Demo Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo-Gibran: Pastikan Tak Ulangi Kasus BEM UBK
Adi Suhendi July 18, 2026 03:40 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi mahasiswa yang melakukan demonstrasi di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat menjamin pihaknya tak akan mengulang peristiwa yang dialami Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK). 

Diketahui aksi ini diinisiasi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) yang berisikan sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Aksi ini bertajuk Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo-Gibran. 

"Kami itu terus melakukan transparansi, menolak intimidasi ataupun intervensi dari berbagai pihak seperti aksi-aksi yang saat ini," kata mahasiswa UNJ sekaligus Jenderal Lapangan MPR, Annur kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/07/2026). 

"Kami sangat menolak keras apapun bentuk intimidasi dan intervensi yang dilakukan oleh berbagai aparat dan berbagai instansi," lanjutnya.

Baca juga: Kebaya hingga Sarung Warnai Aksi Mosi Tidak Percaya Mahasiswa di Patung Kuda

Annur menegaskan langkah mereka melakukan aksi demo, selain menyampaikan aspirasi juga membersamai masyarakat.

"Karena apa yang dirasakan masyarakat akan dirasakan oleh kami bahkan orang tua kami," ucap Annur. 

Sejauh ini, Annur menjelaskan ihwal mereka tidak mendapatkan undangan audiensi dari pihak manapun seperti yang diterima Ketua BEM UBK Muhammad Abdi Maludin. 

Namun pun ada undangan, Annur menolak keras ajakan itu.

Baca juga: Mahasiswa Tegaskan Aksi Nasional Siap Dobrak Kabinet Prabowo-Gibran: Akan Berlanjut Berjilid

"Tuntutan dari awal kesepakatan dikonsolidasi kami tidak akan menerima audiensi apapun, kami hanya ingin menuntut bagaimana caranya pemerintah baik rezim Prabowo-Gibran ini menjawab tuntutan-tuntutan kami," tegas Annur. 

"Jadi jika ditanya ada enggak surat undangan dan lain sebagainya? Tidak ada surat undangan seperti itu," ucapnya. 

Skandal Terima Uang

Ketua BEM UBK Muhammad Abdi Maludin, tersandung skandal penerimaan uang sebesar Rp 20 juta. 

Uang tersebut diduga berasal dari oknum polisi untuk memindahkan lokasi demonstrasi mahasiswa yang awalnya direncanakan di Istana Negara ke gedung DPR RI.

Abdi dkk sempat menerima undangan audiensi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah aksi demo. 

Undang diterima dan pertemuan berlangsung di Istana Wakil Presiden.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.