TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya pria di Pematang Siantar, Sumatera Utara yang viral karena menganiaya sang istri bernama Vanessha Anggreini Marpaung telah diperiksa kepolisian.
Pria bernama Tomy itu menyerahkan diri ke polisi setelah kasus kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) yang dilakukannya viral.
Untuk diketahui, yang pertama kali memviralkan kekejaman Tomy adalah sahabat dari Vanessha, Evi Elisa.
Lewat akun Instagram-nya, Evi membagikan rekaman CCTV saat Vanessha dianiaya Tomy secara berulang kali.
Bahkan dalam sebuah momen, Tomy menghajar sang istri di depan bayi mereka.
Kejadian tindak dugaan KDRT itu dilakukan di rumah pelaku dan korban yakni di wilayah Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Setelah video yang dibagikan Evi viral, muncul benih-benih keberanian Vanessha.
Vanessha pun akhirnya melaporkan sang suami atas tindakan dugaan KDRT dan perselingkuhan ke Polres Pematang Siantar pada Jumat (17/7/2026) siang.
Tak berselang lama, Tomy yang semula berada di Medan pun akhirnya menyerahkan diri ke Polres Pematang Siantar di Jumat sore sekira pukul 16.30 Wib.
Dalam penyerahan diri itu, Tomy didampingi omnya.
"Om dari pelaku yang langsung mengantarkannya (Tomy) ke Polres Pematang Siantar. Posisi mereka sebelumnya dari Medan dan diserahkan ke sini atas kesadaran diri sendiri," kata Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Pematang Siantar Ipda Revanto Barasa dilansir TribunnewsBogor.com dari postingan Evi di Instagram @mamichel_, Sabtu (18/7/2026).
Setelah menyerahkan diri, Tomy pun menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Hingga kini polisi masih mendalami motif penganiayaan yang dilakukan oleh Tomy kepada sang istri, Vanessha.
Baca juga: Viral Wanita Dianiaya Suami di Depan Bayi, Pelaku Berulang Kali Lakukan KDRT hingga Perselingkuhan
Sebelum pelaku menyerahkan diri ke polisi, Vanessha sempat mengurai curhatan pilu soal penganiayaan yang dialaminya.
Selama satu tahun lima bulan, Vanessha menahan kepiluan karena kerap disiksa Tomy.
Bahkan ketika hamil pun, Vanessha juga dianiaya pria yang seharusnya jadi pelindungnya.
"Terakhir kali saya disiksa itu satu hari sebelum anak saya ulang tahun, dan saya selama ini sudah menahan selama satu tahun lebih, selama itu dia melakukan KDRT kepada saya," ujar Vanessha dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Instagram @cunsen1.
Sembari menahan tangis, Vanessha mengurai pemicu KDRT yang dilakukan sang suami.
Kata Vanessha, Tomy adalah sosok yang temperamen dan tidak suka didebat.
"Penganiayaan hanya (karena) masalah-masalah kecil misalnya cekcok, beda pendapat. Sedikit tersinggung itu langsung marah. Pokoknya kalau aku memberikan pendapat enggak sesuai hati dia, dia langsung marah," ungkap Vanessha.
Akibat KDRT yang dialaminya, Vanessha mengalami luka memar di sekujur tubuh.
Hal itu terjadi karena Vanessha secara berulang kali dianiaya oleh Tomy dengan cara sadis.
"(Dipukul) Sampai biram sama tulang kering saya berbentuk bulatan karena saking kerasnya terbentur," akui Vanessha.
"Leher saya sering dicekik sampai tenggorokan saya sakit. Kepala saya juga sering dipukul. Pernah dihantam juga ke dinding. Pakai raket nyamuk, terus botol minum yang lain-lain," sambungnya.
Terkait dengan penganiayaan yang dialami Vanessha, Tomy tak membantahnya.
Diungkap penyidik kepolisian, Tomy mengakui bahwa ia telah melakukan tindak KDRT kepada istrinya.
"Pelaku sudah mengakui bahwa dia memang memukul istrinya dan menyatakan menyesal," kata Ipda Revanto.