OSN-P SMA 2026 Digelar 27–29 Juli 2026, Simak Pembagian Sesi, Aturan, dan Larangannya
TRIBUNNEWS.COM - Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan ajang kompetisi akademik bergengsi yang diselenggarakan untuk menjaring peserta didik terbaik Indonesia di berbagai bidang sains.
Kompetisi ini berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota (OSN-K), provinsi (OSN-P), hingga nasional (OSN).
OSN diselenggarakan untuk tiga jenjang pendidikan, yaitu SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat, dan SMA/MA/SMK/sederajat, sebagai wadah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif para siswa.
Khusus untuk jenjang SMA/MA/SMK, OSN-P merupakan tahap seleksi provinsi yang diikuti oleh peserta didik yang telah lolos pada Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K).
Selain menjadi ajang seleksi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam bidang sains, memiliki kemampuan memecahkan masalah, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pada tahap ini, para peserta akan bersaing untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional sekaligus menunjukkan penguasaan materi sesuai bidang lomba masing-masing.
Tahun ini, OSN-P SMA 2026 akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin, 27 Juli hingga Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam Konferensi Pers 'Pelaksanaan Uji Coba OSN-P 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat' di YouTube Pusat Prestasi Nasional pada Senin (20/7/2026), Ketua Tim Sains dan Olahraga Topanal Gustirand mencatat sekitar 13.530 siswa SMA/MA/SMK dari seluruh Indonesia akan mengikuti OSN-P 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan, sembilan bidang olimpiade dipertandingkan untuk menyeleksi sekitar 900 peserta terbaik yang akan melaju ke babak semifinal atau tahap berikutnya menuju Olimpiade Sains Nasional tingkat nasional.
Jadwal OSN-P SMA/MA/SMK 2026
Berikut jadwal pelaksanaan OSN-P SMA 2026 berdasarkan bidang lomba:
Baca juga: 40 Soal OSN-P IPA SMP 2026 dan Kunci Jawaban Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi
Senin, 27 Juli 2026
- Fisika: 08.00–11.00 WIB (3 jam)
- Matematika: 08.00–12.00 WIB (4 jam)
- Informatika: 13.00–16.00 WIB (3 jam)
Selasa, 28 Juli 2026
- Kebumian: 08.00–11.00 WIB (3 jam)
- Biologi: 08.00–11.00 WIB (3 jam)
- Astronomi: 13.00–16.00 WIB (3 jam)
Rabu, 29 Juli 2026
- Kimia: 08.00–10.00 WIB (2 jam)
- Geografi: 08.00–10.00 WIB (2 jam)
- Ekonomi: 13.00–14.30 WIB (1 jam 30 menit)
Jenis Soal dan Waktu Pengerjaan
Setiap bidang memiliki bentuk soal dan durasi ujian yang berbeda sesuai karakteristik kompetensinya.
Mengutip Adendum Panduan Olimpiade Sains Nasional 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, berikut jenis soal dan waktu pengerjaannya:
1. Matematika
- Isian singkat: 8 soal
- Uraian: 4 soal
- Durasi: 4 jam
2. Fisika
- Uraian: 5 soal
- Durasi: 3 jam
3. Kimia
- Pilihan jamak dan isian terstruktur
- Jumlah soal: 8–10
- Durasi: 2 jam
4. Informatika
- Pilihan ganda, benar/salah, dan isian singkat: 15–24 soal
- Pemrograman: 5–8 soal
- Durasi: 3 jam
5. Biologi
- Pilihan benar/salah
- Jumlah soal: 50
- Durasi: 3 jam
6. Astronomi
- Pilihan ganda dan pilihan jamak: 25 soal
- Isian singkat: 5 soal
- Durasi: 3 jam
7. Ekonomi
- Pilihan ganda: 45 soal
- Isian singkat: 5 soal
- Durasi: 1 jam 30 menit
8. Kebumian
- Sesi teori: 50 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat (1 jam 30 menit)
- Sesi praktik: Analisis data dan uraian sebanyak 2 soal (1 jam)
9. Geografi
- Pilihan ganda dan uraian
- Jumlah soal: 70
- Durasi: 2 jam
Alat yang Dilarang Dibawa Peserta
Panitia menetapkan sejumlah barang yang tidak boleh dibawa ke ruang ujian, yaitu:
- Handphone, smartphone, smartwatch, smartpen, headset, maupun perangkat komunikasi lainnya
- Kalkulator yang dapat diprogram (programmable calculator)
- Alat tulis selain yang telah disediakan panitia
- Peralatan lain yang secara khusus dilarang dalam petunjuk masing-masing cabang lomba.
Kewajiban dan Persyaratan Teknis Peserta
Pelaksanaan OSN-P 2026 menggunakan sistem pengawasan daring sehingga peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan teknis, antara lain:
- Menyiapkan satu perangkat utama untuk mengerjakan soal dan satu smartphone terpisah yang telah dipasang aplikasi pengawasan daring
- Kamera pada perangkat kedua ditempatkan di samping belakang kiri atau kanan peserta dengan jarak sekitar 1,5 meter sehingga wajah, meja kerja, dan layar komputer utama terlihat secara bersamaan
- Seluruh perangkat harus memiliki koneksi internet yang stabil serta daya baterai yang cukup selama pelaksanaan ujian hingga 45 menit sebelum dan sesudah tes
- Peserta wajib masuk ke aplikasi pengawasan daring 45 menit sebelum ujian dimulai dan tetap terhubung selama ujian berlangsung. Ketidakhadiran atau terputus dari sistem pengawasan dapat menyebabkan peserta dianggap tidak hadir dan berisiko didiskualifikasi.
- Nama tampilan (display name) pada aplikasi pengawasan harus sesuai format yang ditentukan panitia
- Kamera dan mikrofon wajib aktif selama pelaksanaan tes
- Peserta tidak diperkenankan menggunakan headphone, headset, maupun earpiece
- Virtual background tidak diperbolehkan
- Wajah peserta harus selalu terlihat jelas selama proses pengawasan berlangsung
(Tribunnews.com/Farra)