Undana Dorong Desa Beja Jadi Destinasi Wisata Edukasi Kopi, Petani Dibekali Strategi Baru
Ryan Nong July 17, 2026 07:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan


POS-KUPANG.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mendorong Desa Beja, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, menjadi destinasi wisata edukasi kopi berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus memperkuat potensi desa sebagai tujuan wisata.

Berdasarkan informasi yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (17/7/2026), program bertajuk "Dari Biji Menjadi Literasi: Pengembangan Wisata Edukasi Behind The Scene Perkebunan Kopi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat" telah dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) di Aula Balai Desa Beja, Kabupaten Ngada.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skala besar yang diinisiasi Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui potensi lokal.

Baca juga: Undana Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 di 8 Daerah

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Dr. Rolland Epafras Fanggidae, menegaskan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.

"Sinergi antara akademisi dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan program pemberdayaan yang aplikatif dan berkelanjutan," ujarnya.

Ketua tim pelaksana, Ni Putu Nursiani, S.E., M.M., bersama tim dosen Undana memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai pengembangan wisata edukasi kopi, mulai dari pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas pelayanan wisata, hingga strategi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam sesi pemaparan materi, Roberto Septiano Alexandrito Riezky Rangga menjelaskan bahwa wisata edukasi kopi bukan hanya memperkenalkan proses budidaya dan pengolahan kopi kepada wisatawan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Pengembangan wisata edukasi tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah produk kopi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian lingkungan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal," katanya.

Sementara itu, Dr. I Komang Arthana, S.E., M.Si., mengajak para petani untuk memperkuat pengelolaan keuangan dan melakukan diversifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada penjualan kopi.

"Pengelolaan keuangan yang baik serta diversifikasi usaha menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di tengah dinamika pasar global," ujarnya.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Kepala Desa Beja, Yohanes Sawu, S.E., dan Camat Bajawa, Stephanus Ferdinandus Helmi Dore, S.H., menilai wisata edukasi kopi dapat menjadi peluang ekonomi baru sekaligus memperkenalkan kopi Bajawa kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Melalui program ini, Undana berharap masyarakat Desa Beja mampu mengembangkan wisata edukasi kopi secara mandiri sehingga kopi tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga menjadi pengalaman wisata yang bernilai ekonomi dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (uan) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.