Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Perum Bulog Kantor Cabang Takengon memastikan ketersediaan stok beras dan Minyakita untuk wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh dalam kondisi aman dan sangat mencukupi.
Di sisi lain, Bulog bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan di lapangan dan mengancam akan menindak tegas para mitra pengecer yang nekat menjual produk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Perum Bulog Cabang Takengon, Eru Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini kuantum stok beras di gudang mereka berada di kisaran 1.400 ton lebih kurang.
Jumlah tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di dua kabupaten di dataran tinggi Gayo tersebut.
"Insya Allah untuk kebutuhan dua kabupaten sangat tercukupi dan akan terus ditambah untuk persiapan bantuan pangan ke depan," ujar Eru saat ditemui di Gudang Bulog di Jalan Dolog Nomor 51 G, Kampung Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Aceh, Jumat (17/7/2026).
Untuk menjaga stabilitas harga dan menekan angka inflasi, Bulog Takengon sedang bersiap menggulirkan sejumlah program rutin mulai pekan depan.
Program tersebut meliputi penyaluran bantuan pangan, pasokan rutin beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Kemudian distribusi Minyakita ke pasar SP2KP, hingga gelaran pasar murah komersil yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Selain beras, stok Minyakita juga dipastikan aman dengan ketersediaan mencapai 24.000 liter.
Menyinggung soal pasokan hulu, Eru membeberkan bahwa penyerapan gabah tahun ini sebenarnya sudah berjalan optimal hingga mencapai 90 persen dari target, atau sekitar 2.200 ton gabah.
Namun, mayoritas pasokan gabah tersebut didominasi dari luar wilayah kerja mereka, tepatnya dari Kabupaten Bireuen.
Hal ini terjadi lantaran sektor pertanian di Aceh Tengah dan Bener Meriah sempat mengalami penurunan produktivitas akibat dampak bencana alam yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
"Memang serapan tahun ini didominasi dari wilayah Bireuen.
Karena di kabupaten kita sendiri, dua kabupaten ini sedikit, karena terkait pascabencana kemarin ya, terdampak gitu," jelasnya.
Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak panik dan tetap berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan normal.
Guna mengawal agar program intervensi harga ini tepat sasaran di tingkat konsumen akhir.
Bulog memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra agar mematuhi ketetapan HET dari pemerintah dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Adapun batas harga maksimal yang wajib dipatuhi adalah, Minyakita maksimal Rp 15.700 per liter dan beras SPHP maksimal Rp 13.100 per kilogram.
Heru menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi adanya spekulasi harga di tingkat pedagang.
Pengawasan berkala secara ketat akan terus dilakukan di pasar-pasar tradisional.
"Saya berharap kepada mitra-mitra yang belum tergabung ataupun sudah tergabung agar menjual sesuai dengan aturan.
Kita akan memonitoring melalui tim kita di jejaring Dinas Pangan dan Satuan Satgas Pangan pemerintah.
Yang tidak sesuai aturan, maka akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegas Eru.
Di sisi lain, untuk memperluas jaringan pasar murah yang sehat, Bulog Takengon membuka pintu kemitraan selebar-lebarnya bagi pelaku usaha lokal, organisasi profesi, hingga koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih.
Hingga saat ini, sinergisitas stakeholder berjalan sangat baik dan permohonan dari para pelaku usaha di Aceh Tengah maupun Bener Meriah untuk bergabung menjadi mitra resmi Bulog terus berdatangan.
Bagi pihak yang tertarik, dipersilakan langsung berkoordinasi dengan Kantor Cabang Bulog Takengon untuk melengkapi persyaratan operasional yang berlaku. (*)
Baca juga: Imbas Pascabencana di Gayo, Serapan Gabah Bulog Takengon Didominasi Pasokan dari Bireuen
Baca juga: Cuaca Aceh Tengah 17 Juli 2026, Didominasi Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Perubahan Mendadak
Baca juga: Kritis Melawan Atresia Bilier, Bayi 6 Bulan Asal Aceh Tengah Butuh Biaya Rujukan ke RSCM Jakarta