1.390 Warga Ikuti Skrining HIV, Dinkes Teluk Bintuni Perluas Layanan hingga Distrik
Roifah Dzatu Azmah July 18, 2026 12:44 PM

Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Syahrul S Refideso

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV yang dipadukan dengan skrining Tuberkulosis (TB) di 11 distrik di Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (17/7/2026).

Program tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis R. Manobi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irma Said, mengatakan bahwa penggabungan layanan Mobile VCT HIV dan skrining TB dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat.

"Kami telah melaksanakan Mobile VCT dan skrining TB secara bersamaan. Pendekatan ini sengaja kami pilih untuk mempermudah masyarakat memperoleh dua layanan pemeriksaan kesehatan penting sekaligus dalam satu waktu," ujar Irma Said.

Baca juga: Bupati Teluk Bintuni Raih Penghargaan IPSEA 2026, Diakui sebagai Pemimpin Daerah Terbaik

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Tahap I yang menyasar 11 distrik, yakni Distrik Bintuni, Manimeri, Muturi, Tuhiba, Merdey, Tofoi, Tanah Merah, Babo, Dataran Beimes, Weriagar, dan berakhir di Distrik Aranday.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Kesehatan, selama pelaksanaan Tahap I tim kesehatan berhasil melakukan pemeriksaan terhadap 1.390 sampel skrining HIV dan 1.433 sampel skrining Tuberkulosis (TB).

Menurut Irma Said, kegiatan ini menerapkan metode jemput bola untuk menemukan kasus secara aktif di tengah masyarakat.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis sesuai standar pelayanan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan kasus HIV dan TB secara aktif langsung di lapangan. Dengan menemukan kasus sejak dini, penanganan dapat segera diberikan sehingga mata rantai penularan dapat ditekan di tengah masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Papua Barat: APBD Tak Mampu Penuhi Permintaan PAL-KOAP Rp100 Miliar

Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni berharap program Mobile VCT HIV dan skrining TB dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka penularan penyakit menular di Kabupaten Teluk Bintuni.

Melalui deteksi dini dan pemerataan layanan kesehatan hingga ke distrik, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni optimistis dapat mempercepat pengendalian HIV dan TB serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.