Spanyol Batalkan Latihan Menjelang Final Piala Dunia Melawan Argentina
Budi Santoso July 19, 2026 07:07 AM

Persiapan untuk pertandingan terbesar di dunia sepak bola mengalami kekacauan setelah tim nasional Spanyol terpaksa membatalkan sesi latihan terakhir mereka sebelum final Piala Dunia hari Minggu. Skuad asuhan Luis de la Fuente, bersama lawannya Argentina, terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem di wilayah New Jersey yang membuat latihan luar ruangan tidak memungkinkan.

Badai Petir Hentikan Persiapan Final

Persiapan terakhir sebelum laga final Piala Dunia FIFA 2026 mendadak mengalami kekacauan logistik pada hari Sabtu setelah cuaca buruk melanda kawasan utara New Jersey. Bus tim nasional Spanyol tiba sesuai jadwal di Lapangan Latihan Melanie Lane, namun para pemain dan staf pelatih segera mendapat instruksi keselamatan ketat dari penyelenggara turnamen.

Menurut laporan USA Today, seorang pejabat FIFA memberi tahu media bahwa peraturan menetapkan adanya jeda minimal 30 menit tanpa sambaran petir sebelum para pemain diizinkan turun ke lapangan. Setelah memantau situasi dan tidak melihat tanda-tanda cuaca membaik, staf pelatih Spanyol akhirnya mengambil keputusan sulit untuk membatalkan latihan, daripada membuat para pemain menunggu tanpa batas waktu di ruang ganti.

Kekhawatiran Cedera Bagi De la Fuente

Waktu pembatalan ini sangat tidak ideal bagi pelatih De la Fuente, yang sebelumnya menekankan betapa pentingnya sesi latihan tersebut. Beberapa pemain kunci, termasuk Lamine Yamal dan Pedro Porro, sedang berusaha memulihkan diri dari cedera ringan yang mereka alami saat kemenangan dramatis di semifinal melawan Prancis.

De la Fuente sebelumnya menyoroti pentingnya 24 jam terakhir dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Berbicara pada hari Jumat, pelatih Spanyol itu mengatakan: "Besok kami memiliki sesi latihan terakhir. Ini adalah salah satu momen paling krusial, dengan harapan tidak ada penundaan karena jika ada halangan luar biasa – semoga tidak – itu bisa memengaruhi persiapan tim. Tapi kondisi para pemain baik-baik saja."

Argentina Menghadapi Kendala Serupa

Di sisi lain, Argentina juga menghadapi tantangan mereka sendiri. Tim asuhan Lionel Scaloni dijadwalkan menjalani sesi latihan terakhir di markas New York Red Bulls, yang berjarak sekitar lima mil dari tempat kamp Spanyol berada. Albiceleste juga tertahan oleh badai yang melanda wilayah tersebut, meskipun mereka tetap berharap dapat melanjutkan latihan begitu cuaca membaik.

Tim Argentina, yang dipimpin oleh Lionel Messi yang tak kenal lelah, berupaya menjadi negara ketiga dalam sejarah yang berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Bagi Scaloni, gangguan apa pun terhadap ritme timnya tentu tidak diinginkan, terlebih mengingat gaya permainan menekan intensitas tinggi yang diharapkan datang dari lini tengah Spanyol.

Peristiwa Bersejarah bagi Kedua Negara

Terlepas dari cuaca yang tidak menentu, final hari Minggu akan menjadi penampilan ketiga Argentina di partai puncak Piala Dunia dalam 12 tahun terakhir. Sang juara bertahan mengincar gelar keempat dalam sejarah mereka – sekaligus gelar kedua secara beruntun – untuk memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan dominan dalam turnamen ini. Sementara itu, Spanyol berambisi untuk mengangkat trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah.

Apa pun hasilnya, laga hari Minggu di Stadion MetLife menjanjikan menjadi penutup yang sempurna bagi sebuah Piala Dunia yang telah menghadirkan drama luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan, saat dua negara dengan sejarah sepak bola besar bertarung demi gelar tertinggi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.