Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap, Muhammadiyah dan NU Beda Tanggal, Ini Niatnya
Heriani AM July 18, 2026 06:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 menjadi informasi yang banyak dicari umat Islam seiring dimulainya bulan Safar 1448 Hijriah. 

Puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah ini memiliki keutamaan besar karena dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Pada pelaksanaan bulan Safar tahun ini, jadwal puasa Ayyamul Bidh 1448 Hijriah tidak berlangsung pada tanggal yang sama bagi seluruh umat Islam.

Perbedaan penetapan awal bulan Safar antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) membuat waktu pelaksanaan puasa sunnah tersebut bergeser satu hari.

Baca juga: Jadwal Puasa Muharram 2026: Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh Lengkap Beserta Niatnya

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W.

Namun pertanyaannya, kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita simak lebih dulu tentang puasa Ayyamul Bidh ini.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Qotadah bin Milhan R.A., bahwa:

"Rasulullah S.AW bersabda telah memerintahkan kepada para sahabat untuk berpuasa Ayyamul Bidh pada hari ketigabelas, keempatbelas, dan kelimabelas." (HR. Abu Dawud)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa Ayyamul Bidh seperti mengerjakan puasa sepanjang tahun.

Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash R.A mengatakan, bahwa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya:

"Dan, sesungguhnya cukuplah bagimu berpuasa tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai)

Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh ini termasuk dalam puasa sunnah muakkad, atau puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah Muharram 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU Lengka

Kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh?

Untuk pelaksanaan jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 akan berbeda antara Muhammadiyah, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Kita tahu bersama, bahwa Muhammadiyah mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sedangkan pemerintah dan NU punya cara hitung sendiri dalam menentukan masuknya bulan baru.

Untuk bulan Safar, Muhammadiyah berkeyakinan bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 15 Juli 2026.

Sedangkan NU dan pemerintah mengumumkan bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jaruh pada 16 Juli 2026.

Jika melihat penetapan tanggal di awal bulan Safar, tentu jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 akan berbeda.

Agar masyarakat tidak bingung, Tribun-medan.com akan membagi dua klaster jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 menurut Muhammadiyah, pemerintah dan NU.

Baca juga: Bacaan Niat dan Jadwal Puasa Tasua dan Asyura di Muharram 2026

Muhammadiyah

Karena Muhammadiyah mengacu pada KHGT, berikut ini jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026.

  • Senin, 27 Juli 2026 - 13 Safar 1448 Hijriah
  • Selasa, 28 Juli 2026 - 14 Safar 1448 Hijriah
  • Rabu, 29 Juli 2026 - 15 Safar 1448 Hijriah

Pemerintah dan NU

Karena pemerintah dan NU mundur sehari dari jadwal Muhammadiyah, tentu tinggal disesuaikan saja tanggalnya.

  • Selasa, 28 Juli 2026 - 13 Safar 1448 Hijriah
  • Rabu, 29 Juli 2026 - 14 Safar 1448 Hijriah
  • Kamis, 30 Juli 2026 - 15 Safar 1448 Hijriah

Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bidh lillâhi ta’âlâ

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta’âlâ."

Niat Puasa Sunnah Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يَوْمَ اْلِإثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالىَ

Latin: Nawaitu shauma ghodin yaumil itsnain sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin karena Allah ta’ala."

Baca juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Bacaan Niat Puasa di Bulan Muharram dan Jadwalnya

5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh yang Didukung Penelitian Ilmiah

Puasa tidak hanya menjadi bagian dari ibadah dan tradisi di berbagai budaya, tetapi juga telah banyak diteliti dalam dunia medis.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa, termasuk puasa Ramadan maupun intermittent fasting (puasa intermiten), dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan benar dan diimbangi pola makan bergizi saat berbuka serta sahur.

Sejumlah jurnal ilmiah menyebutkan bahwa puasa mampu membantu memperbaiki metabolisme tubuh, mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, hingga mendukung penurunan berat badan.

Namun, manfaat tersebut dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi kesehatan, usia, dan pola hidup yang dijalani.

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Salah satu manfaat puasa yang paling banyak diteliti adalah kemampuannya dalam mendukung kesehatan jantung.

Selama menjalani puasa, tubuh cenderung mengalami penurunan asupan kalori sehingga dapat memperbaiki berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), trigliserida, serta tekanan darah pada sebagian orang.

Selain itu, puasa juga berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, yang secara tidak langsung mengurangi risiko penyakit jantung.

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine (de Cabo & Mattson, 2019) menjelaskan bahwa pola intermittent fasting dapat memperbaiki tekanan darah, kadar lipid darah, dan respons insulin yang berhubungan erat dengan kesehatan kardiovaskular.

2. Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Puasa juga dapat membantu tubuh menggunakan cadangan energi secara lebih efisien.

Ketika tubuh tidak memperoleh asupan makanan selama beberapa jam, cadangan glikogen mulai digunakan sebagai sumber energi, kemudian tubuh beralih membakar lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa puasa jangka pendek dapat meningkatkan kadar hormon norepinefrin (noradrenalin) yang berperan dalam meningkatkan pembakaran energi dan lemak.

Kondisi ini membantu tubuh mempertahankan metabolisme meski asupan kalori berkurang.

Selain itu, puasa juga dapat menjadi kesempatan untuk membentuk kebiasaan makan yang lebih teratur sehingga membantu mengontrol konsumsi kalori dalam jangka panjang.

Baca juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram 1448 H, Lengkap Bacaan Niat

3. Mendukung Proses Perbaikan Sel (Autofagi)

Istilah "detoksifikasi" sering dikaitkan dengan puasa.

Namun, secara ilmiah, manfaat yang lebih tepat adalah mendukung proses perbaikan sel atau autofagi.

Autofagi merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan komponen sel yang rusak agar dapat didaur ulang menjadi energi atau bahan pembentuk sel baru.

Proses ini mulai meningkat ketika tubuh berada dalam kondisi kekurangan energi, termasuk saat berpuasa.

Penelitian pemenang Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2016 oleh Yoshinori Ohsumi membuka pemahaman mengenai pentingnya autofagi dalam menjaga kesehatan sel dan mengurangi risiko berbagai penyakit degeneratif.

Meski demikian, durasi puasa yang dibutuhkan agar autofagi meningkat pada manusia masih terus diteliti sehingga belum dapat dipastikan secara pasti.

Perlu diketahui, organ seperti hati dan ginjal sebenarnya telah menjalankan fungsi utama detoksifikasi tubuh secara alami.

Oleh karena itu, manfaat puasa lebih tepat dikaitkan dengan optimalisasi proses metabolisme dan perbaikan sel daripada "membuang racun" secara langsung.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Puasa juga diketahui dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, terutama melalui peningkatan sensitivitas insulin.

Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam, kadar glukosa darah cenderung menurun dan tubuh mulai memanfaatkan cadangan glikogen sebagai sumber energi.

Kondisi ini membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan apabila pola makan tetap terjaga.

Meta-analisis yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open (2022) menunjukkan bahwa time-restricted eating, salah satu bentuk intermittent fasting, mampu memperbaiki sensitivitas insulin dan memberikan manfaat metabolik pada sebagian individu.

Meski demikian, penderita diabetes, terutama yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa karena terdapat risiko hipoglikemia.

Baca juga: Pengamat Sarankan Prabowo Puasa Pidato 1-2 Bulan, Klaim Kemarahan Rakyat Bakal Mereda

5. Membantu Menurunkan Berat Badan

Puasa menjadi salah satu metode yang banyak digunakan untuk membantu menurunkan berat badan karena dapat mengurangi total asupan kalori harian dan frekuensi ngemil.

Beberapa penelitian menemukan bahwa intermittent fasting memberikan hasil penurunan berat badan yang sebanding dengan pembatasan kalori harian.

Selain mengurangi lemak tubuh, puasa juga dapat membantu mempertahankan massa otot apabila dikombinasikan dengan konsumsi protein yang cukup dan aktivitas fisik.

Ulasan ilmiah dalam Annual Review of Nutrition (Anton et al., 2018) menyimpulkan bahwa intermittent fasting berpotensi menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi berat badan, memperbaiki kesehatan metabolik, dan menurunkan risiko obesitas apabila dilakukan secara konsisten. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.