Puntung Rokok dan Bakar Sampah Jadi Penyebab Utama 75 Kasus Kebakaran di Purwakarta
Muhamad Syarif Abdussalam July 18, 2026 12:44 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta mencatat sebanyak 75 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026. 

Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ancaman kebakaran masih didominasi insiden yang menimpa rumah tinggal.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, mengatakan kawasan perkotaan masih menjadi wilayah yang paling sering mengalami kebakaran karena memiliki tingkat kepadatan permukiman yang tinggi.

"Dari total 75 kejadian kebakaran hingga akhir Juni 2026, yang paling banyak adalah kebakaran rumah tinggal sebanyak 27 kasus, sedangkan kebakaran hutan dan lahan mencapai 13 kasus," ujar Juddy saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Jumat (17/7/2026).

Selain rumah tinggal dan kebakaran hutan-lahan, sejumlah kejadian juga terjadi pada bangunan maupun objek lainnya yang dipicu berbagai faktor.

Menurut Juddy, kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Di antaranya kebiasaan membakar sampah tanpa memperhatikan kondisi angin saat musim kemarau, hingga membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu api menyebar dengan cepat.

Meski demikian, ia mengatakan, jumlah kebakaran tahun ini menunjukkan tren positif. Pada 2025, Disdamkarmat Purwakarta mencatat 165 kejadian kebakaran, sehingga angka hingga pertengahan 2026 mengalami penurunan cukup signifikan.

Namun, Purwakarta pernah mengalami lonjakan kasus kebakaran yang jauh lebih tinggi. Pada 2023, saat terjadi kemarau panjang, tercatat 503 kejadian kebakaran, menjadikannya salah satu tahun dengan jumlah insiden terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.

Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau, Juddy mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Ia menegaskan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, namun upaya tersebut harus diimbangi dengan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca kering dan angin kencang, karena api bisa dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.