Pelaku Tanya Kamar lalu Todong Resepsionis Hotel di Batang
M Syofri Kurniawan July 20, 2026 06:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Keberanian seorang resepsionis Hotel Podomoro di Dukuh Cekelan, Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, menjadi kunci kegagalan aksi penodongan oleh dua pria.

Meski diancam menggunakan benda yang diduga senjata api, korban memilih melawan hingga pelaku panik dan melarikan diri.

Peristiwa yang pada Kamis (16/7/2026) pukul 01.53 dini hari itu kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Batang.

Polisi memburu dua pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Di balik rekaman CCTV yang viral, tersimpan kisah menegangkan yang dialami para petugas Hotel Podomoro, malam itu.

Fahrur Rozi (40), satu dari dua pekerja hotel yang bertugas pada malam kejadian, mengaku sama sekali tidak menaruh curiga ketika dua pria datang ke hotel.

Menurutnya, situasi saat itu terlihat seperti tamu pada umumnya yang hendak mencari kamar.

"Awalnya kejadian itu sekitar jam setengah duaan (dini hari—Red). Saya nggak curiga sama sekali. Saya kira ada orang mau check-in, tanya harga kamar,” kata Fahrur kepada Tribun Jateng, Minggu (19/7/2026). 

“Saya enggak tahu kalau ternyata mau berbuat kejahatan," sambungnya.

Dua orang

Pada saat kejadian, Fahrur bertugas bersama rekannya, Gallian Dwi Setiyadi (27), warga Desa/Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Saat sedang berada di bagian belakang hotel, tiba-tiba Fahrur mendengar suara keributan dari arah resepsionis.

"Saya dengar teriakan ramai-ramai dari depan. Langsung saya ikuti suara itu dari belakang," ucapnya. 

Rupanya, ada dua pria yang datang ke hotel. Seorang pria mendatangi meja resepsionis, Gallian Dwi Setiyadi, dengan berpura-pura menanyakan tarif kamar.

Setelah Dwi menjelaskan harga, pelaku masuk ke ruang resepsionis, lalu merangkul korban dengan tangan kiri.

Pelaku kemudian mengeluarkan benda yang diduga senjata api dari balik pakaian dan menodongkannya ke arah perut korban sambil mengancam akan menembak.

Korban yang terancam, kemudian melawan dan berhasil melepaskan diri dari pelaku.

Pelaku kemudian kabur setelah aksinya gagal. Di luar hotel, seorang pelaku lain telah menunggu dengan sepeda motor.

Kedua pelaki langsung melarikan diri dari lokasi.

Saat Fahrur sampai di lobi, pelaku sudah kabur.

Di lokasi sempat terjadi cekcok antara pelaku dan Dwi yang bertugas di meja resepsionis, yang menjadi sasaran penodongan.

Fahrur mengatakan, rekannya memilih mempertahankan diri sehingga aksi pelaku gagal total.

"Sempat ada cekcok. Kami cuma ingin mempertahankan yang ada di sini. Alhamdulillah enggak ada kerugian apa pun," ungkapnya.

Fahrur mengungkapkan, saat kejadian hanya ada dua pegawai yang berjaga di hotel.

Satu orang bertugas di resepsionis, sedangkan Fahrur berada di bagian belakang bangunan.

Kedua pelaku sempat masuk ke area hotel.

Satu di antaranya mendekati resepsionis, sedangkan rekannya berada di sekitar pintu masuk sebelum akhirnya kabur bersama menggunakan sepeda motor.

Fahrur juga mengaku tidak melihat jelas senjata yang dibawa pelaku.  

Namun rekannya sempat ditodong menggunakan benda yang menyerupai senjata api.

"Kalau saya enggak lihat jelas, tapi Mas Gallian (Gallian Dwi Setiyadi–Red) ditodongkan senjata api itu," tuturnya. 

Dia juga menilai gerak-gerik pelaku terlihat tidak normal.

"Jalannya kayak sempat sempoyongan. Kayaknya terpengaruh juga sih, mungkin itu yang bikin dia berani," ujarnya.

Rekaman CCTV

Sementara itu, Kapolsek Limpung, AKP Andi Fajar, membenarkan adanya dugaan tindak pidana tersebut.

Menurut Andi, pelaku datang dengan modus berpura-pura menjadi calon tamu hotel.

"Pelaku mendatangi korban yang sedang berjaga di hotel dengan berpura-pura menanyakan harga kamar. Setelah dijelaskan, pelaku mendekati korban kemudian menodongkan senjata api mainan. Korban melakukan perlawanan sehingga pelaku melarikan diri," ucap Andi .

Seusai menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi kedua pelaku.

"CCTV pasti kita periksa. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan," ucapnya. 

Dia mengimbau masyarakat, terutama petugas yang bekerja pada malam hingga dini hari, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang datang dengan gerak-gerik mencurigakan.

"Apabila ada hal-hal yang tidak pas, apalagi pada malam atau dini hari, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Kami akan segera mendatangi untuk menjaga keamanan bersama," imbaunya.

Saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Batang memburu dua orang pria yang diduga melakukan penodongan disertai ancaman kekerasan terhadap resepsionis Hotel Podomoro.

Kasatreskrim Polresta Batang, Iptu Albertus Sudaryono mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penodongan dan ancaman kekerasan yang diduga menggunakan senjata api di Hotel Podomoro. 

“Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan dan pelaku masih kami lakukan pencarian," ujar Albertus, Jumat (18/7).

Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah lokasi, menyita barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi.

Polisi juga masih mendalami apakah benda yang digunakan pelaku benar-benar senjata api atau hanya benda lain yang menyerupainya.

"Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku agar segera menyampaikan kepada pihak kepolisian. Setiap informasi akan sangat membantu proses pengungkapan kasus ini," pesannya. (Tito Isna Utama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.