Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga pakan ternak untuk ayam, bebek, dan puyuh baik jenis pedaging (broiler) maupun petelur (layer) kembali melonjak di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.
Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan sejumlah pabrik pakan ternak di Sumatera Utara.
Penjual pakan di Toko Sarana Tani, Jalan Manunggal, Kutacane, Erick menjelaskan bahwa informasi kenaikan ini dibagikan oleh produsen seperti PT Leong Hub Jayaindo, PT Indojaya Agrinusa, dan PT New Hope.
“Kenaikan efektif berlaku mulai 20 Juli 2026.
Besarannya Rp 200 per kilogram atau Rp 10.000 untuk setiap sak kemasan 50 kilogram,” ujar Erick kepada TribunGayo.com, Kamis (17/7/2026).
Kondisi di lapangan menunjukkan ketimpangan pasar.
Kenaikan harga pakan ini tidak dibarengi dengan naiknya harga jual daging maupun telur unggas.
Akibatnya, para peternak lokal kian terjepit karena biaya produksi tidak sebanding dengan pendapatan.
Abdul Haris, seorang peternak unggas di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, mengaku terpaksa memutar otak agar usahanya tetap berjalan.
Ia kini memanfaatkan dedak dan ampas tahu sebagai pakan tambahan untuk menghemat biaya.
Saat ini, Abdul menjual ayam kampung seharga Rp 70.000 per kilogram dan bebek entok seharga Rp 80.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut sudah tidak ideal dengan tingginya modal yang harus dikeluarkan.
Hal senada dikeluhkan oleh Syaiful Rachman, peternak ayam petelur di Aceh Tenggara.
Ia menjelaskan bahwa idealnya telur ayam dijual seharga Rp50.000 per papan (isi 30 butir) untuk biaya penutupan operasional.
Namun, daya beli pasar memaksa mereka hanya bisa menjual di angka Rp44.000 per papan.
Menyikapi situasi yang sulit ini, para peternak berharap Kementerian Pertanian segera turun tangan memberikan stimulus atau bantuan.
Stimulus tersebut dinilai krusial agar para peternak lokal bisa bertahan dan bangkit kembali.
Syaiful menegaskan bahwa sektor pemeliharaan peran penting tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.
“Sektor ini tidak hanya menampung jutaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional yang saat ini sedang gencar dikampanyekan oleh Presiden,” tutupnya. (*)
Baca juga: Sempat Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Kini Turun Lagi
Baca juga: Krisis BBM di Aceh Tenggara: Pertalite dan B50 Kosong, Tiga SPBU Tutup
Baca juga: Jurnalis Difitnah Oknum ASN, YARA Turun Tangan Desak Polres Aceh Tenggara Beri Kepastian Hukum