SURYA.CO.ID - Niat hati menghabiskan waktu liburan bersama keluarga besar berakhir menjadi duka yang mendalam.
Rombongan keluarga asal Semampir, Surabaya, mengalami kecelakaan maut di Tol Malang-Pandaan KM 72 saat perjalanan pulang dari arah Batu, Rabu (15/7/2026) malam.
Mobil Honda CR-V yang membawa sembilan penumpang tersebut menghantam bagian belakang truk, mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka berat.
Baca juga: Sosok Isak, Korban Kecelakaan Tol Malang-Pandaan yang Dikenal Supel
Keluarga besar ini diketahui berangkat ke Batu menggunakan tiga mobil sejak pagi hari untuk memanfaatkan waktu libur.
Naas, salah satu mobil yang dikemudikan Isak mengalami kecelakaan saat hari sudah gelap.
Kautsar Ramadhani, sepupu korban, menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi saat rombongan sedang dalam perjalanan pulang.
"Sedang berlibur, arah perjalanan pulang dari Batu. Sekitar habis Isya-an kejadiannya," ungkap Kautsar saat memberikan keterangan di rumah duka.
Tidak ada yang menyangka kebahagiaan di pagi hari saat berangkat akan berubah menjadi tangisan di malam hari.
Kautsar mengenang momen terakhir saat rombongan berpamitan untuk pergi berekreasi sekitar pukul 08.00 WIB.
"Tadi mau berangkat masih ketemu kok saya, masih ngobrol, masih guyon, masih bercanda. Berangkat wisatanya pagi tadi jam 8-an. Sempat pamit sama keluarga, guyonan," kenang Kautsar dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, perjalanan tersebut merupakan rekreasi keluarga besar yang memang sudah direncanakan.
"Keluarga besar, mau rekreasi rame-rame gitu. Mumpung ini kan masih ada waktu liburan," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga dari pihak kepolisian, kecelakaan diduga terjadi akibat adanya kendaraan yang oleng sebelum terjadi tabrakan hebat.
"Yang saya dengar dari laka polisi itu... karena ada keolengan, ada mobil truk diam pas ada mobilnya oleng akhirnya nabrak dari belakang," tutur Kautsar menceritakan detik-detik tragis tersebut.
Tragedi ini terasa kian memilukan karena melibatkan anak-anak.
Salah satu korban tewas adalah balita berusia 2 tahun bernama Wahyuni Putri Permata.
Ternyata, Wahyuni memiliki saudara kembar yang kini juga tengah berjuang melewati masa kritis di rumah sakit.
"Anak kembar, yang satunya luka berat di rumah sakit berbeda. Satunya yang saya tahu masih sadar, dari tiga anaknya itu katanya masih kritis," jelas Kautsar.
Hingga saat ini, empat korban luka masih menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda.
Sementara itu, lima jenazah telah dibawa ke rumah duka di Jalan Nyamplungan, Surabaya, untuk dimakamkan secara layak.