanpa sisa. Daging lele difillet untuk dijadikan empal, sementara tulangnya dimanfaatkan sebagai kuah sop.

Kulit buah apel yang biasanya dibuang pun tidak luput dari kreativitas mereka. Kulit apel yang sudah dipakai untuk bahan pie kemudian dimasak menjadi teh apel, sehingga meminimalkan sampah dapur. Sisa bahan yang benar-benar tidak terpakai lagi diolah menjadi pupuk kompos.

LOMBA MASAK KLATEN - Para peserta Lomba B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) dan Masak Ikan tingkat Kabupaten Klaten di Gedung Sunan Pandanaran RSPD, Kamis (16/7/2026).
LOMBA MASAK KLATEN - Para peserta Lomba B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) dan Masak Ikan tingkat Kabupaten Klaten di Gedung Sunan Pandanaran RSPD, Kamis (16/7/2026). (TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo)

Selain kategori B2SA, juara 1 lomba masak ikan diraih perwakilan Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, dengan konsep makanan sehat untuk keluarga.

Marfuatun, perwakilan kelompok, mengatakan timnya menyajikan pepes ikan nila berlapis telur, kue kering dari ikan lele, dan mie dari ikan kembung. 

"Jadi kita berpikir, bahwa itu (makanan) akan disukai oleh banyak orang," ujarnya.

Puluhan kelompok perwakilan tingkat kecamatan ambil bagian dalam ajang yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten ini. 

Suasana kompetisi tampak meriah dengan meja-meja peserta dihias lengkap, mulai dari kartu resep, susunan menu keluarga hingga menu balita, serta aneka minuman dan kudapan yang ditata rapi di atas taplak merah.

Juara 1 lomba masak ikan berhak membawa pulang hadiah senilai Rp 3 juta dan piala penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.