Pemenang Piala Dunia Joan Capdevila Memohon Bantuan kepada Donald Trump Setelah Ditolak Visa AS untuk Final
Agus Firmansyah July 19, 2026 09:01 AM

Mantan pemain tim nasional Spanyol, Joan Capdevila, mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah dirinya ditolak masuk ke Amerika Serikat menjelang final Piala Dunia pada hari Minggu. Pemenang Piala Dunia 2010 itu sebelumnya berencana terbang bersama anak-anaknya untuk mendukung La Roja di Stadion MetLife, namun otoritas perbatasan tiba-tiba menolak otorisasi perjalanannya.

Ikon Spanyol itu menghadapi kekecewaan besar setelah otoritas AS menolak otorisasi perjalanan ESTA miliknya menjelang partai puncak turnamen. Bek kiri legendaris berusia 48 tahun itu semula ingin membawa anak-anaknya ke New York untuk menghadiri reuni besar bersama rekan-rekan setimnya yang menjuarai Piala Dunia 2010. Penolakan perjalanan yang tak terduga tersebut memaksa sang legenda Spanyol mengajukan permohonan langsung kepada pemerintah Amerika Serikat demi menyelamatkan perjalanan impian keluarganya.

Menghadapi kendala diplomatik tersebut, mantan bek Villarreal itu meluapkan kekecewaannya di media sosial, meminta intervensi langsung dari Gedung Putih dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.

Menulis di platform X, Capdevila memohon: “SAYA BUTUH BANTUAN @realDonaldTrump! Mereka baru saja memberi tahu saya bahwa saya tidak bisa bepergian ke final bersama anak-anak saya karena ESTA saya telah ditolak.”

“Adakah yang bisa membantu saya dengan hal ini? Kalian tidak tahu betapa bersemangatnya saya untuk berada di sana bersama semua rekan setim saya di 2010 dan tim ini untuk memberikan dukungan.”

“Saya tidak percaya mereka tidak mengizinkan saya masuk ke AS... dan saya akan melewatkan momen seperti ini bersama anak-anak saya yang sangat mencintai sepak bola. Jika ada yang tahu bagaimana cara memperbaikinya, saya akan berterima kasih seumur hidup.”

Dalam wawancara selanjutnya dengan stasiun radio Spanyol COPE, Capdevila mengungkapkan alasan birokratis di balik larangan perjalanannya oleh imigrasi AS. Mengenai penyebab utama penolakan visa tersebut, ia meyakini hal itu berasal dari partisipasinya dalam pertandingan amal di Teheran sepuluh tahun lalu. Hambatan administratif serupa sebelumnya juga dialami oleh Wasit Terbaik CAF, Omar Artan, yang dilarang masuk di Bandara Internasional Miami akibat kebijakan perbatasan AS yang ketat.

Kini Spanyol harus tetap fokus di lapangan tanpa kehadiran beberapa figur legendaris mereka di tribun saat menghadapi juara bertahan Argentina. Tim asuhan Luis de la Fuente memiliki ambisi besar untuk menuntaskan sejarah dengan meraih gelar ganda Euro dan Piala Dunia setelah menyingkirkan Prancis di semifinal. Pertandingan di Stadion MetLife ini akan menjadi ujian terbesar bagi generasi baru bintang La Roja dalam upaya mereka menggulingkan dominasi global Lionel Messi dan rekan-rekannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.