PMI dan PDAM Kota Sukabumi Salurkan 9.500 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kemarau
Muhamad Syarif Abdussalam July 17, 2026 07:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Memasuki awal musim kemarau, krisis air bersih mulai dirasakan warga di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Sebanyak 340 kepala keluarga (KK) di tiga RT di wilayah tersebut mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Di tengah kondisi tersebut, warga akhirnya mendapat pasokan bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi dan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi yang disalurkan pada Jumat (17/7/2026).

Bantuan tersebut disambut antusias karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Salah seorang warga RT 01/RW 04, Kelurahan Cikundul, Isah Aisyah (50), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurut dia, bantuan air bersih itu meringankan beban warga yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan memperoleh air.

"Ah, bahagia sekali ada bantuan air. Sangat membantu," ujar Isah saat ditemui di lokasi penyaluran bantuan air bersih.

Isah mengatakan, sejak sumur di rumahnya mengering sekitar satu bulan lalu, ia terpaksa membeli air dari daerah lain. Satu kompan atau jeriken air dihargai sekitar Rp5.000 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Menurutnya, penggunaan air kini harus benar-benar dihemat. Kegiatan mencuci pakaian yang biasanya dilakukan setiap hari kini dibatasi menjadi dua hari sekali agar persediaan air tidak cepat habis.

"Kalau mencuci pakaian biasanya dua hari sekali, tidak setiap hari. Tapi kalau mandi ya tetap dua sampai tiga kali sehari," katanya.

Untuk kebutuhan rumah tangga, Isah mengaku biasanya membutuhkan sekitar enam kompan air bersih. Jumlah tersebut harus diatur agar dapat mencukupi kebutuhan keluarganya selama tiga hari.

"Paling habis enam kompan untuk tiga hari. Itu juga pemakaiannya harus diatur, diirit-irit, jangan boros-boros," ucapnya.

Menurut Isah, kesulitan air bersih seperti ini hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan air bersih dari PMI Kota Sukabumi, PDAM Tirta Bumi Wibawa, dan pemerintah dapat terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung.

"Mudah-mudahan jangan lama kemaraunya. Harapannya pengen air di sini subur lagi, jangan sampai terus-terusan kesulitan air bersih," pungkasnya.

Kepala Bidang Penanganan Bencana PMI Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengatakan bantuan tersebut merupakan respons cepat atas permohonan yang diajukan Kelurahan Cikundul menyusul kondisi darurat kekeringan di wilayah tersebut.

"Ini sebagai upaya respons kami atas permintaan dari kelurahan. Kemarin mereka menyampaikan surat kepada kami bahwa terjadi darurat kekeringan di wilayah RW 04 Cikundul. Maka kami langsung merespons bersama PDAM. Ada dua armada yang disiapkan dengan kapasitas 9.500 liter air untuk dimanfaatkan sekitar 340 kepala keluarga," kata Imran.

Ia menjelaskan, bantuan air bersih tersebut didistribusikan kepada warga di tiga RT yang terdampak kekeringan. Menurutnya, wilayah RW 04 menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak karena berada di dataran lebih tinggi sehingga debit air sumur warga cepat menurun saat musim kemarau.

"Di RW 04 ini memang topografinya paling tinggi. Sumur-sumur masih ada, tetapi debit airnya mulai turun sehingga pengisian kembali membutuhkan waktu cukup lama. Saat ini yang kami utamakan adalah kebutuhan air untuk minum dan memasak," ujarnya.

Imran menegaskan PMI Kota Sukabumi telah menetapkan kesiapsiagaan selama masa siaga darurat kekeringan yang berlangsung sejak 1 Juli hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, PMI bersama PDAM akan terus bersiaga selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Kami sudah siaga sejak 1 Juli sampai dengan 30 September. Persediaan air kami aman dan bekerja sama dengan PDAM yang juga siaga selama 24 jam. Apabila diperlukan, kami siap mendistribusikan air," tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh air bersih yang disalurkan kepada masyarakat berasal dari sumber air Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi.

"Sumber air berasal dari PDAM, yakni dari Cinumpang dan Batukarut," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.