TRIBUNNEWS.COM - Upaya menemukan empat remaja yang tersesat di kawasan Hutan Bukit Maras, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berlangsung penuh tantangan pada Senin (29/6/2026) dini hari.
Saat itu, tim pencari harus menyisir kawasan hutan yang lebat. Medan yang dilalui tim di Kawasan Hutan Bukit Maras pun dinilai terjal dan menyulitkan.
Kawasan hutan Bukit Maras diketahui berada di Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip dan Desa Dalil, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Kawasan tersebut, sejak tahun 2016 lalu telah ditetapkan sebagai hutan Taman Nasional.
Di kawasan tersebut, empat remaja rentang usia 16 hingga 17 tahun tersesat saat hendak mendaki. Mereka bernama Puma (17), Nabil (16), Keanu (17), dan Aufa (16).
Keempat remaja ini, tersesat di lokasi wisata Air Terjun Meruyan yang terletak di Desa Berbura, Kecamatan Riasilip.
Setelah dilakukan pencarian, empat remaja itu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Namun, tiga di antaranya mengalami luka lecet, sedangkan satu orang lainnya harus dievakuasi menggunakan tandu karena tidak mampu berjalan.
Kepala Subseksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kasubsi Operasi Kansar) Pangkalpinang, Danu Wahyudi, menceritakan proses pencarian empat remaja di Bukit Maras.
Menurut Danu, proses pencarian dimulai setelah pihaknya menerima laporan langsung dari para korban.
Para remaja tersebut, sempat menghubungi hotline Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang dan menyampaikan bahwa mereka mengalami disorientasi medan saat menuju Air Terjun Meruyan di Bukit Maras.
"Kemudian, mereka melakukan mengirimkan share loc kepada kami dan belum membutuhkan bantuan. awalnya seperti itu."
"Namun kami sudah menginformasikan kepada mereka dan mengarahkan kepada empat orang tersebut untuk mencari jalur utama," ungkap Danu dalam Program Saksi Kata yang tayang di kanal Tribunnews pada Jumat (17/7/2026).
Kemudian, Danu menyebut, pihaknya mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan pengelola taman nasional. Pada saat ini, memang ditanggungjawabkan oleh BKSDA setempat.
"Kami berkoordinasi dan kemudian tim yang di posko utama itu sudah berupaya untuk melakukan pencarian pencarian data di awal."
"Kemudian ini masuknya dari Posko mana? Posko Bukit Maras ataukah Posko yang pos Muruyan. Nah, kemudian kami melakukan pergeseran dari personel," cerita Danu.
Setelah itu, Danu mengatakan, pihaknya berkoordinasi dan melakukan pergeseran ke lokasi, serta berkoordinasi dengan tim di tempat.
Baca juga: 997 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan Disalurkan Mulai Agustus 2026, Sasar 33,24 Juta KPM
Dalam prosesnya, tim bergerak melakukan pencarian dengan dibagi menjadi beberapa regu.
Adapun pertimbangan tim SAR untuk membagi tim itu menjadi beberapa regu karena hutan Bukit Maras itu vegetasinya rapat dan luas.
"Jadi karena kejadiannya ini di Bukit Maras pada saat pelaksanaan pencarian dan pertolongan itu memang kita selalu membagi beberapa seru baik di darat maupun di air untuk pencarian pola pencariannya."
"Kemudian karena memang ini titik terakhir, mereka sudah kita ketahui dan mereka menginformasikan akan mengikuti aliran sungai awalnya," jelasnya lagi.
"Jadi kita sudah mengetahui clue clue utamanya pertama ini sudah kita dapatkan," imbuhnya.
Oleh karena, tim pencarian membagi sejumlah regu.
Di sisi lain, masyarakat lokal ikut membantu tim SAR melakukan pencarian.
Setelah pencarian, tim pertama berhasil menemukan empat remaja tersebut sekitar pukul 04.55 WIB, Senin.
Korban ditemukan sekitar 800 meter dari Air Terjun Meruyan.
Ketika ditemukan, kondisi korban sudah kelelahan, seperti cedera pada kaki kanan akibat terjatuh.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, BangkaPos.com/Rusaidah)