TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah membagikan 7 cara membantu anak agar mempunyai teman baru.
Memiliki teman baru menjadi salah satu pengalaman berharga bagi anak selama menjalani masa sekolah.
Namun, tidak semua anak mudah memulai percakapan atau mengajak teman bermain.
Di sinilah peran orang tua dibutuhkan untuk membantu anak mengembangkan keterampilan sosial sejak dini agar lebih percaya diri membangun persahabatan.
Memiliki teman baru merupakan salah satu pengalaman yang menyenangkan bagi anak saat berada di lingkungan sekolah.
Kehadiran teman tidak hanya membuat aktivitas belajar menjadi lebih seru, tetapi juga membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, hingga belajar memahami perasaan orang lain.
Meski demikian, tidak semua anak memiliki keberanian untuk memulai pertemanan.
Ada anak yang masih merasa malu menyapa lebih dulu, ragu mengajak bermain, atau kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak mengembangkan keterampilan sosial sejak usia dini.
Kebiasaan sederhana yang diajarkan di rumah, seperti tersenyum, berbagi, mendengarkan orang lain, hingga mengucapkan terima kasih, dapat menjadi bekal berharga agar anak lebih mudah diterima dalam lingkungan pertemanan.
Persahabatan yang sehat juga berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak.
Melalui hubungan dengan teman sebaya, anak belajar menghargai perbedaan, menyelesaikan masalah, serta membangun rasa percaya diri.
Baca juga: Masuk Sekolah di Cuaca Panas, Waspada Penyakit Ini pada Anak dan Cara Mencegahnya
Berikut 7 cara membantu anak punya teman baru di sekolah, sebagaimana dikutip dari Instagram Kemendikdasmen BBPMP Jawa Tengah @bbpmpjateng.
1. Berani Menyapa
Sapaan sederhana menjadi langkah awal untuk membuka komunikasi. Mengajarkan anak berani menyapa teman dapat mempermudah mereka menjalin hubungan baru.
2. Mau Berbagi
Berbagi makanan, alat tulis, atau mainan mengajarkan anak tentang kepedulian. Sikap ini juga membantu membangun hubungan yang hangat dan penuh rasa saling percaya.
3. Tersenyum
Senyuman yang tulus membuat anak terlihat ramah dan mudah didekati. Hal sederhana ini dapat menjadi awal terbentuknya sebuah persahabatan.
4. Mendengarkan Teman
Saat anak mau mendengarkan teman berbicara, mereka belajar menghargai pendapat dan perasaan orang lain. Sikap tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat.
5. Mengucapkan Terima Kasih
Membiasakan anak mengucapkan terima kasih akan membuat teman merasa dihargai. Kebiasaan sederhana ini juga membantu mempererat hubungan pertemanan.
6. Tidak Mengejek
Menghargai perbedaan dan tidak mengejek teman akan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua anak. Sikap saling menghormati menjadi kunci persahabatan yang positif.
7. Mengajak Bermain
Mengajak teman bermain merupakan cara sederhana tetapi efektif untuk menambah teman baru. Aktivitas bersama juga membantu anak belajar bekerja sama dan saling mengenal.
Orang tua dapat melatih kebiasaan-kebiasaan tersebut melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan yang konsisten akan membantu anak merasa lebih percaya diri saat berinteraksi di sekolah maupun lingkungan sekitar.
Sebab, setiap persahabatan yang indah selalu berawal dari hal-hal sederhana, seperti sebuah senyuman, sapaan hangat, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan bekal keterampilan sosial yang baik, anak akan lebih mudah membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.
(Tribunnews.com/Falza)