TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Susukan menggelar Pelatihan Literasi Digital dan Jurnalistik untuk membekali para pengurus organisasi dalam mengelola media digital secara profesional.
Kegiatan berlangsung di MTs Ma'arif NU 01 Susukan, Banjarnegara, Minggu (19/7/2026).
Pelatihan mengusung tema "Membangun Kepemimpinan Bisnis yang Kuat di Era Manajemen Digital" dan diikuti sekretaris Pengurus Ranting (PR) NU, unsur lembaga, badan otonom (Banom), MTs Ma'arif NU 01 Susukan, serta Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU).
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Dakwah UIN Saizu, Prof. Muskinul Fuad, Rois Syuriyah MWCNU Susukan Kyai Hamid Abdurrohman, Ketua Tanfidziyah MWCNU Susukan Kyai Achmad Amirudin, beserta jajaran pengurus dan tim dari Fakultas Dakwah UIN Saizu.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Susukan, Kyai Achmad Amirudin, mengatakan kemampuan mengelola media digital menjadi kebutuhan penting bagi organisasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
"Kami berharap di era digitalisasi ini pengelolaan website dan media sosial NU semakin baik sehingga mampu memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat. Pelatihan ini kami harapkan menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk mengembangkan media digital organisasi secara lebih optimal," ujarnya.
Dekan Fakultas Dakwah UIN Saizu, Prof. Muskinul Fuad, mengapresiasi para peserta yang tetap aktif mengabdikan diri di organisasi kemasyarakatan.
"Saya mengapresiasi teman-teman yang masih terus mengurusi umat, khususnya di wilayah Susukan. Jangan bosan menjadi aktivis," katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal dengan aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi agar dapat ditemukan solusi bersama.
Pelatihan menghadirkan empat narasumber dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Saizu. Kaprodi KPI, Dr. Uus Uswatussolihah, membuka sesi dengan materi Etika Komunikasi dalam Perspektif Islam.
Ia menekankan pentingnya menjadikan media digital sebagai ruang menyebarkan informasi yang santun, bertanggung jawab, dan membawa kemaslahatan.
Materi berikutnya disampaikan Sekretaris Prodi KPI, Dedy Riyadin Saputro, yang membahas literasi digital.
Peserta diajak memahami kecakapan digital, kemampuan menyaring informasi, serta strategi memanfaatkan media sosial secara bijak untuk mendukung aktivitas organisasi.
Sementara itu, Pranata Humas UIN Saizu, Alvin Hidayat, menyampaikan materi mengenai teknik layout media digital yang menarik.
Peserta mempelajari prinsip dasar desain konten digital agar informasi yang dipublikasikan melalui website maupun media sosial lebih menarik, mudah dipahami, dan efektif menjangkau masyarakat.
Praktik berlangsung interaktif dengan pendampingan langsung dari para narasumber.
Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik membuat konten media sosial yang menarik hingga strategi mengelola website organisasi agar lebih informatif.
Menutup kegiatan, Kyai Achmad Amirudin menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Dakwah UIN Saizu beserta seluruh narasumber yang telah berbagi pengetahuan kepada peserta.
"Penggunaan alat maupun teknologi hendaknya menjadi sarana dakwah. Barangkali masih ada potensi yang belum tergarap, harapannya ke depan dapat dikembangkan melalui digitalisasi. Kami ingin terus maju. Terima kasih kepada para narasumber dari UIN Saizu," tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Dakwah UIN Saizu dan MWCNU Susukan berharap kemampuan literasi digital para pengurus NU semakin meningkat sehingga mampu mengelola media organisasi secara profesional, menyebarluaskan informasi yang kredibel, serta memperkuat dakwah Islam melalui pemanfaatan teknologi digital yang positif. (***)