Semen Langka di Aceh Tamiang, Harga Melonjak Dua Kali Lipat hingga Rp100 Ribu per Zak
Muliadi Gani July 20, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TAMIANG - Masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Aceh Tamiang mulai kewalahan akibat kelangkaan pasokan semen yang terjadi akhir-akhir ini.

Harga semen di wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang terus mengalami kenaikan seiring semakin langkanya pasokan di pasaran. 

Kondisi ini dikhawatirkan menghambat proses pemulihan pascabanjir yang saat ini masih berlangsung dan membutuhkan material bangunan dalam jumlah besar.

Di Kampung Sulum, Kecamatan Sekerak, harga semen merek Merah Putih kini mencapai Rp100 ribu per zak.

Kenaikan tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan harga normal yang sebelumnya berkisar Rp50 ribuan.

"Harga sekarang sudah Rp100 ribu per zak, itu pun barangnya susah didapat," kata Fikar, warga Kampung Sulum, Minggu (19/7/2026).

Baca juga: Ibunda Pemred Serambi Indonesia Meninggal Dunia, Dimakamkan di Pidie

Menurut Fikar, tingginya permintaan semen tidak terlepas dari berbagai proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir yang tengah dikebut pemerintah.

Material tersebut dibutuhkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap), revitalisasi sekolah, hingga pembangunan rumah masyarakat secara mandiri.

Ia mengatakan, kelangkaan stok membuat para pekerja proyek maupun masyarakat harus menunggu hingga dua pekan untuk mendapatkan pasokan semen yang didatangkan dari Medan, Sumatera Utara.

Kondisi ini dinilai dapat mengganggu target penyelesaian berbagai proyek pembangunan yang terikat kontrak.

Selain itu, kenaikan harga material juga berpotensi membebani biaya pembangunan.

Fikar mengkhawatirkan mahalnya harga semen dapat berdampak pada kualitas bangunan apabila ada pihak yang mengurangi penggunaan material demi menekan biaya.

Baca juga: Dampak Krisis BBM, Ongkos Angkut Barang di Aceh Tamiang Naik Lebih dari 100 Persen

"Kalau semen mahal, bisa saja pengerjaan bangunan yang ada sekarang ini dikurangi semennya. Ini yang nantinya merugikan masyarakat," ujarnya.

Kelangkaan semen juga menjadi tantangan tersendiri bagi proses percepatan pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang.

Pemerintah daerah saat ini tengah fokus membangun berbagai infrastruktur dan hunian bagi warga terdampak bencana.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan bahwa masa pemulihan pascabanjir diproyeksikan berlangsung hingga 2028.

Selama periode tersebut, kebutuhan material bangunan diperkirakan sangat tinggi, terutama untuk pembangunan 10.045 unit hunian tetap.

"Bukan hanya huntap, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program bantuan lainnya untuk mempercepat pemulihan pascabanjir," kata Armia Pahmi dalam rapat koordinasi Forkopimda di Kodim 0117/Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Dengan tingginya kebutuhan material bangunan, masyarakat berharap pasokan semen segera kembali normal sehingga harga dapat stabil dan proses pembangunan di Aceh Tamiang tidak mengalami hambatan.

(Serambinews.com/Rahmad Wiguna)

Baca juga: Krisis BBM Aceh Tamiang Belum Teratasi, Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu

Baca juga: Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, Kagama Serahkan 26 Huntara untuk Korban Bencana

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.