- Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengumumkan telah melancarkan serangan ke target militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Sabtu (18/7).
IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-19 Operasi Nasr 2.
Iran mengklaim menghantam dermaga pendukung armada AS di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait.
Teheran juga mengklaim menyerang titik berkumpul pesawat tempur AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.
IRGC mengaku berhasil menghancurkan pusat intelijen data AS di Bahrain yang dikenal sebagai Batelco.
Selain itu, Iran mengklaim melumpuhkan pusat sinyal dan telekomunikasi militer AS di Kuwait.
Dalam pernyataan terpisah, IRGC juga telah menghancurkan radar di Pangkalan Ali Al Salem dan Camp Arifjan yang menjadi pusat dukungan militer AS di Kuwait.
IRGC turut mengklaim merusak hanggar persenjataan, hanggar drone, dan menewaskan sejumlah personel militer AS.
Namun, seluruh klaim tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi secara independen.
IRGC menegaskan seluruh operasi dilakukan sebagai balasan atas tindakan AS yang mereka sebut sebagai kejahatan perang.
Iran juga memperingatkan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS agar bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan.
Sementara itu, Angkatan Darat Iran mengumumkan fase ke-15 Operasi Saegheh.
Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim menyerang Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain menggunakan drone serang satu arah.
Menurut militer Iran, serangan itu menyasar hanggar pesawat, area parkir, depot bahan bakar, serta sejumlah jalur penghubung di dalam pangkalan.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman