Pamit Salat Tak Kembali, Kepala SPPG di Blora Resign Mendadak, Dapur MBG Berhenti Beroperasi
deni setiawan July 19, 2026 10:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mendadak berhenti operasional sementara.

Padahal sesuai jadwal, dapur di SPPG tersebut semestinya mulai kembali beroperasi pada Senin (13/7/2026) setelah sekira tiga pekan libur. 

Namun di hari pertama, satu peristiwa membuat seluruh aktivitas terhenti, bahkan hingga saat ini.

Kepala SPPG Muraharjo Blora, M Abdul Toha tiba-tiba menyatakan resign pada siang harinya melalui surat dan hingga detik ini tak bisa dihubungi.

Baca juga: Dua Pesilat Asal Blora Jadi Aktor Utama Bentrokan di Grobogan, Terancam 7 Tahun Penjara

• Dipecat karena Tertidur 2 Menit saat Kerja, Ini Kisah Pilu Single Mom Dua Anak Asal Jepara

Fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, terpaksa berhenti beroperasi sementara waktu.

Penghentian ini terjadi setelah Kepala SPPG di dapur tersebut mendadak mengundurkan diri (resign) secara sepihak dan langsung hilang tanpa bisa dihubungi hingga kini.

Seorang relawan setempat, Barlan membenarkan bahwa seluruh aktivitas memasak dan operasional di dapur MBG tersebut sudah mandek total sejak Senin (13/7/2026).

"Benar, Pak Toha Kepala SPPG sudah tidak ada di dapur. Dapur tidak berjalan," ujar Barlan seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan informasi, Kepala SPPG Muraharjo yang bernama M Abdul Toha tersebut diketahui berasal dari luar Pulau Jawa.

Keberadaannya secara misterius tidak lagi terlihat di area dapur sejak Senin (13/7/2026) siang, yang kemudian berimbas pada lumpuhnya seluruh pelayanan pemenuhan gizi untuk warga setempat.

Pamit Salat Tetapi Tidak Kembali

Kondisi terkini di lokasi Dapur MBG atau SPPG Muraharjo tampak sepi dan tertutup rapat tanpa ada aktivitas dari seorang pun pekerja.

Bangunan yang didominasi cat berwarna biru dan putih itu kini tertutup pagar besi setinggi dua meter, dengan hanya menyisakan satu mobil boks yang terparkir di area teras depan.

PIC Yayasan Catur Pilar, Mei menjelaskan bahwa hilangnya M Abdul Toha terdeteksi secara mendadak pada siang hari.

Kejadian tersebut awalnya dilaporkan oleh Asisten Lapangan (Aslap) bernama Sobri yang berada di lokasi yang sama dengan Toha.

"Hal itu diketahui dari Sobri selaku Aslap,pada siang hari kepala SPPG M Abdul Toha, izin untuk salat dengan berjalan kaki, namun tidak kunjung kembali dan hingga saat ini tidak dapat dihubungi," jelas Mei.

Padahal, setelah melewati masa tiga pekan pasca libur sekolah, dapur MBG Muraharjo dijadwalkan kembali beroperasi penuh pada hari Senin (13/7/2026).

Namun Toha justru memilih meninggalkan lokasi tugasnya di tengah hari dan langsung memutus semua akses komunikasi.

Baca juga: Kisah Heroik Ari, Pemulung yang Tambal Jalan Rusak Pakai Puing Bangunan, Tolak Minta Upah

• Kasus Koperasi BMJ Kendal Naik Penyidikan, Abdullah Zaini: SPDP Sudah Masuk Kejati Jateng

Tidak Ada Penyimpangan Keuangan

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf membenarkan bahwa dapur produksi makanan gratis itu secara resmi ditutup per Selasa (14/7/2026) lantaran ketiadaan pimpinan operasional di lapangan.

"Ini murni kepala SPPG resign, langsung kabur, tidak menunggu kepala SPPG baru untuk serah terima."

"Jadi, kalau dapur tidak ada kepala SPPG, otomatis berhenti operasional sementara sambil menunggu pengganti," jelas Afif.

Meskipun Toha pergi secara mendadak, Afif memastikan bahwa tidak ada indikasi penyimpangan dana atau uang negara yang dibawa kabur dalam pengelolaan program nasional tersebut.

Menurutnya, mekanisme pengelolaan keuangan pada sistem SPPG telah menerapkan pengawasan berlapis (double control).

Prosedur ini mengharuskan adanya persetujuan dari dua pihak otoritas untuk melakukan setiap transaksi pencairan dana di rekening.

"Tidak ada indikasi uang dibawa kabur. Untuk virtual account SPPG, itu kan yang memegang dari yayasan dan kepala SPPG."

"Kalau salah satu tidak ada maker atau signer, tidak akan terjadi," terang Afif.

Toha diketahui mengirimkan surat pengunduran diri resmi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) pada sore hari di tanggal yang sama melalui pesan digital, tanpa berpamitan langsung kepada rekan kerja di dapur maupun pihak Korcam.

Dalam surat tertanggal 13 Juli 2026 tersebut, Toha mencantumkan alasan ingin kembali ke daerah asalnya di Jambi.

"Dari saya juga tidak ada. Saya tahunya dari Korwil, dia mengirim surat resmi ke Korwil sore itu," kata Afif.

Tunggu Proses Pergantian Kepala SPPG

Menanggapi situasi darurat tersebut, pihak Korcam Kunduran langsung bergerak cepat dengan membuat laporan khusus yang ditujukan langsung kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang pada 13 Juli 2026 untuk memohon pergantian kepala satuan yang baru.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita sangat terkejut dengan keputusan mendadak bawahannya tersebut, mengingat selama ini operasional dapur berjalan sangat baik tanpa kendala berarti.

"Kepala SPPG Muraharjo mengirimkan surat pengunduran diri. Kemudian yang bersangkutan tanpa sepengetahuan Korwil, Korcam dan Mitra ternyata sudah meninggalkan dapur," ucap Artika.

Artika menjelaskan, berdasarkan keluhan singkat yang pernah disampaikan sebelumnya, Toha diduga merasa jarak penugasan di Kabupaten Blora terlalu jauh dari kampung halamannya, terlebih kondisi orangtuanya di Jambi dikabarkan sedang sakit.

Saat ini, keputusan akhir mengenai status operasional dan pergantian pejabat SPPI masih menunggu arahan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

"Untuk sementara kondisi dapur berhenti operasional sementara. Kami sudah melapor ke KPPG Semarang, KPPG mengarahkan untuk berhenti sementara, kemudian proses pengunduran diri kepala SPPG-nya diajukan ke BGN," terang Artika. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.