Brace Amanat Sabda Selamatkan PSISSemarang dari Kekalahan
M Syofri Kurniawan July 20, 2026 06:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - PSIS Semarang sukses memaksa Persebaya Surabaya bermain imbang dalam laga uji coba bertajuk 99th Anniversary Game, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (19/7/2026) sore.

Laga kedua tim yang dikenal sebagai rival abadi itu berakhir dengan skor 2-2. 

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya, tim Bajol Ijo yang mengenakan kostum kebesaran hijau-hijau berhasil unggul dengan margin dua gol lebih dulu, masing-masing lewat Alex Martins pada menit ke-35 dan Yan Mabella (53’).

Adapun dua gol balasan PSIS lahir lewat pemain pengganti di babak kedua, Lorensius Amanat Sabda, pada menit ke-74 dan 84’.

Hasil ini menjadi modal berharga bagi PSIS Semarang yang belum lama ini memulai start persiapan menyongsong kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027, yang akan bergulir mulai 18 September mendatang.

Laga kontra Persebaya tersebut merupakan laga uji coba pertama dalam masa pramusim yang kemudian akan dilanjutkan dengan program training center (TC) di Yogyakarta.

Sama halnya dengan PSIS, tuan rumah Persebaya Surabaya menjadikan uji coba ini sebagai persiapan awal menghadapi kompetisi Superleague 2026/2027.

Meski bagi Persebaya, lawan yang dihadapi adalah tim beda kasta, namun uji coba ini dimanfaatkan tim yang diasuh Bernardo Tavares itu untuk melihat gambaran kekuatan tim.

Adapun dalam jalannya laga klasik tersebut, Persebaya yang menampilkan kombinasi pemain lama dan pemain baru pada starting line up tampil dominan terutama di babak pertama.

Hal itu juga terbukti lewat gol Alex Martins pada menit ke-35.

Pergerakan motor serangan Persebaya asal Mexico, Fransisco Rivera, beberapa kali menyulitkan lini belakang PSIS.

PSIS banyak mendapat tekanan di babak pertama.  

Persebaya terus menyerang lewat Alex Martin dan Rivera. 

Namun kiper PSIS, Rizky Darmawan masih tampil solid mengamankan gawangnya.

Persebaya akhirnya unggul lewat gol Alex Martin memaksimalkan sepak pojok. 

PSIS punya kans menyamakan skor lewat Deri Corfe.

Namun tendangan bebasnya masih bisa dihalau kiper Persebaya, Ernando Ari.

Supersub

Berlanjut di babak kedua, Persebaya kembali menggandakan keunggulan saat pertandingan baru berjalan delapan menit.

Gol Yan Mabella pada menit ke-58 membuat PSIS makin terpuruk. 

Namun, racikan pelatih PSIS, Widodo C Putro, yang melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memainkan Lorensius Sabda membuahkan hasil.

Mantan pemain Persiba Balikpapan itu menjadi pembeda lewat dua golnya yang sekaligus memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2.

Seusai laga, WCP, sapaan akrab Widodo, mengatakan bahwa selama persiapan awal ini yang banyak dilakukan tim pelatih, yakni menyatukan chemistry antarpemain.

Dia menyebut, dalam sepuluh hari persiapan awal, anak asuhnya mampu menyerap game plan yang diinginkan tim pelatih.

"Metode latihan yang saya lakukan selama sepuluh hari itu bagaimana menyatukan chemistry, sistem, dan formasi di dalam bermain. Ketika build-up harus bagaimana, formasi di middle dan attack harus bagaimana, itu yang terus saya ulang-ulang selama sepuluh hari dan pemain cukup paham dengan itu," kata WCP dalam jumpa pers seusai laga.

"Ya tentunya kepercayaan diri pemain saat ini sudah terbangun walaupun hari ini mungkin baru 30 persen, tapi nanti bertahap," sambungnya.

Dari hasil uji coba ini, tim pelatih juga sudah mengantongi sejumlah catatan atau bahan evaluasi yang akan dibawa dalam TC di Yogyakarta.

"Habis ini kami ada TC di Jogja. Saya harapkan, pemain mau maksimal untuk meningkatkan fisik mereka. Satu mentality, physically, dan ketiga pemahaman taktik, itu yang harus dibenahi," kata dia.

Sementara terkait pertandingan menghadapi Persebaya, WCP menjelaskan, perubahan taktik menjadi salah satu faktor timnya berhasil menahan imbang tuan rumah.

WCP bersyukur, hasil yang diraih cukup bagus, meski diakuinya persiapan menghadapi pertandingan sebetulnya masih kurang ideal.

"Pertandingan tadi cukup seru di mana kami sendiri di babak pertama bermain kurang berani bermain terbuka, setelah kami ketinggalan dan melakukan beberapa pergantian kami mendapatkan dua gol. Kemudian ada perubahan taktikal yang semula tiga bek tengah menjadi dua bek tengah. Kami juga masukkan gelandang tipikal menyerang," ungkapnya.

Sementara itu, sang supersub, Amanat Sabda bersyukur, berhasil mencatatkan dua gol dalam laga ini.

"Semua karena kemurahan Tuhan dan pelatih yang support kami. Alhasil, kami bisa menahan imbang skor menjadi 2-2," ungkapnya. (F Ariel Setiaputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.